Beranda > @GNS3 Lab, Routing TCP/IP Volume 1 > Konfigurasi Routing Statik: Load Sharing

Konfigurasi Routing Statik: Load Sharing

Masalah yang terdapat pada konfigurasi yang digunakan sebelumnya (floating statik route) adalah pada keadaan normal, link kedua (backup) tidak pernah digunakan. Bandwidth yang tersedia pada link jadi mubadzir. Load sharing memungkinkan router-router untuk mengambil keuntungan dengan adanya banyak jalur pada satu destination dengan cara mengirimkan paket melalui semua route yang available.

Load sharing dapat berupa equal cost atau unequal cost, dimana cost disini berarti metric yang berhubungan dengan route:

  • Equal-cost load sharing mendistribusikan traffik dengan beban yang sama pada setiap jalur yang memiliki metric yang setara. Load sharing seperti ini dapat disebut juga sebagai load balancing.
  • Unequal-cost load sharing mendistribusikan paket-paket diantara jalur-jalur tersedia yang memiliki metric-metric berbeda. Traffik didistribukan berbanding terbalik dengan cost (metric) route. Jalur dengan cost yang lebih rendah mendapatkan traffik yang lebih tinggi, dan sebaliknya.

Beberapa protokol routing mendukung kedua load sharing baik equal-cost ataupun unequal-cost, tapi ada juga beberapa protokol routing yang lain yang hanya dapat mendukung equal cost. Routing statik yang tidak memiliki metrik hanya dapat mendukung equal-cost load sharing.

Berikut contoh konfigurasi load sharing menggunakan routing statik pada Piglet dan Rabbit.

Piglet#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Piglet(config)#ip route 10.1.30.0 255.255.255.0 10.1.10.2
Piglet(config)#ip route 10.1.30.0 255.255.255.0 10.1.20.2
Piglet(config)#ip route 10.4.0.0 255.255.0.0 192.168.1.193
Piglet(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.1.193
Piglet(config)#^Z
Piglet#
Rabbit#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Rabbit(config)#ip route 10.1.5.0 255.255.255.0 10.1.10.1
Rabbit(config)#ip route 10.1.5.0 255.255.255.0 10.1.20.1
Rabbit(config)#ip route 10.4.0.0 255.255.0.0 10.1.10.1
Rabbit(config)#ip route 10.4.0.0 255.255.0.0 10.1.20.1
Rabbit(config)#ip route 192.168.0.0 255.255.0.0 10.1.10.1
Rabbit(config)#ip route 192.168.0.0 255.255.0.0 10.1.20.1
Rabbit(config)#^Z
Rabbit#

Entri-entri ini juga digunakan pada sesi sebelumnya pada floating statik route, tetapi kini kedua link menggunakan administrative distance 1. Tabel routing Rabbit berikut menunjukkan 2 route untuk setiap tujuan.

Rabbit#sh ip route
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masks
C       10.1.10.0/24 is directly connected, Serial1/1
S       10.4.0.0/16 [1/0] via 10.1.20.1
[1/0] via 10.1.10.1
S       10.1.5.0/24 [1/0] via 10.1.20.1
[1/0] via 10.1.10.1
C       10.1.30.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
C       10.1.20.0/24 is directly connected, Serial1/0
S    192.168.0.0/16 [1/0] via 10.1.20.1
[1/0] via 10.1.10.1
Rabbit#

IPv6 bekerja dengan cara yang sama seperti IPv4.

  1. Belum ada komentar.
  1. April 13, 2009 pukul 10:30 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: