Beranda > @GNS3 Lab, Routing TCP/IP Volume 1 > Konfigurasi Routing Statik: Route Alternatif

Konfigurasi Routing Statik: Route Alternatif

Berikut adalah gambar topologi pada Routing IPv4 yang sudah ditambahkan sebuah link baru antara Pooh dan Eeyore. Semua paket dari Pooh ke network 10.0.0.0 akan dilewatkan melalui link baru ini kecuali paket yang ditujukan untuk host Deddy (10.4.7.25); ada kebijakan yang menentukan bahwa traffik yang menuju Deddy harus dilewatkan melalui Router Tigger.

1topology

Berikut adalah konfigurasi statik routing yang baru pada router Pooh

Pooh#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Pooh(config)#ip route 192.168.1.192 255.255.255.224 192.168.1.66
Pooh(config)#ip route 10.0.0.0 255.0.0.0 192.168.1.34
Pooh(config)#ip route 10.4.7.25 255.255.255.255 192.168.1.66
Pooh(config)#^Z
Pooh#

Dua entri route pertama sama seperti sebelumnya hanya saja entri kedua kini mengarah pada interface baru 192.168.1.34 milik Eeyore. Entri ketiga adalah host route, yang menunjuk pada host Deddy 10.4.7.25 dan dibuat dengan mengeset semua bit mask menjadi 1 (255.255.255.255). perhatikan tidak seperti entri untuk subnet 10.0.0.0, host route ini mengarah pada interface Tigger 192.168.1.66.

Kita dapat menggunakan fungsi debugging debug ip packet pada Pooh untuk mengamati jalur paket yang lewat pada router dengan entri route yang baru ini. Sebuah paket dikirimkan dari host Teddy (192.168.1.15) ke host Deddy (10.4.7.25). debug pertama menangkap pesan yang menunjukkan bahwa paket diarahkan dari interface FastEthernet0/0 kepada next-hop router 192.168.1.66 (Tigger) keluar melalui interface serial1/0, dan paket reply diterima dari serial1/0 dan diarahkan pada host Teddy 192.168.1.15 keluar melalui FastEthernet0/0

Pooh#
*Mar  1 00:00:48.019: IP: s=192.168.1.15 (FastEthernet0/0), d=10.4.7.25 (Serial1/0), g=192.168.1.66, len 84, forward
*Mar  1 00:00:49.039: IP: s=10.4.7.25 (Serial1/0), d=192.168.1.15 (FastEthernet0/0), g=192.168.1.15, len 84, forward
Pooh#
*Mar  1 00:03:47.403: IP: s=192.168.1.15 (FastEthernet0/0), d=10.4.7.1 (Serial1/1), g=192.168.1.34, len 84, forward
*Mar  1 00:03:47.483: IP: s=10.4.7.1 (Serial1/0), d=192.168.1.15 (FastEthernet0/0), g=192.168.1.15, len 84, forward

Pada Debug kedua, Paket dikirimkan dari host Teddy (192.168.1.15) menuju 10.4.7.1 (Eeyore). Paket yang ditujukan untuk subnet 10.0.0.0 selain dari host Deddy (10.4.7.25) harus dilewatkan melalui link baru melalui interface 192.168.1.34. Pesan ketiga debug memverifikasi hal ini. Akan tetapi, pesan keempat menunjukkan sesuatu yang perlu diperhatikan. Respon dari 10.4.7.1 pada host Teddy (192.168.1.15) tiba pada interface serial1/0 Pooh dari Tigger. Respon tersebut tidak mengambil jalur yang sama seperti saat paket dikirimkan.

Perlu diingat bahwa entri route pada router-router lain belum berubah dari konfigurasi sebelumnya. Hal ini mengilustrasikan beberapa ciri routing statik sebagai berikut:

  • Pertama, jika topologi network berubah, router-router yang harus mengetahui perubahan ini harus dikonfigurasi ulang.
  • Kedua, routing statik dapat digunakan untuk membuat perilaku routing yang sangat spesifik. Pada contoh kali ini, mungkin diperlukan agar traffik mengambil satu jalur pada satu arah dan jalur lain pada arah sebaliknya.

Observasi terakhir pada contoh kali ini adalah bahwa paket yang diarahkan dari Pooh menuju subnet 10.1.5.0 mengambil route yang kurang optimal, dari Pooh-Eeyore-Tigger bukannya dari Pooh-Tigger.

root@teddy:~# traceroute -n 10.1.5.1
traceroute to 10.1.5.1 (10.1.5.1), 30 hops max, 38 byte packets
1  192.168.1.1  2.166 ms  35.887 ms  5.513 ms
192.168.1.34 46.185 ms  12.906 ms  13.004 ms
10.4.6.1 13.941 ms  43.798 ms  43.434 ms
192.168.1.194 49.457 ms *  51.154 ms
root@teddy:~#

Contoh berikut menunjukkan konfigurasi routing statik yang lebih optimal untuk Router Pooh

Pooh#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Pooh(config)#ip route 192.168.1.192 ?
Pooh(config)#ip route 192.168.1.192 255.255.255.224 192.168.1.66
Pooh(config)#ip route 10.0.0.0 255.0.0.0 192.168.1.34
Pooh(config)#ip route 10.1.0.0 255.255.0.0 192.168.1.66
Pooh(config)#ip route 10.4.7.25 255.255.255.255 192.168.1.66
Pooh(config)#^Z
Pooh#

Dengan konfigurasi baru ini, maka paket untuk subnet 10.1.0.0 akan mengambil ruote yang lebih optimal yakni Pooh-Tigger.

root@teddy:~# traceroute -n 10.1.5.1
traceroute to 10.1.5.1 (10.1.5.1), 30 hops max, 38 byte packets
1  192.168.1.1  25.544 ms  3.438 ms  2.172 ms
192.168.1.66 46.053 ms  15.709 ms  8.393 ms
192.168.1.194 25.372 ms *  19.715 ms
root@teddy:~#
  1. Belum ada komentar.
  1. April 10, 2009 pukul 2:26 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: