Beranda > @GNS3 Lab, Routing TCP/IP Volume 1 > Troubleshoot Routing Statik: Melacak Route Gagal

Troubleshoot Routing Statik: Melacak Route Gagal

Ketika melakukan troubleshooting (mencari titik problem dalam network), langkah pertama haruslah selalu memeriksa tabel routing. Apa yang router ketahui? Berapa lama informasi tersebut berada dalam tabel routing? Apakah router mengetahui bagaimana cara mencapai tempat tujuan? Apakah informasi yang berada dalam tabel routing akurat? Mengetahui cara untuk melacak (trace) sebuah route merupakan hal yang sangat penting dalam troubleshooting sebuah network.

Topologi dan Konfigurasi Awal

troub1topology

Pooh#conf t
Pooh(config)#ip route 10.0.0.0 255.0.0.0 192.168.1.34
Pooh(config)#ip route 10.4.7.25 255.255.255.255 192.168.1.66
Pooh(config)#ip route 192.168.1.192 255.255.255.224 192.168.1.66
Pooh(config)#^Z
Pooh#
Tigger#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Tigger(config)#ip route 10.1.0.0 255.255.0.0 192.168.1.194
Tigger(config)#ip route 10.4.7.0 255.255.255.0 10.4.6.2
Tigger(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.224 192.168.1.65
Tigger(config)#^Z
Tigger#
Eeyore#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Eeyore(config)#ip route 10.1.0.0 255.255.0.0 10.4.6.1
Eeyore(config)#ip route 192.0.0.0 255.0.0.0 10.4.6.1
Eeyore(config)#^Z
Eeyore#
Piglet#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Piglet(config)#ip route 10.4.0.0 255.255.0.0 192.168.1.193
Piglet(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.1.193
Piglet(config)#^Z
Piglet#s

Gambar diatas adalah topologi sebuah network berikut konfigurasi-konfigurasi routing statik dibawahnya. Terdapat sebuah masalah yang ditemukan dalam network. Mesin-mesin yang berada pada subnet 192.168.1.0/27 yang terhubung pada interface FastEthernet Pooh dapat berkomunikasi dengan mesin-mesin pada subnet 10.1.0.0/16 dengan baik. Tetapi, ketika ping ke network 10.1.0.0/16 dikirimkan dari Pooh itu sendiri malah terjadi kegagalan. Kelihatan aneh. Jika sebuah paket yang di forwardkan oleh Pooh dapat menjangkau tujuannya, kenapa paket yang dihasilkan oleh router Pooh itu sendiri mengalami kegagalan?

root@teddy:~# ping 10.1.5.1
PING 10.1.5.1 (10.1.5.1) 56(84) bytes of data.
64 bytes from 10.1.5.1: icmp_seq=1 ttl=253 time=47.9 ms
64 bytes from 10.1.5.1: icmp_seq=2 ttl=253 time=19.2 ms
64 bytes from 10.1.5.1: icmp_seq=3 ttl=253 time=34.0 ms
Pooh#ping 10.1.5.1
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 10.1.5.1, timeout is 2 seconds:
…..
Success rate is 0 percent (0/5)

TroubleShoot

Untuk mengatasi hal ini kita harus melacak jalur yang ditempuh paket ping. Pertama, tabel routing Pooh dibawah harus diperiksa terlebih dahulu. Address tujuan (destination) sesuai dengan entri route 10.0.0.0/8 yang berdasarkan pada tabel routing dapat dicapai melalui address next-hop 192.168.1.34 (Eeyore).

Pooh#sh ip route
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
S       10.0.0.0/8 [1/0] via 192.168.1.34
S       10.4.7.25/32 [1/0] via 192.168.1.66
192.168.1.0/27 is subnetted, 4 subnets
C       192.168.1.64 is directly connected, Serial1/0
C       192.168.1.32 is directly connected, Serial1/1
C       192.168.1.0 is directly connected, FastEthernet0/0
S       192.168.1.192 [1/0] via 192.168.1.66
Pooh#

Kemudian kita periksa isi tabel routing dari router Eeyore. Address destination 10.1.5.1 sesuai dengan entri route 10.1.0.0/16 dengan address next-hop 10.4.6.1 (Tigger).

Eeyore#sh ip route
Gateway of last resort is not set
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 3 subnets, 2 masks
C       10.4.6.0/24 is directly connected, Serial1/1
C       10.4.7.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
S       10.1.0.0/16 [1/0] via 10.4.6.1
192.168.1.0/27 is subnetted, 1 subnets
C       192.168.1.32 is directly connected, Serial1/0
S    192.0.0.0/8 [1/0] via 10.4.6.1

Contoh dibawah ini menunjukkan tabel routing Tigger. Address destination bersesuaian dengan 10.1.0.0/16 dan akan diforward ke 192.168.1.194 (Piglet)

Tigger#sh ip route
Gateway of last resort is not set
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 3 subnets, 2 masks
C       10.4.6.0/24 is directly connected, Serial1/1
S       10.4.7.0/24 [1/0] via 10.4.6.2
S       10.1.0.0/16 [1/0] via 192.168.1.194
192.168.1.0/27 is subnetted, 3 subnets
C       192.168.1.64 is directly connected, Serial1/0
S       192.168.1.0 [1/0] via 192.168.1.65
C       192.168.1.192 is directly connected, Ethernet2/0
Tigger#

Tabel routing Piglet dibawah ini menunjukkan bahwa network target 10.1.0.0 adalah salah satu network yang terhubung langsung (directly connected) dengan router. Dengan kata lain, paket telah tiba pada mesin tujuan. Address target 10.1.5.1 adalah interface Piglet itu sendiri. Karena jalur yang ditempuh sampai pada destination berjalan dengan sempurna, kini kita dapat mengasumsikan bahwa paket echo ICMP dari Pooh telah sampai pada mesin tujuan (destination).

Piglet#sh ip route
Gateway of last resort is not set
10.0.0.0/16 is subnetted, 2 subnets
C       10.1.0.0 is directly connected, FastEthernet0/0
S       10.4.0.0 [1/0] via 192.168.1.193
192.168.1.0/24 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
S       192.168.1.0/24 [1/0] via 192.168.1.193
C       192.168.1.192/27 is directly connected, Ethernet1/0

Langkah berikutnya adalah melacak jalur dari ICMP respon, paket echo reply. Untuk melacak jalur yang ditempuh paket ini kita harus mengetahui address source dari paket echo. Address ini akan menjadi address destination dari paket echo reply. Address source sebuah paket yang dikirimkan oleh sebuah router adalah address dari interface dimana paket tersebut pertama ditransmisikan. Dalam contoh kali ini, Pooh mula-mula mem-forward paket menuju Eeyore (192.168.1.34). Dari gambar topologi diatas menunjukkan bahwa address source dari paket adalah 192.168.1.33.  Jadi, address ini adalah address destination dimana Piglet akan mengirimkan paket echo reply-nya.

Berdasarkan tabel routing dari Piglet diatas, 192.168.1.33 akan sesuai dengan entri route 192.168.1.0/24 dan akan di forwardkan ke 192.168.1.193 yang merupakan interface Tigger. Pada pemeriksaan tabel routing Tigger mula-mula kita lihat terdapat entri untuk 192.168.1.0.

Tetapi jika kita lebih teliti, ternyata heading untuk 192.168.1.0 ini berbeda. Heading dalam tabel routing menunjukkan bahwa Tigger mengetahui 3 subnet untuk 192.168.1.0 dan semua menggunakan mask /23 alias 255.255.255.224. Mask ini akan diterapkan pada address destination 192.168.1.33 untuk mendapatkan network destination 192.168.1.32/27. Tabel routing memiliki entri untuk 192.168.1.64/27, 192.168.1.0/27, dan 192.168.1.192/27. Tetapi tidak ada entri untuk network 192.168.1.32/27, jadi router tidak mengetahui bagaimana caranya untuk mencapai network ini.

Dengan begitu paket ICMP echo reply akan di drop oleh router Tigger. Salah satu solusinya adalah dengan membuat sebuah entri routing statik baru untuk network 192.168.1.32 dengan mask 255.255.255.224 dan menunjuk pada address next-hop 192.168.1.65 atau 10.4.6.2. Solusi lainnya adalah dengan mengganti mask dari entri yang sudah ada untuk network 192.168.1.0 dari 255.255.255.224 menjadi 255.255.255.0

Pelajaran yang didapat dari contoh kali ini adalah, ketika kita melacak sebuah route, kita harus mempertimbangkan proses komunikasi secara komplit.

Kita tidak hanya harus mem-verifikasi jalur yang ditempuh ke destination, tapi juga jalur yang ditempuh saat kembali ke source.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: