Beranda > BSCI Student Guide > Implementasi dan Verifikasi EIGRP

Implementasi dan Verifikasi EIGRP

Konfigurasi Dasar EIGRP

Router(config)#

router eigrp autonomous-system-number

  • Tentukan EIGRP sebagai protokol routing.
  • Semua router-router dalam network yang diharapkan untuk bertukar paket update EIGRP harus memiliki autonomous-system-number yang sama.

Router(config-router)#

network network-number [wildcard-mask]

  • Tentukan network terhubung langsung yang akan berpartisipasi dalam proses EIGRP.
  • Wildcard-mask adalah kebalikan dari subnet mask yang dipakai untuk menginterpretasikan addresss. Bit-bit wildcard mask bernilai 0 jika mencocoki dan bernilai 1 jika diabaikan.

Jika tidak digunakan sebuah wildcard mask, maka proses EIGRP akan mengasumsikan bahwa semua network terhubung langsung yang termasuk dalam major network yang sama akan ikut berpartisipasi dalam proses routing, dan EIGRP akan berusaha menjalin neighbor relationship untuk setiap interface yang merupakan bagian dari major network kelas A,B,dan C.

Gunakan wildcard mask untuk mengidentifikasi IP address, subnet, atau network yang lebih spesifik. Jika digunakan untuk menentukan IP address interface yang spesifik, gunakan mask 0.0.0.0. Sebuah kombinasi address dan wildcard mask 0.0.0.0 255.255.255.255 berarti mencocoki semua interface pada router.

Router(config-if)#

bandwidth kilobits

  • Menentukan bandwidth suatu interface untuk tujuan mengirimkan traffik update routing.

Jika digunakan sebuah link serial, maka harus ditentukan bandwidth dari link tersebut dengan tujuan mengirimkan traffik update routing, caranya adalah dengan perintah bandwidth kilobits. Mislanya, untuk link 64-kbps gunakan perintah berikut:

router(config-if)#bandwidth 64

jika bandwidth dari interface ini tidak ditentukan, maka EIGRP mengasumsikan bahwa bandwidth pada link adalah speed default dari T1. Jika kecepatan sebenarnya lebih lambat, maka ada kemungkinan router tidak dapat ber-convergence atau ada paket yang hilang dalam update routing.

Menggunakan Wildcard Mask dalam EIGRP

wild-card

Sebuah contoh manfaat menggunakan wildcard mask adalah ketika router terhubung pada router external. Dalam kasus ini, router dapat dikonfigurasi dengan menggunakan wildcard mask agar router tidak menjalin adjacency dengan router pada AS yang lain.

Misalnya, router C dalam gambar diatas memiliki subnet dari kelas network kelas B 172.16.0.0.0 pada semua interfacenya. Konfigurasi router C dalam gambar diatas menggunakan sebuah wildcard mask spesifik agar update tidak dijalankan pada interface yang terhubung pada router external.

Tanpa menggunakan wildcard mask, router C akan mengirimkan paket update pada semua interfacenya termasuk interface yang terhubung pada router external, yang mana akan membuang-buang bandwidth dan penggunaan CPU yang tidak perlu, serta dapat menyertakan informasi-informasi routing yang tidak diperlukan pada network external.

Wildcard mask yang digunakan EIGRP diatas menunjukkan agar router menjalin neighbor relationship dengan router-router EIGRP lain melalui interface-interface yang termasuk subnet 172.16.3.0/24 atau 172.16.4.0/24, tetapi bukan bagian dari 172.16.5.0/24.

Perintah ip default-network

Default route EIGRP dapat dikonfigurasi dengan perintah ip default-network nomor-network. Router yang dikonfigurasi dengan perintah ini akan menganggap network yang dicantumkan dalam perintah tersebut sebagai gateway dan akan mengumumkan hal tersebut kepada router-router yang lain.

nomor-network = network classful tujuan.

ip-default-network

Misalnya pada gambar diatas, router A terhubung langsung dengan network external 172.31.0.0/16. Router A dikonfigurasi dengan network 172.31.0.0 sebagai kandidat default network dengan menggunakan perintah ip default-network 172.31.0.0.

Informasi network ini akan diberitahukan kepada router B karena router A menyertakan network tersebut dengan perintah network dibawah proses EIGRP. Perhatikan bahwa tabel routing A tidak memiliki default gateway; perintah ip default-network tidak langsung berpengaruh pada router A. Pada router B, EIGRP mengenali network 172.31.0.0 ditandai sebagai kandidat default network (diindikasikan dengan asterik (*) pada tabel routing). Router B juga membuat default gateway nya 10.64.0.2 (router A) untuk mencapai network default 172.31.0.0.

Memverifikasi IP route EIGRP

Gunakan perintah show ip eigrp neighbors untuk memverifikasi bahwa router telah mengenali neighbor-neighbor yang terhubung dengannya. Gunakan perintah perintah show ip route eigrp untuk memverifikasi bahwa router mendapatkan informasi-informasi routing dair neighbor.

Contoh:

 

sh-ip-eigrp-nei

Tabel neighbor IP EIGRP dapat ditampilkan dengan perintah show ip eigrp neighbors seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas. Output tabel diatas menyertakan beberapa simbol sebagai berikut:

  • H (handle): sebuah angka yang digunakan oleh IOS untuk melacak sebuah neighbor.
  • Address: address network-layer dari neighbor.
  • Interface: interface dari router yang terhubung dengan neighbor.
  • Hold Time: waktu maksimum, dalam detik, jika router tidak mendapatkan paket apapun dari neighbor dalam waktu tersebut maka neighbor akan dianggap tidak available lagi. Pada mulanya, paket yang ditunggu oleh router adalah paket Hello, tetapi pada IOS software yang baru, setiap paket dari neighbor yang diterima setelah paket Hello pertama dapat me-reset timer ini.
  • Uptime: Waktu dalam hitungan jam, menit, dan detik, semenjak router lokal pertama kali dikenali dari neighbor ini.
  • Smoothed round trip time (SRTT): jumlah rata-rata dalam milidetik yang dibutuhkan agar sebuah paket dikirimkan pada neighbor dan agar router lokal menerima acknowledgment dari paket tersebut. Timer ini digunakan sebagai interval untuk melakukan transmisi ulang, juga disebut sebagai retransmission timeout (RTO).
  • RTO: jumlah waktu dalam milidetik dimana router akan menunggu sebuah acknowledgement sebelum mengirim ulang paket kepada neighbor.
  • Queue count: Jumlah paket yang menunggu dalam antrian untuk dikirim keluar. Jika nilai selalu konstan lebih besar dari 0, maka kemungkinan terjadi congestion (kepadatan traffik). Jika nila 0 berarti tidak ada paket EIGRP dalam antrian.
  • Seq Num: Nomor urut dari update terakhir, query, atau paket reply yang diterima dari neighbor.

 

sh-ip-route-eigrp

Gunakan perintah show ip route eigrp untuk memverifikasi bahwa router menerima informasi routing dari neighbor. Gambar diatas juga menunjukkan output dari perintah show ip route yang menampilkan isi tabel routing secara keseluruhan termasuk entri route dari EIGRP.

Memverifikasi Operasi IP EIGRP

Perintah-perintah yang digunakan untuk memverifikasi operasi EIGRP adalah show ip protocols, show ip eigrp interfaces, show ip eigrp neighbors, show ip eigrp topology, dan show ip eigrp traffic.

sh-ip-proto

Perintah show ip protocols menampilkan informasi mengenai setiap protokol routing dinamik yang berjalan pada router.

sh-ip-eigrp-interfaces

Perintah show ip eigrp interfaces menampilkan informasi mengenai semua interface yang dikonfigurasi agar ikut berpartisipasi dalam proses EIGRP. Output menyertakan informasi-informasi berikut:

  • Interface: interface dimana EIGRP dikonfigurasi diatasnya.
  • Peers: Jumlah neighbor EIGRP yang terhubung langsung
  • Xmit Queue Un/Reliable: Jumlah paket yang tersisa dalam antrian transmisi Unreliable dan Reliable.
  • Mean SRTT: Interval Mean SRTT dalam milidetik.
  • Pacing Time Un/Reliable: digunakan untuk menentika kapan paket EIGRP harus dikirimkan melalui interface.
  • Multicast Flow Timer: Nilai maksimum dalam detik dimana router akan mengirimkan paket EIGRP secara multicast.
  • Pending Routes: Jumlah entri route dalam paket yang menunggu dalam antrian untuk dikirim keluar.

 

sh-ip-eigrp-topology

Perintah lain yang digunakan untuk memverifikasi operasi EIGRP adalah show ip eigrp topology. Misalnya, pada gambar diatas router R1 memiliki ID 192.168.1.101 dan berada pada AS 100. EIGRP ID adalah IP address terbesar dari interface yang aktif pada router.

Seperti yang ditunjukkan pada gambar, output perintah ini me-list network-network yang dikenali oleh router melalui proses routing EIGRP. Kode informasi dalam output dapat dijelaskan seperti berikut:

  • Passive (P): menandakan bahwa network ini available, dan mungkin dapat dimasukkan dalam tabel routing. Status
  • Active (A): menandakan bahwa network saat ini tidak dapat di akses, dan tidak dapat ditaruh dalam tabel routing. Status active berarti terdapat request-request untuk jalur menuju network ini.
  • Update (U): kode ini menandakan bahwa network ini sedang diupdate. Kode ini juga menunjukkan bahwa router sdang menunggu acknowledgemenet dari paket udpate yang dikirimkan.
  •  Query (Q): kode ini menunjukkan bahwa terdapat paket-paket query untuk network ini selain dalam status active. Kode ini juga menunjukkan bahwa router menunggu acknowledgement untuk paket query.
  • Reply (R) status: kode ini menunjukkan bahwa router sedang mengirimkan paket reply untuk network ini dan sedang menunggu acknowledgement dari paket reply tersebut.
  •  Stuck-in-active (SIA) status: kode ini menandakan terdapat problem dalam proses convergence EIGRP untuk network yang bersangkutan.

 

sh-ip-eigrp-traffic

Untuk menampilkan jumlah dari berbagai paket EIGRP yang dikirim dan diterima, gunakan perinta show ip eigrp traffic, seperti pada gambar diatas. Misalnya, dalam network ini, router R1 telah mengirimkan pesan Hello sebanyak 429 dan menerima pesan hello sebanyak 129 paket.

  1. giat
    September 4, 2010 pukul 12:51 pm

    numpang copy paste tutorialnya… keren nie blog

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: