Beranda > Routing TCP/IP Volume 1 > IPv6 Address

IPv6 Address

IPv6 addresses berbeda dari IPv4 addresses dalam banyak segi tak hanya sekedar panjangnya yang berkali-kali lipat dari IPv4. Cara penulisannya juga dengan format yang jauh berbeda.

Penulisan Address

Address IPv6 sebesar 128-bit dituliskan dengan membagi-bagi menjadi 8 buat segment masing-masing 16-bit. Setiap segment dituliskan dalam format hexadecimal antara 0x0000 dan 0xFFFF, dan dipisahkan oleh colon (:). Contoh penulisan address IPv6 sebagai berikut

3ffe:1944:0100:000a:0000:00bc:2500:0d0b

Menghapalkan beberapa jenis addres seperti diatas sangat menyusahkan dan tidak praktis, penulisannya juga menyulitkan. Untungnya, ada dua aturan yang setidaknya mengurangi ukuran penulisan address IPv6. Aturan pertama adalah :

Angka-angka nol pada awal-awal setiap segment 16-bit tidak perlu dituliskan; jika setiap segment 16-bit memiliki digit yang lebih kecil dari empat hexadecimal, maka diasumsikan angka-angka yang hilang adalah angka nol pada awal segment.


Pada address contoh diatas, segment ke-tiga,empat,lima,enam,dan delapan memiliki beberapa angka nol diawal-awalnya. Dengan aturan diatas penulisannya menjadi sebagai berikut

3ffe:1944:100:a:0:bc:2500:d0b

Perhatikan bahwa hanya angka nol yang diawal yang dapat dihilangkan; angka nol pada bagian belakang tidak dapat dihilangkan..

Perhatikan juga bahwa segment kelima pada contoh diatas berupa angka nol semua, dan dengan aturan pertama kini dituliskan dalam bentuk angka nol tunggal. Banyak address IPv6 yang memiliki deretan angka nol didalamnya. Misalnya:

ff02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0005

address ini dapat diminimalkan menjadi :

ff02:0:0:0:0:0:0:5

Tetapi, dengan menggunakan aturan kedua address tersebut dapat diminimalisir lebih jauh, aturan kedua berupa :

Pada satu deretan dari satu atau lebih segment 16-bit yang berisi angka nol semua dapat dituliskan menjadi kolon ganda ( :: )

Dengan aturan ini address contoh barusan dapat dituliskan menjadi :

ff02::5

Dengan begini jelas menambah kemudahan penulisan. Tapi perlu diperhatikan bahwa aturan mengatakan hanya satu deretan angka-angka nol yang dapat dituliskan menjadi kolon ganda. Penulisan kolon ganda lebih dari satu kali dapat menimbulkan kerancuan. Misalnya :

2001:0d02:0000:0000:0014:0000:0000:0095

Dapat dituliskan menjadi salah satu penulisan berikut :

2001:d02::14:0:0:95
2001:d02:0:0:14::95

Tapi peminimalan berikut tidak sah karena kolon ganda digunakan lebih dari satu kali :

2001:d02::14::95

Tidak seperti IPv4, yang didalamnya prefix porsi network dapat dituliskan dalam format dotted-decimal atau address mask hexadecimal atau format bitcount, prefix IPv6  selalu dituliskan dalam format bitcount. Yaitu, address kemudian diikut forward slash dan angka desimal yang menunjukkan berapa banyak bit pertama yang dipakai sebagai bit prefix. Contoh :

3ffe:1944:100:a::bc:2500:d0b/64

Saat menuliskan hanya prefix IPv6 (alamat networknya saja), semua host bit di set 0 seperti pada IPv4. Contoh :

3ffe:1944:100:a::/64

Address IPv6 yang terdiri dari angka nol semua dapat dituliskan hanya dengan kolon ganda. Ada dua kondisi dimana address berisi angka nol semua digunakan. Pertama address default, yang akan dibahas lebih lanjut pada postingan mendatang dikategori yang sama:

::/0

Kedua adalah address IPv6 yang berupa address tidak spesifik, yang digunakan untuk prosedur Neighbor Discovery Protocol dibahas pada postingan mendatang dalam waktu dekat😀 . Address jenis ini menunjukkan ketidakhadiran address IPv6 yang sebenarnya. Penulisannya agak berbeda dengan address default dalam hal panjang prefix :

::/128

Tipe-Tipe Address IPv6

Ada 3 tipe address IPv6 sebagai berikut :

  • Unicast
  • Anycast
  • Multicast

Tidak seperti IPv4, pada IPv6 tidak ada broadcast address. Yang ada, adalah address multicast dengan anggota semua node. Konsep dan tujuannya sama.

Global Unicast Addresses

Address Unicast adalah address yang menunjukkan identitas satu perangkat tunggal. Sebuah global unicast address adalah address unicast yang unik secara global. Format umum dari address unicast IPv6 dapat dilihat pada gambar dibawah.

ipv6unicastformat

Porsi host pada address ini disebut Interface ID. Alasannya karena sebuah host dapat memiliki IPv6 pada lebih dari satu interface, jadi peng-address-an seperti ini lebih tepat untuk menunjukkan interface pada sebuah host daripada host itu sendiri. Tapi sejauh ini, satu interface tunggal dapat memiliki address IPv6 lebih dari satu, dan juga dapat memiliki address IPv4 bersamaan.

Mungkin perbedaan paling mencolok antara address IPv6 dan IPv4, selain dari panjangnya, adalah lokasi dari subnet ID yang mana pada IPv6 merupakan bagian dari porsi network, bukan bagian dari porsi host. Pada address IPv4, porsi subnet diambil dari porsi host pada address. Hasilnya, porsi host pada IPv4 bervariasi tidak hanya kelasnya, tapi juga jumlah bit-bit yang digunakan untuk subnet ID.

Keuntungan langsung dengan membuat subnet ID pada IPv6 sebagai bagian dari porsi network adalah ukuran interface ID dapat menjadi konsisten untuk semua address IPv6, mempermudah penguraian address. Dan juga, membuat Subnet ID sebagai bagian dari porsi network membentuk fungsi pemisahan yang jelas: Porsi network menunjukkan lokasi data-link network dan porsi host menunjukkan identitas perangkat pada data-link.

Interface ID dari address global IPv6 adalah sepanjang 64 bit. Dan Subnet ID sepanjang 16 bit. Subnet ID 16-bit menyajikan 65,536 subnet terpisah; nampak seperti berlebihan menggunakan ukuran subnet ID seperti ini, tapi jika dibandingkan dengan total persediaan address IPv6, juga adanya kemudahan pemberian address, desain, manajemen, dan penguraian yang dapat diperoleh dengan penggunaan ukuran seperti ini, maka hal itu dapat dimaklumi.

standardfieldsizeipv6

Mengidentifikasi tipe address IPv6

Beberapa bit pertama dari address dapat menentukan tipe suatu address. Misalnya, 3-bit pertama dari semua global unicast addresses saat ini adalah 001.

Berikut adalah tipe-tipe address IPv6 berdasarkan bit-bit pertama.
Address Type High-Order Bits (binary) High-Order Bits (Hex)
Unspecified 00…0 ::/128
Loopback 00…1 ::1/128
Multicast 11111111 FF00::/8
Link-Local Unicast 1111111010 FF80::/10
Site-Local Unicast (Deprecated) 1111111011 FFC0::/10
Global Unicast (Currently allocated) 001 2xxx::/4 or 3xxx::/4
Reserved (alokasi global untuk masa datang) Everything else

Local Unicast Addresses

Ketika kita bicara mengenai global unicast addresses, yang kita maksudkan adalah address dengan cakupan global. Dengan kata lain, address tersebut unik secara global dan karena itu dapat di advertise secara global tanpa modifikasi.

IPv6 juga memiliki link-local unicast address, yakni sebuah address yang cakupannya terbatas pada satu data link. Keunikannya hanya terdapat pada satu link, dan address yang sama bisa saja ada pada link yang lain, karena itu address ini tidak di advertise keluar link. Seperti yang dapat kita lihat pada tabel diatas, 10 bit pertama dari link-local unicast address selalu 1111111010 (FF80::/10).

Pada mulanya IPv6 menggambarkan address Site-Local Unicast sebagai tambahan terhadap address link-local. Address site-local hanya unik pada lokasi tertentu; mesin-mesin pada lokasi lain dapat menggunakan address yang sama. Karena itu site-local address hanya dapat di advertise didalam lokasi tersebut. Site-local IPv6 addresses kemudian berfungsi sama seperti private IPv4.

Anycast Addresses

Anycast address lebih menggambarkan sebuah servis dari pada sebuah mesin, dan address yang sama dapat berada pada beberapa perangkat yang menyediakan servis yang sama. Pada gambar dibawah, ada 3 server yang menawarkan beberapa servis, semua mengadvertisekan servis pada address 3ffe:205:1100::15. Router, yang menerima advertise address ini, tidak tahu bahwa address tersebut di advertise oleh 3 mesin yang berbeda; malah, router mengasumsikan terdapat 3 rute untuk mencapai tujuan yang sama dan memilih rute dengan ongkos terendah

anycastaddress

Manfaat anycast addresses adalah router selalu tahu letak server dengan rute/jalur terdekat atau jalur dengan ongkos terkecil. Jadi, server-server yang menyediakan layanan yang sama tersebut dapat tersebar pada network yang luas dan traffik dapat di lokalisir ke server terdekat, membuat traffik network jadi lebih efisien. Dan jika salah satu server ada yang mati, maka router akan memilih server lainnya yang lebih dekat. Dari sudut pandang router, ini hanyalah masalah memilih rute terbaik ke tujuan yang sama.

Anycast addresses digambarkan hanya sebagai fungsi layanannya saja, bukan formatnya, dan secara teori dapat berupa unicast address apa saja. Namun, ada format yang dikhususkan buat anycast addresses yang dideskripsikan dalam RFC 2526.

Multicast Addresses

Multicast address menunjukkan tidak hanya satu perangkat tetapi sekumpulan dari beberapa perangkat sebagai multicast group. Sebuah paket yang dikirimkan ke multicast group biasanya dikirim oleh satu mesin tunggal; karena itu normalnya paket multicast memiliki unicast address sebagai source address (sumber) dan multicast address sebagai destination address (tujuan). Multicast address tidak pernah terdapat pada address sumber dari sebuah paket.

Anggota-anggota multicast group dapat terdiri dari satu mesin tunggal, atau bahkan semua mesin dalam satu network.

Multicasting merupakan hal yang penting pada operasi dasar IPv6, khususnya pada beberapa fitur-fitur plug-and-play nya, seperti router discovery dan address autoconfiguration. Fungsi-fungsi ini adalah bagian dari fitur Neighbor Discovery Protocol, akan dibahas pada postingan mendatang.

Format IPv6 multicast address ditunjukkan pada gambar dibawah ini

multicast-format

Tabel yang berisi cakupan Multicast address.

Scope Field Value Scope
0x0 Reserved
0x1 Node-Local
0x2 Link-Local
0x5 Site-Local
0x8 Organization Local
0xE Global
0xF Reserved

Beberapa contoh well-known IPv6 multicast addresses.

Address Multicast Group
FF02::1 All Nodes
FF02::2 All Routers
FF02::5 OSPFv3 Routers
FF02::6 OSPFv3 Designated Routers
FF02::9 RIPng Routers
FF02::A EIGRP Routers
FF02::B Mobile Agents
FF02::C DHCP Servers/Relay Agents
FF02::D All PIM Routers
  1. November 19, 2009 pukul 8:45 am

    Mantabs mas,, tapi masih ga mudeng,,,
    ga bisa dibaca sekali nich,, harus berulang2.. intinya jangan dihapal ???
    tp dimengerti sistem penulisannya IPV6

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: