Beranda > TCP-IP 24 Hours > Dial-Up TCP/IP

Dial-Up TCP/IP

Metode paling popular untuk melakukan koneksi ke internet adalah dengan koneksi dial-up melalui sambungan telepon, orang menyebutnya POTS (plain old telephone service). Networking dial-up kini tidak se-dominan beberapa tahun lalu karena hadirnya beberapa teknologi baru, tapi koneksi dial-up masih sering digunakan terutama oleh orang-orang dalam perjalanan, atau mungkin seorang hikikomori😀 .

Modems

Akses telephon kini merupakan fitur yang wajib ada di setiap rumah. Akses dial-up juga merupakan pilihan bagi jaringan kantor dimana layanan dial-up dapat menawarkan akses Internet murah atau menyediakan sambungan buat pekerja yang dalam perjalanan atau berkantor dirumah. Biasanya sambungan internet ini bisa didapatkan menggunakan alat yang bernama modem.

Modem menyediakan akses internet melalui sambungan telepon. Merupakan kepanjangan dari MOdulate/DEModulate. Para enginer menciptakan modem karena dunia industri melihat keuntungan yang besar dengan menyediakan cara agar komputer kantor/rumah dapat mengakses Internet menggunakan medium transmisi yang paling banyak diakses: sambungan telepon. Setidak-tidaknya, bahkan sistem telepon digital tidak di desain untuk dapat mendukung protokol jaringan seperti TCP/IP. Manfaat modem adalah untuk men-transform protokol transmisi digital dari komputer menjadi sinyal analog yang dapat ditransfer melalui sistem telepon dan men-transform sinyal analog yang datang dari sambungan telepon menjadi sinyal digital yang bisa dibaca oleh komputer penerima.

Point-to-Point Connections

Pada bahasan Network Access Layer, LAN seperti ethernet dan token ring menggunakan strategi akses yang rumit (CSMA/CD dan CSMA/CA) agar media jaringan dapat dipakai bersama. Namun kali ini, 2 komputer pada kedua ujung sambungan telepon tidak perlu berebut untuk menggunakan medium transmisi dengan komputer-kokmputer lain, sambungan telepon tersebut hanya dipakai bersama oleh kedua komputer. Koneksi seperti ini disebut koneksi point-to-point.

p2p

Koneksi point-to-point lebih sederhana dari pada koneksi berbasis LAN karena tidak perlu menyediakan metode untuk multiple komputer agar medium transmisi jaringan dapat dipakai bersama. Namun disisi lain, koneksi via sambungan telepon memiliki beberapa keterbatasan. Yang terbesar adalah transmission rate via sambungan telepon jauh lebih lambat daripada jaringan LAN seperti ethernet.

Koneksi dial-up  dapat dilakukan dimana saja. Protokol dial-up harus menangani hardware dan software dari mesin komunikasi dengan jangkauan yang lebih luas dan bervariasi.

Protokol-Protokol Modem

dial-up-connection

Protokol-protokol modem bekerja secara langsung dengan TCP/IP dan menjadi bagian yang terintegrasi dari protocol stack. 2 protokol modem TCP/IP paling masyhur adalah :

  • Serial Line Internet Protocol (SLIP): Sebuah protokol modem berbasis TCP/IP yang lebih awal dibuat, SLIP sederhana dan memiliki beberapa keterbatasan
  • Point-to-Point Protocol (PPP): Protokol modem yang saat ini paling populer untuk koneksi modem, PPP dibuat sebagai perbaikan dari SLIP. PPP menawarkan banyak fitur penting yang tidak terdapat pada pendahulunya SLIP.

PPP menggantikan SLIP sebagai pilihan metode untuk dial-up koneksi internet.

Serial Line Internet Protocol (SLIP)

SLIP merupakan usaha pertama untuk mengintegrasikan protokol modem dengan TCP/IP. SLIP diawali dengan UNET TCP/IP dari 3COM, yang di kemudian hari di implementasikan dalam Barkeley Unix System, dan sejak itu mulai banyak digunakan, dalam dunia Unix dan PC compatible lainnya.

Apa yang SLIP Kerjakan

Tujuan SLIP adalah mentransmisikan IP datagram melalui sambungan modem. SLIP tidak menyediakan physical addressing ataupun error control dan bergantung penuh pada protokol layer yang lebih atas untuk fungsi error-control. SLIP hanya mengirimkan data dan mengirimkan sinyal untuk menandakan berakhirnya pengiriman data.

Format data SLIP bisa dilihat pada gambar dibawah.

slip

Tidak seperti PPP, SLIP  tidak memungkinkan komputer untuk melakukan setting konfigurasi koneksi secara dinamis. Karena itu, konfigurasi SLIP tidak selalu kompatible.

Karakteristik

RFC 1055 mengidentifikasikan beberapa karakteristik dan kerugian SLIP sebagai berikut :

  • Addressing: kedua komputer harus mengetahui IP address masing-masing. SLIP tidak mendukung pemberian IP address secara dinamis. Hal ini membuat SLIP tidak bisa dipakai untuk akun dial-up dengan ISP.
  • Type identification: “SLIP tidak punya fieldType”, Karena SLIP tidak menawarkan metode untuk menentukan tipe protokol, SLIP tidak bisa men-support multiple protokol secara simultan. Tidak seperti PPP, SLIP tidak tidak bisa me-multiplex/demultiplex-kan sistem protokol lain dengan TCP/IP.
  • Error correction/detection: SLIP tidak menyediakan koreksi pada error yang terjadi. Error-checking diserahkan pada layer yang lebih atas.
  • Compression: Karena transmisi via sambungan telepon sangat lambat, bermacam cara digunakan untuk memperkecil jumlah data. SLIP tidak mendukung kompresi.

Point-to-Point Protocol (PPP)

PPP adalah usaha untuk mengatasi kekurangan-kekurangan SLIP .

Bagaimana PPP Bekerja

PPP benar-benar merupakan kumpulan protokol yang saling berinteraksi untuk memberikan dukungan penuh fitur-fitur networking barbasis modem. RFC 1661 memilah komponen-komponen PPP menjadi 3 kategori :

  • Metode untuk enkapsulasi datagram multiprotokol. SLIP dan PPP menerima datagram dan mempersiapkan nya untuk Internet. Tetapi tidak seperti SLIP, PPP harus dipersiapkan untuk menerima datagram dari beberapa sistem protokol.
  • Link Control Protocol (LCP) untuk menjalin, mengkonfigurasi, dan mengetes koneksi.
  • Family of Network Control Protocols (NCPs) mendukung protokol layer atas. PPP dapat menyertakan sublayer-sublayer terpisah yang menyediakan interface tersendiri untuk TCP/IP dan alternatif lain seperti IPX/SPX.

PPP Data

Tujuan utama PPP (juga SLIP) adalah mem-forward datagram. Tantangan PPP adalah ia harus bisa memforward lebih dari satu tipe datagram. Dengan kata lain, datagram bisa berupa IP datagram, atau juga datagram dari network layer OSI.

PPP juga harus bisa mem-forward data dengan menyertakan informasi-informasi yang berhubungan dengan protokolnya: protokol yang menjalin dan memanage koneksi modem. Mesin-mesin yang berkomunikasi saling bertukar beberapa tipe message dan request melalui koneksi PPP.  Komputer-komputer yang menjalin komunikasi harus bertukar paket-paket LCP, yang digunakan untuk menjalin, memanage, dan memutus koneksi; paket-paket authentication, yang digunakan untuk mendukung protokol autentikasi PPP; dan paket-paket NCP, yang menjadi interface antara PPP dengan bermacam sistem protocol. Data LCP yang dipertukarkan pada awal koneksi digunakan untuk mengkonfigurasi koneksi dengan beberapa parameter koneksi yang umum digunakan oleh semua protokol. Protokol NCP kemudian mengkonfigurasi parameter yang spesifik sesuai dengan protocol system yang didukung oleh koneksi PPP.

Format data frame PPP ditunjukkan pada gambar dibawah memiliki field-field sebagai berikut:

  • Protocol: 1-2 byte, menyediakan nomor identifikasi untuk tipe protokol yang dilampirkan. Tipe yang memungkinkan antara lain paket LCP,NCP,IP, OSI network layer.
  • Data terlampir/Enclosed data (0 atau lebih bytes).
  • Padding (optional dengan panjang bervariasi ): byte-byte tambahan seperti yang diperlukan oleh protokol yang di desain dalam field protocol. Setiap protokol bertanggung jawab untuk menentukan bagaimana membedakan padding dari data terlampir.

ppp-dataformat1

Koneksi PPP

Siklus hidup dari koneksi PPP adalah sebagai berikut:

  1. Koneksi terjalin dengan menggunakan proses negosiasi LCP.
  2. Jika proses negosiasi pada langkah 1 menentukan pilihan konfigurasi untuk authentication, maka komputer-komputer yang saling berkomunikasi harus memasuki fase authentikasi.
  3. PPP menggunakan paket NCP untuk menentukan informasi konfigurasi yang spesifik untuk setiap sistem protokol yang didukung (TCP/IP or IPX/SPX).
  4. PPP mentransmit datagram yang kemudian diterima oleh protokol pada layer atas. Jika negosiasi pada langkah 1 menyertakan pilihan konfigurasi untuk monitoring kualitas link, maka protokol akan men-transmit informasi monitoring. NCP mungkin mentransmit informasi spesifik mengenai protokol.
  5. PPP menutup jalinan koneksi melalui pertukarang paket terminasi LCP.

Link Control Protocol (LCP)

Sedikit banyak kekuatan dan fitur-fitur pendukung pada PPP berasal dari fungsi LCP yang menjalin, memanage, dan memutuskan koneksi. RFC 1661 mengidentifikasi 3 tipe paket LCP:

  • Link configuration packets
  • Link termination packets
  • Link maintenance packets

Gambar dibawah menunjukkan format paket LCP.

lcp-format

Kode tipe paket LCP :

Code

Description

1 Configure-Request
2 Configure-AcK
3 Configure-NaK
4 Configure-Reject
5 Terminate-Request
6 Terminate-AcK
7 Code-Reject
8 Protocol-Reject
9 Echo-Request
10 Echo-Reply
11 Discard-Request
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: