Beranda > Routing TCP/IP Volume 1 > IPv6 Packet Header Format

IPv6 Packet Header Format

1-ipv6packetheader

Version, seperti pada header IPv4, field 4-bit yang menunjukkan versi IP. Disini, tentu saja di set 0110 untuk menunjukkan versi 6.

Traffic Class berupa field 8-bit yang berkorespondensi dengan field ToS 8-bit pada IPv4. Tetapi dengan evolusi field ToS setelah beberapa tahun, kini keduanya digunakan untuk Differentiated Class of Service (DiffServ). Jadi, meskipun ada korespondensi field ini dengan field ToS yang lama, tetapi penamaannnya lebih mencerminkan penggunaan nilai yang dibawa disini.

Flow Label adalah field unik yang hanya dimiliki oleh IPv6. Tujuan dari field 20-bit ini adalah untuk memungkinkan pelabelan pada aliran traffik tertentu; yaitu, paket-paket yang tidak hanya dihasilkan oleh source yang sama dan menuju ke tujuan yang sama, tetapi paket-paket yang berasosiasi dengan aplikasi yang sama pada source dan destination. Ada beberapa manfaat membeda-bedakan aliran data, mulai dari menyediakan sekat-sekat yang membedakan penanganan servis kelas sampai memastikan bahwa jika pada saat traffik load balancing terdapat lebih dari satu jalur, maka paket-paket dengan label yang sama akan diforwardkan melalui jalur yang sama untuk mencegah adanya pengurutan kembali paket-paket yang datang. Flows (atau lebih tepatnya, microflows) biasanya diidentifikasi dengan kombinasi address source dan destination (tujuan) plus port source dan destination.

Akan tetapi untuk mengetahui port source dan destination, sebuah router harus melihat lebih jauh kedalam IP header dan header pada TCP atau UDP (transport layer), hal ini menambah kompleksitas proses forwarding dan mempengaruhi kinerja router. Mencari header transport layer dalam paket IPv6  bisa jadi persoalan karena adanya extension header. Sebuah router IPv6 harus mengikuti langkah-langkah melewati banyak extension header untuk dapat menemukan header transport-layer.

Dengan menandai field Flow Label sesuai dengan waktu sebuah paket dibangkitkan, router dapat mengenali sebuah aliran data hanya dengan melihat paket header saja, tidak lebih. Penggunaan field ini masih diperdebatkan, dan router untuk saat ini mengabaikan field ini. Meski demikian field ini menjanjikan fitur QoS (Quality of Service) yang lebih baik.

Payload Length menentukan panjang payload (isi data) yang dienkapsulasi didalam paket dalam satuan byte. Ingat bahwa, header IPv4 dapat bervariasi panjangnya karena adanya field Options dan Padding. Karena itu, untuk menemukan Payload Length dalam IPv4, nilai dari Total Length harus dikurangi nilai Header Length. Sebaliknya, pada header paket IPv6 selalu fix sebesar 40 bytes, dan karena itu field Payload Length sudah cukup untuk menentukan awal dan akhir sebuah payload (data).

Perhatikan juga bahwa field Total Length IPv4 sebesar 16-bit, sedangkan field Payload Length IPv6 sebesar 20-bit. Yang perlu ditekankan disini adalah karena payload yang jauh lebih panjang (1,048,575 bytes, versus 65,535 dalam IPv4) dapat ditentukan dalam field ini, maka paket IPv6 itu sendiri secara teori mampu mengangkut payload yang jauh lebih besar.

Next Header menentukan header apa yang ada setelah header paket IPv6. Sangat mirip dengan field Protocol dalam header IPv4, yang juga digunakan dengan tujuan yang sama saat next header adalah header protokol bagian atas. Seperti halnya field IPv4, field ini juga 8-bit. Tetapi pada IPv6, header yang setelah paket header bisa saja bukan merupakan header dari protokol bagian atas, tetapi merupakan extension header. Jadi nama field Next Header digunakan untuk mencerminkan jangkauan tanggung jawab yang lebih luas.

Hop Limit berkorespondensi persis dengan field Time to Live IPv4 baik dalam panjang (8-bit) maupun fungsinya. Seperti sudah disebutkan dalam postingan sebelumnya, bahwa tujuan utama dari field TTL adalah bahwa nilai field ini akan dikurangi dengan jumlah detik sebuah paket mengantri dalam sebuah router pada saat forwarding, tetapi fungsi ini tidak pernah diimplementasikan. Malah, router mengurangi nilai TTL sebesar 1 satuan tidak peduli berapa lama paket tersebut berada dalam antrian (pada network modern saat ini, biasanya paket tidak lebih dari 1 detik berada pada router) karena itu, TTL selalu menjadi ukuran maksimal hop-hop router yang dilewati sebuah paket sebelum mencapai tujuan. Jika TTL mencapai nilai 0, maka paket akan diabaikan. Hop Limit digunakan dengan tujuan yang sama, hanya penamaannya lebih sesuai untuk fungsi tersebut.

Address Source dan Destination, sama seperti Source dan Destination address pada IPv4, hanya pada IPv6 field ini sebesar 128-bit.

Yang tidak ada pada header IPv6 adalah field checksum. Meningkatnya kehandalan medium wireless dan fakta bahwa protokol-protokol bagian atas biasanya memiliki mekanisme error-checking dan recovery sendiri, mungkin menjadi alasan utama checksum pada IPv6 dihilangkan.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: