Beranda > @GNS3 Lab, Routing TCP/IP Volume 1 > Konfigurasi RIP: Subnet Tidak Bersebelahan

Konfigurasi RIP: Subnet Tidak Bersebelahan

Pada gambar topologi network dibawah ini, sebuah router (Ernest) telah ditambahkan pada network dengan subnet 10.33.32.0 pada interface e0/1-nya. Permasalahannya adalah subnet lain dari 10.0.0.0, yakni 10.33.0.0/20 telah terhubung pada Barney, dan satu-satunya jalur/route yang ada diantara kedua subnet tersebut adalah 192.168.83.0 dan 192.168.12.0, 2 network yang sangat berbeda. Hasilnya, network major 10.0.0.0 tidak bersebelahan.

pertama

Barney akan menganggap dirinya sebagai border router antara major network 10.0.0.0 dan network 192.168.83.0; begitu juga, Ernest akan menganggap dirinya sebagai border router antara 10.0.0.0 dan 192.168.12.0. Keduanya kemudian akan mengadvertise route summary 10.0.0.0, dan hasilnya Andy akan beranggapan bahwa dia memiliki 2 jalur dengan cost setara untuk menuju network yang sama (10.0.0.0). Andy akan melakukan load sharing pada kedua link yang terhubung ke Barney dan Ernest, dan sekarang ada kemungkinan 50-50 paket-paket yang menuju network 10.0.0.0 akan mencapai subnet yang tepat.

Solusinya adalah dengan cara mengkonfigurasi subnet-subnet dari 10.0.0.0 pada data link yang memisahkan mereka, 192.168.83.0/24 dan 192.168.12.192/27. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan konfigurasi ip address sekunder seperti yang dicontohkan dibawah ini.

Barney#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Barney(config)#int e0/0
Barney(config-if)#ip addr 10.33.55.1 255.255.240.0 secondary
Barney(config-if)#^Z
Barney#

Andy juga akan ditambahkan konfigurasi dengan ip address sekunder, dan network baru akan ditambahkan di bawah proses RIP.

Andy#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Andy(config)#int e0/1
Andy(config-if)#ip addr 10.33.55.2 255.255.240.0 sec
Andy(config-if)#int e0/2
Andy(config-if)#ip addr 10.33.75.1 255.255.240.0 sec
Andy(config-if)#router rip
Andy(config-router)#network 10.0.0.0
Andy(config-router)#^Z
Andy#

Konfigurasi ip address sekunder pada Ernest:

Ernest#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Ernest(config)#int e0/0
Ernest(config-if)#ip addr 10.33.75.2 255.255.240.0 sec
Ernest(config-if)#^Z
Ernest#

Karena sebelumnya Andy tidak memiliki interface yang terhubung pada network 10.0.0.0, maka statement network harus ditambahkan dibawah proses RIP. Hasilnya dari konfigurasi diatas ditunjukkan pada gambar berikut ini. Struktur logik network akan tetap sama, tetapi network 10.0.0.0 kini menjadi bersebelahan (contigues).

kedua

Perhatikan bahwa, proses routing pada router menunjukkan bahwa subnet 168.12.192/27 dan 10.33.64.0/20 berada pada data link yang terpisah, walaupun sebenarnya mereka pada interface fisik yang sama.

Ernest#sh ip route
192.168.12.0/27 is subnetted, 3 subnets
R       192.168.12.64 [120/1] via 192.168.12.195, 00:00:10, Ethernet0/0
R       192.168.12.0 [120/1] via 10.33.75.1, 00:00:10, Ethernet0/0
C       192.168.12.192 is directly connected, Ethernet0/0
R    172.17.0.0/16 [120/1] via 192.168.12.195, 00:00:10, Ethernet0/0
[120/1] via 10.33.75.1, 00:00:10, Ethernet0/0
R    192.168.200.0/24 [120/2] via 192.168.12.195, 00:00:10, Ethernet0/0
[120/2] via 10.33.75.1, 00:00:10, Ethernet0/0
R    192.168.83.0/24 [120/1] via 192.168.12.195, 00:00:10, Ethernet0/0
[120/1] via 10.33.75.1, 00:00:10, Ethernet0/0
10.0.0.0/20 is subnetted, 5 subnets
R       10.0.0.0 [120/1] via 192.168.12.195, 00:00:10, Ethernet0/0
C       10.33.32.0 is directly connected, Loopback1
R       10.33.48.0 [120/1] via 10.33.75.1, 00:00:11, Ethernet0/0
R       10.33.0.0 [120/2] via 10.33.75.1, 00:00:11, Ethernet0/0
C       10.33.64.0 is directly connected, Ethernet0/0
Ernest#

Karena proses routing menganggap address sekunder sebagai data link yang terpisah, maka ketika merencanakan konsep seperti ini diperlukan perhatian yang lebih. Update RIP yang terpisah akan di broadcast pada setiap subnet; jika paket update besar dan bandwidth pada link fisik terbatas (seperti pada link serial), maka multiple update dapat menyebabkan kepadatan traffik.

  1. asteriax
    Desember 21, 2010 pukul 10:02 am

    Wah..banyak bgt materi tentang network.. Yg saya baca dari blog mas akhmad aja sudah sebanyak ini, belum lg dr buku dan sumber2 lain..
    mas konfigurasi di atas itu RIP versi 1 ya?? jd sebenernya protocol routing apa saja yg support dan tidak support subnet discontiguous??

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: