Beranda > @GNS3 Lab, Routing TCP/IP Volume 1 > Konfigurasi Routing Statik: floating statik route

Konfigurasi Routing Statik: floating statik route

Floating statik route hanya berada pada tabel routing dalam keadaan tertentu saja. Dalam kondisi normal floating statik route kurang disukai.

Gambar dibawah adalah topologi dari routing statik IPv4 yang sebelumnya, tapi telah ditambahkan sebuah router Rabbit yang terhubung pada router Piglet dengan 2 koneksi serial yang parallel. Link kedua digunakan sebagai redundansi: jika link pertama 10.1.10.0/24 gagal, floating statik route akan mengalihkan traffik pada link kedua 10.1.20.0.

floattopology

Perubahan lainnya adalah mask pada interface FastEthernet Piglet kini di ubah dari 10.1.5.1/16 menjadi 10.1.5.1/24. Perubahan ini memungkinkan satu entri tunggal pada router Tigger berikut

Tigger#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Tigger(config)#ip route 10.1.0.0 255.255.0.0 192.168.1.194
Tigger(config)#^Z
Tigger#

Agar tidak hanya menunjuk pada 10.1.5.0 tapi juga pada semua subnet baru yang akan dipakai oleh router baru.

Untuk membuat floating statik route berikut adalah 2 contoh yang menunjukkan entri route untuk Piglet dan Rabbit secara berurutan:

Piglet#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Piglet(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.1.193
Piglet(config)#ip route 10.4.0.0 255.255.0.0 192.168.1.193
Piglet(config)#ip route 10.1.30.0 255.255.255.0 10.1.10.2
Piglet(config)#ip route 10.1.30.0 255.255.255.0 10.1.20.2 50
Piglet(config)#^Z
Piglet#
Rabbit#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Rabbit(config)#ip route 10.4.0.0 255.255.0.0 10.1.10.1
Rabbit(config)#ip route 10.4.0.0 255.255.0.0 10.1.20.1 50
Rabbit(config)#ip route 10.1.5.0 255.255.255.0 10.1.10.1
Rabbit(config)#ip route 10.1.5.0 255.255.255.0 10.1.20.1 50
Rabbit(config)#ip route 192.168.0.0 255.255.0.0 10.1.10.1
Rabbit(config)#ip route 192.168.0.0 255.255.0.0 10.1.20.1 50
Rabbit(config)#^Z
Rabbit#

Ada 2 entri pada Piglet yang terhubung dengan Rabbit untuk menuju network 10.1.30.0; yang satu untuk address next-hop dari interface serial1/1 Rabbit, dan yang lain untuk address next-hop dari interface serial1/0 Rabbit. Rabbit memiliki 2 route yang mirip untuk setiap entrinya.

Perhatikan bahwa semua routing statik menggunakan 10.1.20.0 diikuti oleh angka 50. Angka ini menentukan administrative distance yang menunjukkan ukuran prioritas; jika ada 2 duplikat jalur untuk route yang sama, maka router akan memilih route dengan administrative distance yang lebih rendah. Awalnya hal ini berlaku seperti layaknya sebuah metric; tetapi, sebuah metrik menentukan prioritas sebuah route, sedangkan administrative distance menentukan prioritas bagaimana sebuah route ditemukan.

Misalnya, untuk routing statik IPv4 yang menunjuk pada ddress next-hop dengan administrative distance 1, dan routing statik yang menunjuk pada outgoing interface dengan administrative distance 0. Jika ada 2 routing statik yang menunjuk pada destination yang sama, tapi yang satu menunjuk pada address next-hop dan yang satu menunjuk pada outgoing interface, maka yang akan dipilih adalah yang memiliki administrative distance yang lebih kecil.

Dengan meningkatkan nilai administrative distance dalam routing statik subnet 10.1.20.0 menjadi 50, maka route ini akan menjadi pilihan kedua setelah route yang melalui subnet 10.1.10.0. Contoh dibawah menunjukkan 3 periode tabel routing pada Rabbit. Pada periode pertama, semua route menuju network-network yang tidak terhubung menggunakan address next-hop 10.1.10.1. Nilai dalam kurung siku yang bersesuaian dalam setiap entri route mengindikasikan nilai adminsitrative distance 1 dan metric 0. (routing statik tidak memiliki metric).

pertama

Rabbit#sh ip route
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masks
C       10.1.10.0/24 is directly connected, Serial1/1
S       10.4.0.0/16 [1/0] via 10.1.10.1
S       10.1.5.0/24 [1/0] via 10.1.10.1
C       10.1.30.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
C       10.1.20.0/24 is directly connected, Serial1/0
S    192.168.0.0/16 [1/0] via 10.1.10.1

kedua

Rabbit#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Rabbit(config)#int s1/1
Rabbit(config-if)#shut
Rabbit(config-if)#
*Mar  1 00:47:21.503: %LINK-5-CHANGED: Interface Serial1/1, changed state to administratively down
*Mar  1 00:47:22.503: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial1/1, changed state to down
Rabbit(config-if)#^Z
Rabbit#
Rabbit#sh ip route
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 4 subnets, 2 masks
S       10.4.0.0/16 [50/0] via 10.1.20.1
S       10.1.5.0/24 [50/0] via 10.1.20.1
C       10.1.30.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
C       10.1.20.0/24 is directly connected, Serial1/0
S    192.168.0.0/16 [50/0] via 10.1.20.1

ketiga

Rabbit#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Rabbit(config)#int s1/1
Rabbit(config-if)#no shut
Rabbit(config-if)#^Z
Rabbit#
*Mar  1 00:49:28.035: %LINK-3-UPDOWN: Interface Serial1/1, changed state to up
*Mar  1 00:49:29.035: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial1/1, changed state to up
Rabbit#sh ip route
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masks
C       10.1.10.0/24 is directly connected, Serial1/1
S       10.4.0.0/16 [1/0] via 10.1.10.1
S       10.1.5.0/24 [1/0] via 10.1.10.1
C       10.1.30.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
C       10.1.20.0/24 is directly connected, Serial1/0
S    192.168.0.0/16 [1/0] via 10.1.10.1

Selanjutnya, pesan yang tertangkap menunjukkan status link utama yang terhubung pada Serial1/1 berubah menjadi “down“, yang mengindikasikan terjadi failure pada link. Pada iterasi kedua tabel routing menunjukkan bahwa semua route ke network yang tidak terhubung kini menunjuk pada address next-hop 10.1.20.1. Karena link utama tidak lagi available, router memindah traffik ke link backup yang memiliki adminisrative distance 50. Karena subnet 10.1.10.0 gagal, kini tidak lagi berada pada tabel routing sebagai network yang terhubung.

Sebelum iterasi ketiga pada tabel routing, pesan yang tertangkap mengindikasikan link primer status berubah kembali menjadi up. Tabel routing kemudian menunjukkan bahwa subnet 10.1.10.0 kini berada pada tabel kembali, dan router menggunakan address next-hop 10.1.10.1 lagi.

  1. Belum ada komentar.
  1. April 10, 2009 pukul 3:52 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: