Beranda > Routing TCP/IP Volume 1 > Cara Kerja RIPng

Cara Kerja RIPng

RIPng untuk Ipv6 berbasis pada RIPv2, tetapi bukan merupakan extension dari RIPv2; RIPng merupakan protokol terpisah. RIPng tidak mendukung Ipv4, jadi untuk menggunakan RIP untuk proses routing Ipv4 dan Ipv6 kita harus menggunakan RIPv1/v2 untuk Ipv4 dan RIPng untuk Ipv6.

RIPng menggunakan timer,prosedur, dan tipe message yang sama dengan RIPv2. Misalnya, RIPv2 menggunakan update timer 30 detik yang telah ditambahi sedikit untuk mencegah sinkronisasi, periode timeout 180-detik, dan timer untuk garbage-collection 120 detik, dan holddown timer 180 detik. RIPng juga menggunakan metric hop-count, dengan 16 menunjukkan nilai unreachable. Dan juga menggunakan Request dan Response messages dengan cara yang sama seperti RIPv2. Serta pesan Request dan Response dikirim secara multicast dengan sedikit pengecualian untuk unicast yang digunakan RIPv1 dan v2. Address multicast Ipv6 yang digunakan RIPng adalah FF02::9.

Hal yang beda ada pada cara Otentikasi. RIPng tidak memiliki mekanisme otentikasi sendiri, tetapi mengandalkan fitur yang ada pada Ipv6.

Gambar dibawah menunjukkan format message RIPng. Tidak seperti RIPv1/v2 yang berjalan pada port UDP 520, RIPng menggunakan port UDP 521. Juga tidak ada ukuran message yang di set. Ukuran message hanya bergantung pada MTU pada link.

1-message-format1

  • Command selalu di set 1 untuk pesan Request dan 2 untuk pesan Response.
  • Version selalu di set 1 untuk menunjukkan versi RIPng saat ini yakni RIPngv1.
  • IPv6 Prefix adalah prefix destination Ipv6 128-bit dalam entri route.
  • Route Tag digunakan seperti pada RIPv2: untuk memasukka atribut route external melalui domain RIP.
  • Prefix Length adalah fiel 8-bit yang menentukan bagian signifikan dari addrss pada field Ipv6 Prefix.  Misalnya, jika prefix yang di advertise adalah 3ffe:2100:1201::/48, nilai field Prefix Length adalah 48 (0x30). Jika entri route yang di advertise adalah default route, maka IPv6 Prefix adalah 0:0:0:0:0:0:0:0 dan prefix length adalah 0.
  • Metric adalah metric hop count seperti pada RIPv1 dan v2. Tetapi karena nilai maksimum yang mungkin adalah 16, maka field ini di kurang menjadi 8 bit dari sebelumnya 16 bit pada RIPv1 dan v2.

RIPng menentukan address next-hop dengan cara yang sama seperti RIPv2. Dengan kata lain, address next-hop non-zero yang valid menentukan router next-hop selain dari pengirim dari message Response dan address next-hop 0:0:0:0:0:0:0:0 menentukan pengirim dari message Response itu sendiri sebagai addrss next-hop. Bedanya, RIPng menentukan bahwa address next-hop pada entri route spesial kemudian mengelompokkan semua entri route yang menggunakan address next-hop setelahnya. Dengan kata lain, address next-hop yang ditentukan dalam next-hop entri route berlaku untuk semua entri route setelahnya, sampai akhir pesan Response atau sampai ada entri route spesial lain ditentukan.

Gambar berikut menunjukkan format entri route next-hop. Address 128-bit berupa address IPv6 atau router lain, atau jika berupa :: berarti address dari pengirim. Field Route Tag dan Prefix Length semua di set 0. Router yang menerima akan mengenali next-hop route entri karena field Metric nya di set 0 (0xFF) semua.

2-metric

  1. Oktober 5, 2009 pukul 8:37 am

    artikel yg bagus nih…kyknya dah CCNA 9 nih…he..he

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: