Beranda > ccna, CCNA Exam > Konsep Wireless LAN

Konsep Wireless LAN

Konsep Wireless LAN

Perbandingan WLAN dan LAN

IEEE mendefinisikan standard untuk keduanya, 802.3 untuk Ethernet LAN dan 802.11 untuk WLAN. Kedua standard tersebut mendefinisikan format frame dengan header dan trailernya, termasuk MAC address nya dengan panjang 6 bytes. Keduanya juga mendefinisikan aturan-aturan kapan komputer bisa mengirimkan frame atau tidak.

sample-wlan

Perbedaan terbesar keduanya adalah bahwa WLAN menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan data, sedangkan Ethernet menggunakan sinyal elektrik dengan media pengantar berupa kabel. Gelombang radio merambat menembus udara, jadi secara teknik tidak dibutuhkan media pengantar fisik. Tapi adanya benda-benda seperti tembok dan benda-benda keras lainnya bisa mengganggu jalannya sinyal gelombang radio.

Beberapa perbedaan lainnya terletak pada efek samping penggunaan wireless sebagai ganti kabel. Misalnya, Ethernet dapat mendukung komunikasi full-duplex (FDX) jika switch dihubungkan pada end-user/komputer tunggal, tidak dihubungkan ke hub, dengan begitu tidak perlu menggunakan CSMA/CD lagi pada link tersebut. Sedangkan pada jaringan wireless, jika satu atau lebih device mengirimkan gelombang radio dalam waktu yang bersamaan dalam frekuensi yang sama, maka sinyal-sinyal tersebut tidak akan dikenali, sehingga mekanisme half-duplex(HDX) harus diterapkan. WLAN menggunakan algoritma carrier sense multiple access with collision avoidance (CSMA/CA) untuk mengurangi terjadinya collission sebanyak mungkin.

Standard-Standard Wireless LAN

IEEE pertama kali mengeluarkan standard untuk WLAN pada tahun 1997 dengan mengesahkan pembuatan 802.11. Standard yang pertama dibuat ini tidak menggunakan huruf akhiran (suffix) tidak seperti saat ini. Seperti halnya standard pada Ethernet 802.3 yang kemudian menjadi 802.3u yang digunakan untuk mendefinisikan FastEthernet.

Standard original 802.11 sudah digantikan dengan beberapa standard yang lebih baik. Berdasarkan urutan pengesahan, standard-standard tersebut diantaranya 802.11b, 802.11a, dan 802.11g.

Beberapa Mode WLAN 802.11

WLAN menggunakan salah satu dari dua mode- mode ad hoc atau mode infrastructure. Dengan mode ad hoc, sebuah perangkat wireless hanya akan berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat lainnya secara langsung, biasanya untuk waktu yang singkat. Dalam hal ini, perangkat-perangkat tersebut saling bertukar frame secara langsung, perhatikan gambar berikut:

adhoc-wlan

Pada mode infrastructure,setiap device/komputer saling berkomunikasi melalui perantara Access Point(AP), dengan AP terhubung ke jaringan Ethernet kabel. Mode infrastructure memungkinkan device-device pada WLAN untuk berkomunikasi dengan server dan internet yang berada pada jaringan kabel, seperti pada gambar pertama diatas.

Mode Infrastructure mendukung 2 tipe layanan, yang disebut service sets.Pertama, disebut Basic Service Set (BSS)  , menggunakan AP tunggal untuk membentuk WLAN, seperti pada gambar pertama diatas. Yang kedua, disebut Extended Service Set (ESS), menggunakan lebih dari satu AP, dan seringnya dengan area-area yang saling overlapping, untuk memungkinkan roaming dalam area yang lebih luas, perhatikan gambar dibawah ini.

ess-wlan

Kita ketahui ESS WLAN memungkinkan untuk roaming, yang berarti user-user bisa berpindah-pindah tempat dalam lingkup area WLAN tanpa harus kehilangan koneksi ke WLAN. Hasilnya, user tidak perlu mengganti IP address nya. Yang perlu dilakukan hanyalah memantau sinyal radio dari AP-nya, jika melemah, maka device harus mencari sinyal AP yang lebih kuat dan menggunakan AP yang baru. Perhatikan perbedaan mode-mode WLAN dalam tabel berikut

4-different-wlan-modes

Transmisi Wireless (Layer 1)

WLAN men-transmit data pada layer 1 dengan mengirim dan menerima gelombang radio. WLAN Network Interface Card (NIC), AP, dan beberapa perangkat WLAN lainnya memanfaatkan sebuah radio dan antenna untuk mengirim dan menerima gelombang radio dan memberikan sedikit perubahan pada gelombang untuk meng-encode data.

Seperti halnya listrik yang merambat melalui kabel tembaga , gelombang radio WLAN mempunyai sinyal-sinyal berulang yang bisa digambarkan dalam bentuk grafik. Dalam grafik, kurva menunjukkan periode, frekuensi dan panjang gelombang. Frekuensi yang diukur dalam hertz (Hz) merupakan bagian terpenting dalam pembahasan tentang WLAN ini.

frekuensiAda beberapa fakta yang perlu kita ketahui berkenaan dengan frekuensi ini.

  • Semakin tinggi frekuensi semakin tinggi data rate yang bisa dicapai.
  • Semakin tinggi frekuensi jarak jangkauan transmisi semakin pendek.
  • Jarak yang lebih pendek dapat diatasi dengan menggunakan antenna dengan kekuatan yang tinggi.
  • Setiap negara memiliki batasan seberapa kuat transmisi radio yang boleh dimiliki oleh unlicensed bands.

Media Access (Layer 2)

Dengan berkomunikasi via wireless, device-device yang terhubung tidak bisa dipisah-pisahkan pada segment yang berbeda untuk menghindari terjadinya collision (seperti yang bisa dilakukan pada Ethernet LAN), karena itu collision akan selalu terjadi, bahkan pada standard WLAN yang paling baru. Singkat cerita, jika 2 atau lebih device melakukan pengiriman pada saat yang bersamaan dan menggunakan rentang frekuensi yang overlapping, maka bisa dipastikan akan terjadi collision, dan tidak satupun sinyal yang dikirimkan bisa dikenali oleh penerima. Jadi, ketika 2 device WLAN mengirim bersamaan dan menimbulkan collision, device pengirim tidak bisa mengetahui secara langsung jika terjadi collision.

Solusinya adalah adalah dengan memanfaatkan algoritma carrier sense multiple access with collision avoidance (CSMA/CA). Bagian collision avoidance -nya meminimalisir  kemungkinan terjadinya collision. Akan tetapi, CSMA/CA tidak bisa mencegah terjadinya collision, jadi, standard WLAN harus menyediakan metode untuk menangani collision yang terjadi. Karena device pengirim tidak bisa mengetahui apakah frame yang dia kirimkan mengalami collision atau tidak, maka standard WLAN mengharuskan adanya ACK (Acknowledgement) untuk setiap frame yang dikirimkan. Jika device tidak menerima ACK setelah pengiriman, maka device pengirim mengasumsikan telah terjadi collision pada frame yang dikirim dan melakukan pengiriman ulang.

Berikut ringkasan beberapa point penting tentang algoritma CSMA/CA :

  • Langkah 1 : Memantau (Listen) untuk memastikan traffik dalam medium (ruang) sedang sepi (tidak ada gelombang radio pada frekuensi yang akan digunakan).
  • Langkah 2 : menge-set waktu tunggu secara random sebelum mengirimkan frame untuk mengurangi kemungkinan proses pengiriman berbarengan dengan device lain.
  • Langkah 3 : setelah waktu tunggu selesai, device melakukan pemantauan (listen) lagi apakah ada traffik pada medium atau tidak. Jika tidak, maka device akan mengirimkan framenya.
  • Langkah 4 : Setelah frame terkirim, device akan menunggu ACK.
  • Langkah 5 : Jika tidak ada ACK yang diterima, maka device akan mengirim ulang frame dengan langkah-langkah seperti diatas.

Membangun WLAN

Meskipun sektor keamanan sangat penting, tapi untuk pemasangan WLAN baru sebaiknya lebih terfokus pada membuat WLAN beroperasi dengan normal terlebih dahulu. Segera setelah salah satu device klien bisa tersambung dengan AP, kita bisa melakukan konfigurasi untuk sekuritinya.

Wireless LAN Implementation Checklist

  • Langkah 1 : Pastikan adanya jaringan kabel yang beroperasi aktif, termasuk layanan DHCP, VLAN, dan koneksi internet.
  • Langkah 2 : Install dan konfigur Access Point (AP) dan verifikasi koneksinya dengan jaringan kabel, termasuk IP address, mask, dan default gateway.
  • Langkah 3 : Konfigur dan verifikasi setting-an wireless dari AP, termasuk Service Set Identifier (SSID), tanpa konfigurasi sekuriti.
  • Langkah 4 : install dan konfigur 1 klient (misal laptop) untuk testing, juga tanpa konfigurasi sekuriti.
  • Langkah 5 : verifikasi WLAN berfungsi dari laptop.
  • Langkah 6 : konfigur sekuriti wireless pada AP dan klient.
  • Langkah 7 : verifikasi ulang apakah WLAN masih beroperasi normal setelah ditambahkan fitur sekuriti.

Langkah 1: Verifikasi Jaringan Kabel

Pertama, biasanya port milik switch yang terhubung dengan Ethernet port milik AP berupa access port, yang berarti port switch tersebut termasuk anggota dari salah satu VLAN tertentu. Juga, dalam desain ESS dengan AP lebih dari satu, semua port switch dimana AP terhubung harus berada pada VLAN yang sama.

deploy wirelessGunakan laptop untuk mengetesnya, jika laptop mendapatkan IP address, mask, dan informasi DHCP lainnya setelah terhubung dengan port yang disediakan untuk AP, berarti AP bisa disambungkan pada port tersebut.

Langkah 2: Install dan konfigur koneksi AP ke Jaringan kabel

Seperti halnya switch ethernet, AP wireless juga beroperasi pada layer 2 dan tidak diharuskan untuk mempunyai IP Address agar bisa menjalankan fungsinya. Namun, pada jaringan Enterprise, akan sangat memudahkan konfigurasi jika AP memiliki IP Address.

AP memanfaatkan kabel straight-through untuk menjalin koneksi dengan switch LAN. Menggunakan  interface Fast Ethernet pada switch LAN akan meningkatkan performasi terutama pada WLAN dengan speed tinggi.

Langkah 3: Konfigur detail WLAN pada AP

Berikut beberapa fitur yang harus dikonfigurasi :

  • Standard IEEE (a, b, g, or multiple)
  • Wireless channel
  • Service Set Identifier (SSID, a 32-character text identifier for the WLAN)
  • Transmit power

SSID adalah karakter ASCII sepanjang 32-character. Saat mendesain WLAN ESS, semua AP harus dikonfigur dengan SSID yang sama sehingga memungkinkan roaming antar AP dalam WLAN yang sama.

Langkah 4: Install dan konfigurasi klient

Gunakan laptop untuk lebih mudahnya.

Langkah 5: Verify That the WLAN Works from the Client

Hal-hal berikut perlu diperhatikan :

  • Apakah AP berada ditengah-tengah klient?
  • Apakah didekat AP atau klient berada terdapat benda-benda metal?
  • Apakah didekat AP atau klient terdapat benda-benda yang bisa mengganggu gelombang, seperti microwave dsb?
  • Apakah jangkauan AP cukup untuk semua klien?

Langkah 6 dan 7 akan dibahas pada postingan berikutnya tentang wireless security😀

Kategori:ccna, CCNA Exam Tag:, , , ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: