Beranda > Routing TCP/IP Volume 1 > IPv6 Extension Header

IPv6 Extension Header

Meskipun field Address Source dan Destination pada IPv6 masing-masing 4 kali lebih panjang, header IPv6 itu sendiri tidak lebih besardaripada header IPv4: 40 bytes untuk IPv6 dan 20 bytes untuk IPv4. Jika menggunakan field Options, meski jarang, header IPv4 bisa saja jadi lebih besar daripada IPv6.

Yang juga perlu diperhatikan adalah penambahan field Options dihilangkan pada header IPv6. Jadi dengan panjang yang tetap dan penghilangan field-field yang membawa informasi yang tidak dibutuhkan, header IPv6 jadi lebih ringkas dan efisien.

Tetapi, bagaimana jika kita ingin memanfaatkan fitur-fitur Optional IP, seperti misalnya fragmentation atau authentication? Saat fungsi tambahan pada IPv6 digunakan, maka extension header yang sesuai akan ditambahkan setelah header paket. Misalnya, jika option source routing, fragmentation, dan authentication akan dipakai, maka tiga extension header yang telah diformat untuk membawa informasi setiap fungsi-fungsi tersebut akan ditambahkan seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah. Karena header-header ini, efisiensi ditambahkan pada paket IPv6 dengan cara :

  • Paket hanya membawa informasi yang dibutuhkan oleh masing-masing paket. Tidak ada field-field tidak berguna yang akan dibawa.
  • Fungsi tambahan baru akan ditambahkan pada paket IPv6 dengan mendefinisikan extension header baru.

Extension header memungkinkan paket IPv6 untuk membawa semua informasi yang dibutuhkan oleh paket, tetapi hanya paket yang dibutuhkan saja yang akan dibawa.

next-header

Setiap extension header, seperti halnya header IPv6, juga memiliki field Next Header. Jadi setiap header akan menunjukkan header apa yang ada setelahnya. Tabel berikut menunjukkan definisi extension header dan nilai dari next header masing-masing. Jadi, untuk contoh pada gambar dibawah, nilai Next Header dari header IPv6 menunjukkan bahwa next header-nya adalah extension header Routing (43), field next header pada header routing menunjukkan extension header Fragmentation, dan seterusnya. Extension header yang terakhir, AH, mengindikasikan bahwa next header-nya adalah header TCP.

Header Next Header Value
Hop-By-Hop Options 0
Routing 43
Fragment 44
Encapsulating Security Payload (ESP) 50
Authentication Header (AH) 51
Destination Options 60
TCP/IP Protocols Protocol number value defined for that protocol (such as TCP = 6, UDP = 17, OSPF = 89, and so on)
No Next Header 59

next-next-headerFormat setiap extension header dideskripsikan dalam RFC 1883. Definisi singkat setiap extension header seperti berikut :

  • Hop-By-Hop Options membawa informasi yang harus diperiksa oleh setiap node (router) sepanjang jalur forwarding, seperti Router Alert dan option Jumbo Payload.
  • Routing menyediakan fungsi source routing dengan me list setiap node yang harus dilewati oleh sebuah paket untuk mencapai tujuan.
  • Fragment digunakan ketika paket difragmentasi untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh node penerima untuk menyusun paket kembali. Perbedaan signifikan antara IPv4 dan IPv6 adalah hanya node yang membangkitkan paket yang dapat mem-fragmentasi paket; router-router IPv6 tidak dapat mem-fragmentasi paket. Jaid node yang membangkitkan paket harus menggunakan Path MTU Discoverty (PMD) untuk mencari nilai MTU terendah sepanjang jalur mencapai tujuan, atau dengan cara tidak pernah membuat paket yang lebih besar dari 1280 byte. IPv6 menentukan semua link yang enjalankan IPv6 harus dapat mendukung ukuran paket minimal 1280 byte.
  • Encapsulating Security Payload (ESP) digunakan jika payload (data) di enkripsi.
  • Authentication Header (AH) digunakan jika paket harus diautentikasi antara source dan destination.
  • Destination Options membawa informasi yang harus hanya oleh node tujuan atau oleh node-node yang terdaftar pada header Routing.

RFC 1883 juga menentukan urutan extension header. Peraturan yang tidak dapat diubah adalah header options Hop-By-Hop harus berada setelah header IPv6 supaya dapat segera ditemukan dengan mudah oleh node transit yang harus memeriksanya. Urutan extension header yang direkomendasikan sebagai berikut :

  1. IPv6 Header
  2. Hop-By-Hop Options
  3. Destination Options (only if intermediate routers specified in the Routing header must examine this header)
  4. Routing
  5. Fragment
  6. Authentication
  7. Encapsulating Security Payload
  8. Destination Options (if only the final destination must examine this header)
  9. Upper-Layer Header
  1. Belum ada komentar.
  1. April 4, 2009 pukul 6:52 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: