Beranda > @GNS3 Lab, Routing First Step > RIPv2 -part2-

RIPv2 -part2-

Bahasan kali ini merupakan kelanjutan dari topik Sebelumnya, menggunakan topologi yang sama dan konfigurasinya merupakan kelanjutan dari konfigurasi topik tersebut😀

Route Summarization

Salah satu fitur yang harus dipertimbangkan dalam sistem scalable adalah kemampuan untuk mengakumulasi atau meringkas informasi routing. RIPv2 memiliki kemampuan untuk meringkas prefix IP. Router A meng-advertise 2 prefix kepada Router B : 172.16.0.0/24 dan 172.16.1.0/24. Kedua prefix ini dapat diringkas menjadi 172.16.0.0/23. Dengan begitu, Router B hanya akan memiliki satu prefix dari RIP dalam tabel routing. Summarization pada RIP dapat dikonfigurasi seperti berikut :

A#
A#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
A(config)#int s1/0
A(config-if)#ip summary-address rip 172.16.0.0 255.255.254.0
A(config-if)#^Z
A#

Hasilnya pada router B

B#sh ip route
172.16.0.0/16 is variably subnetted, 4 subnets, 4 masks
C 172.16.4.0/30 is directly connected, Serial1/0
R 172.16.0.0/23 [120/1] via 172.16.4.1, 00:00:16, Serial1/0
C 172.16.2.0/27 is directly connected, Ethernet2/0
C 172.16.3.0/25 is directly connected, Ethernet2/1
B#

Summarization pada RIPv2 memungkinkan untuk membangun network scalable dengan menggunakan layer core, distribution, dan access.

1-routesummarize

Tanpa summarization, setiap router pada setiap layer akan memiliki 24 prefix dari RIP pada tabel routing bersama dengan prefix yang diberikan pada link yang menghubungkan router. Dengan summarization, router-router D,E,F,dan G layer access meng-advertise hanya satu prefix summary saja pada layer distribusi. Router B dan C pada layer distribusi hanya meng-advertise satu prefix summary saja pada layer core. Router A pada layer core kini hanya punya 2 prefix summary dari RIP pada tabel routingnya.

Route Summarization dapat dianggap sebagai cara untuk menyembunyikan detail informasi karena layer core dan layer distribusi tidak melihat setiap spesifik prefix network yang ada. Router-Router layer access hanya melihat spesifik network yang terhubung langsung. Semua prefix yang ada pada tabel routing pada layer access adalah prefix summary.

Keuntungan lain dari summarization adalah perubahan-perubahan pada layer access tidak terlihat oleh layer core. Jika salah satu network spesifik pada layer access down dan tidak dapat di akses, maka update routing tidak harus dikirimkan pada layer distribusi. Selama salah satu dari prefix dalam summary masih available, update tidak akan di advertise. Summary hanya akan dihapus jika semua network spesifik yang berada dalam summary menjadi tidak available lagi. Hal ini berarti perubahan pada layer access tidak akan terlihat oleh layer-layer diatasnya.

Dengan RIPv1, prefix-prefix yang tidak berada pada nomor major network yang sama dengan interface yang digunakan untuk meng-advertise update routing akan otomatis diringkas ke batas classful. Hal ini disebut autosummarization.

Pada gambar berikut, dari topologi diatas, 2 network ditambahkan pada Router A.

newtopology

Interface serial berada pada nomor major network 172.16.0.0, sehingga prefix 156.26.0.0 akan diringkas menjadi batas classful seperti yang ditunjukkan oleh tabel routing pada Router B berikut ini.

B#sh ip route
R 156.26.0.0/16 [120/1] via 172.16.4.1, 00:00:01, Serial1/0
172.16.0.0/16 is variably subnetted, 4 subnets, 4 masks
C 172.16.4.0/30 is directly connected, Serial1/0
R 172.16.0.0/23 [120/1] via 172.16.4.1, 00:00:01, Serial1/0
C 172.16.2.0/27 is directly connected, Ethernet2/0
C 172.16.3.0/25 is directly connected, Ethernet2/1
B#

Autosummarization dapat didisable pada RIPv2, seperti berikut

A#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
A(config)#router rip
A(config-router)#version 2
A(config-router)#pass
A(config-router)#passive-interface e2/0
A(config-router)#passive-interface e2/1
A(config-router)#passive-interface e2/2
A(config-router)#passive-interface e2/3
A(config-router)#network 156.26.0.0
A(config-router)#network 172.16.0.0
A(config-router)#no auto-sum
A(config-router)#no auto-summary
A(config-router)#^Z
A#

Kedua route 156.26.0.0 diadvertise dengan mask 24-bit, bukan 16-bit, seperti terlihat pada tabel routing Router B berikut

B#sh ip route
156.26.0.0/24 is subnetted, 2 subnets
R 156.26.2.0 [120/1] via 172.16.4.1, 00:00:27, Serial1/0
R 156.26.3.0 [120/1] via 172.16.4.1, 00:00:27, Serial1/0
172.16.0.0/16 is variably subnetted, 4 subnets, 4 masks
C 172.16.4.0/30 is directly connected, Serial1/0
R 172.16.0.0/23 [120/1] via 172.16.4.1, 00:00:27, Serial1/0
C 172.16.2.0/27 is directly connected, Ethernet2/0
C 172.16.3.0/25 is directly connected, Ethernet2/1
B#

Router B kini mengetahui bahwa ia dapat mencapai 2 subnet spesifik dari 156.26.0.0/16, bukan keseluruhan address kelas B. Route 156.26.0.0/24 juga dapat diringkas pada Router A.

Terakhir, pada gambar dibawah ini, seseorang mengkonfigurasi network 193.14.7.0/24 pada Router access D.

2-routesummarize

Router Access F meng-advertise summary yang menyertakan network 193.14.7.0/24. Apakah network ini dapat dicapai? Table routing pada router Core memiliki prefix sebagai berikut

  • 193.14.0.0/20
  • 193.14.7.0/24

Paket yang ditujukan untuk network 192.14.0.0 melalui 192.14.6.0 atau network 192.14.8.0 melalui 193.14.15.0 akan sesuai dengan prefix pada tabel routing. Paket yang ditujukan untuk 193.14.7.0 akan sesuai dengan entri kedua dalam tabel routing berdasarkan pada kecocokan yang paling panjang. Karena itu, routing tetap bekerja normal selama Router D meng-advertise prefix yang lebih spesifik.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: