Beranda > TCP-IP 24 Hours > Subnetting

Subnetting

Subnetting adalah proses memecah belah block IP address kelas A,B,atau C menjadi beberapa bagian block kecil. Kali ini kita akan mengulas tentang subnetting dan keuntungannya.

Subnets dalam TCP/IP

Pengelompokan kelas-kelas address seperti disebutkan dalam bahasan sebelumnya mengenai Internet Layer, memungkinkan setiap mesin untuk mengidentifikasi network ID dari sebuah IP address dan mengirimkan datagram ke network yang benar. Namun, mengidentifikasi segment network sebagai kelas A,B,atau C melalui network ID memiliki kekurangan-kekurangan. Yang paling utama adalah pengelompokan tersebut tidak mengenali pembagian logik yang lebih kecil lagi semisal subnetwork.

Gambar dibawah menunjukkan suatu network kelas A.Seperti disebutkan pada bahasan sebelumnya, datagram tiba secara efisien pada gateway dan menyerahkan datagram pada network 99.0.0.0, sebuah block network yang berisi 16 juta IP address komputer. Lalu bagaimana gateway menyerahkan datagram pada 1 host tujuan yang berada diantara jutaan host?

million-host

Agar pengiriman data pada network yang besar menjadi lebih efisien, block address yang jutaan tersebut bisa dipecah-pecah kembali menjadi segment-segment network yang lebih kecil.

efficiently1

TCP/IP menyediakan pengelompokan logik sekunder setelah network ID yang disebut subnet. Subnet adalah pemecahan block address suatu network secara logik. Router dapat mengirimkan datagram pada sebuah subnet didalam sebuah network dan setelah datagram mencapai subnet yang dituju, ARP akan memetakan IP address tujuan menjadi physical address mesin tujuan.

TCP/IP menyediakan metode untuk meminjam beberapa bit dari host ID untuk digunakan sebagai subnet ID. Sebuah parameter yang disebut subnet mask menggambarkan berapa banyak bit address yang harus digunakan untuk subnet ID dan berapa banyak untuk host ID.

Seperti halnya IP address, subnet mask merupakan angka biner sebesar 32-bit. Bit-bit subnet mask disusun sedemikian rupa sehingga dapat mengungkapkan subnet ID dari IP address yang bersangkutan.

ipaddress-subnetmask

Subnet mask menggunakan biner 1 untuk setiap bit dalam IP address yang termasuk bagian dari network ID dan subnet ID. Untuk bagian host ID menggunakan biner 0.

4-subnet-vs-non

Tabel routing yang digunakan oleh router dan mesin komputer yang lain pada network yang disubnet menyertakan informasi subnet mask yang sesuai dengan setiap IP address.

5-subnetted-network

Mengkonversi subnet mask ke format dotted decimal

Dalam subnet mask, semua bit-bit bernilai 1 berada pada bagian kiri dan semua bit bernilai 0 berada dibagian kanan. Setiap satu octet yang semua bit-nya bernilai 1 setara dengan desimal bernilai 255. Dan satu octet yang semua bit-nya bernilai 0 setara dengan desimal 0. Karenanya subnet mask berikut

11111111111111111111111100000000

Dapat digambarkan dalam format dotted decimal sebagai 255.255.255.0. dan subnet mask berikut

11111111111111110000000000000000

Dapat digambarkan dalam format dotted decimal sebagai 255.255.0.0.

Untuk mengkonversi angka biner subnet mask menjadi bentuk dotted decimal, lakukan langkah-langkah berikut :

  1. Pecah-pecahlah bit-bit subnet mask menjadi bentuk 4 buat octet (8-bit):11111111.11111111.11110000.00000000
  2. Tuliskan desimal 255 intuk setiap octet yang semua bit-nya bernilai 1, tuliskan angka 0 untuk setiap octet yang semua bit-nya bernilai 0.
  3. Konversikan octet yang bit-bitnya campuran 0 dan 1.
  4. Tulisakan ulang dalam bentuk dotted decimal.255.255.240.0

Pada umumnya, subnet mask dalam format dotted decimal inilah yang dipakai dalam konfigurasi TCP/IP.

Bekerja dengan Subnets

Subnet mask mendefinisikan berapa banyak bit setelah network ID yang dipakai untuk subnet ID. Subnet ID bervariasi panjanganya, tergantung nilai yang dimasukkan kedalam subnet mask.

Assignment subnet ID (termasuk assignment subnet mask) bergantung pada konfigurasi network. Solusi terbaik adalah merancang desain network terlebih dahulu, menentukan jumlah subnet yang akan dibuat dan menentukan jumlah klien setiap subnet, kemudian meng-assign nilai setiap subnet ID. Jika memungkinkan sediakan cadangan untuk tambahan subnet di masa datang.

Contoh sederhana subnetting kelas B berikut ini dimana octet ketiga IP address di pakai untuk subnet ID. Pada gambar dibawah ini, network 129.100.0.0 dipecah-pecah menjadi 4 subnet. Network tersebut menggunakan subnet mask 255.255.255.0, menandakan bahwa network ID dan subnet mask diextent sampai octet ketiga. Karena network tersebut asalnya adalah kelas B, maka 2 octet pertama merupakan network ID. Dari gambar dibawah kita bisa menyimpulkan bahwa subnet A memiliki parameter sebagai berikut :

Network ID :129.100.0.0

Subnet ID:  0.0.128.0

6-subnetted-classb

Contoh lainnya, bayangkan sebuah network kelas C yang harus dipecah menjadi 5 subnet kecil. Berdasarkan aturan pengelompokan kelas, tersedia 8 bit seteelah network ID yang bisa digunakan untuk subnet ID dan host ID dalam network kelas C. kita bisa mendesain subnet mask sebagai berikut

11111111111111111111111111100000

5 bit sisanya akan digunakan sebagai host ID. 3 bit yang diambil dari host ID dipakai sebagai subnet ID, dengan 3 bit berarti tersedia 8 subnet dan masing-masing bisa menampung 30 host.

Untuk menuliskan subnet mask diatas dalam format dotted decimal, lakukan langkah-langkah berikut :

  1. Tambahkan dot (.) untuk memisahkan setiap octet (8-bit)11111111.11111111.11111111.11100000
  2. Konversi masing-masing octet menjadi bentuk desimal, kita dapatkan255.255.255.224

7-subnetted-classc

  1. yogi
    Februari 27, 2010 pukul 1:30 pm

    kalo ingin meng-subnet-kan jaringan dengan jumlah host 28, paling efisien butuh subnetmask brp?

    • Maret 2, 2010 pukul 1:23 am

      /27 alias 255.255.255.224

      cmiiw😀

  2. Muhammad Yully
    Maret 25, 2010 pukul 3:56 pm

    mas minta rincian untuk network ID-subnet ID dan host ID?

  3. Arwanjer Semit
    Januari 2, 2011 pukul 10:15 pm

    terima kasih…
    sangat membantu sekali

  1. Maret 29, 2009 pukul 5:53 am
  2. Maret 30, 2009 pukul 3:07 pm
  3. Maret 31, 2009 pukul 10:12 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: