Beranda > ccna, CCNA Exam > LAN Basic (Layer 1 & 2)

LAN Basic (Layer 1 & 2)

Kebanyakan orang lebih mudah mengingat layer 1 OSI sebagai layer dimana bit-bit data dilepas kedalam network.

Sejarah membuktikan pada layer 1 (physical layer) Ethernet menjadi standar LAN saat ini, memang ada beberapa standar yang ikut berkompetisi seperti Token Ring, Fiber Distributed Data Interface(FDDI), Asynchronous Transfer Mode(ATM) tapi semuanya tidak bisa mengalahkan keunggulan Ethernet.

Karena banyaknya variasi yang dibutuhkan dalam sebuah jaringan maka diciptakanlah bermacam variasi Ethernet, perbedaan ditekankan pada layer fisik dengan bermacam kecepatan dan tipe pengkabelan, perbedaannya bisa di lihat pada tabel berikut:

tipe-tipe-ethernet1

Ethernet yang sering kita dengar adalah 10-Mbps Ethernet /10BASE-T.

Agar jaringan Ethernet bisa berjalan dengan baik maka :

  • PC yang terhubung ke jaringan harus terinstall kartu jaringan (NIC/Network Interface Card)
  • Menggunakan hub/switch Ethernet.
  • Menggunakan kabel UTP untuk menghubungkan PC dengan hub/switch

Sejarah Ethernet

10BASE2 & 10BASE5

Ini adalah tipe Ethernet yang paling awal dibuat, keduanya hanya berbeda pada tipe pengkabelan saja. Jaringan ethernet ini tidak menggunakan hub,switch ataupun device lainnya, jaringan ini hanya terdiri dari beberapa kartu jaringan dan kabel coaxial. PC terhubung langsung dengan PC lain
10base2

setiap sinyal yang dikirimkan oleh satu komputer akan diterima oleh seluruh komputer yang terhubung, karena itu jika ada 2 komputer atau lebih yang mengirimkan data secara bersamaan akan terjadi collision dan data tidak akan sampai tujuan. Untuk itu Ethernet menggunakan algoritma CSMA/CD untuk mendeteksi adanya collision sehingga memungkinkan pengiriman data berjalan lancar, secara garis besar CSMA/CD bekerja sebagai berikut :

  • komputer yang ingin mengirimkan data harus menunggu sampai trafik jaringan sepi.
  • jika masih terjadi collision maka komputer-komputer yang menyebabkannya harus menunggu dalam waktu yang random dan mencoba lagi kemudian.

Saat ini 10BASE2 & 10BASE5 sudah ditinggalkan (obsolete).

Repeater

Maksimum kabel yang bisa digunakan pada 10BASE5 adalah 500 meter sedangkan 10BASE2 adalah 185 meter, jika melebihi maksimum maka signal yang dikirimkan semakin melemah. Untuk itulah dibuat sebuah repeater, yang berfungsi sebagai device perantara beberapa kabel, sehingga sinyal yang diterima dari satu kabel bisa di generate ke kabel yang lain tanpa mengalami pelemahan signal. Karena repeater hanya berinteraksi dengan sinyal elektrik saja dan tidak bisa mengidentifikasi MAC address (layer 2) maka repeater disebut devise yang beroperasi pada layer 1. (layer 1 device).

Jaringan 10BASE-T dan Hubs

IEEE membuat standar baru selain 10BASE5 dan 10BASE2 yang disebut 10BASE-T pada tahun 1990, 100BASE-TX pada tahun 1995 dan 1000BASE-T pada tahun 1999.  Selain itu dibuat juga hub dan switch untuk mendukung operasi jaringan tersebut.

10BASE-T jauh lebih baik daripada pendahulunya dan memungkinkan untuk menggunakan kabel UTP telpon yang sudah ada, pengkabelan dengan UTP akhirnya menggeser coaxial yang dipakai oleh pendahulunya.

10BASE-T juga disebut Ethernet hubs karena tipe pengkabelannya yang tercentralisasi pada satu titik menggunakan hub.

ethernetbus

Sebenarnya Hub adalah repeater dengan port yang lebih banyak, sehingga bisa menghubungkan komputer lebih banyak. Cara kerja hub persis sama dengan repeater yakni me-regenerate sinyal yang datang pada suatu port untuk dikirim ke port-port yang lain.

Dengan 10BASE-T memanfaatkan fungsi hubs maka availability jaringan Ethernet jadi lebih tingi daripada 10BASE2 ataupun 10BASE5 karena sebuah kabel hanya berpengaruh pada satu komputer, sehingga jika ada satu kabel yang mengalami gangguan hanya akan mempengaruhi komputer yang terhubung dengan kabel tersebut.

Ada beberapa point yang masih diimplementasikan pada jaringan ethernet saat ini

  • LAN Ethernet menggunakan kabel bus elektrik untuk menghubungkan semua device / PC.
  • Ethernet menggunakan algoritma CSMA/CD untuk menghindari terjadinya collision dan menentukan langkah-langkah yang dilakukan jika terjadi collision.
  • Repeaters memperpanjang jangkauan LAN dengan menggenerate ulang sinyal yang dikirim.
  • Hubs adalah repeaters yang memiliki lebih banyak port sehingga bisa dijadikan pusat koneksi kabel.

Switch

Hubs mengirim ulang sinyal ke semua port selain port dimana sinyal diterima, dengan penerapan algoritma CSMA/CD maka semua device yang terhubung harus bergantian untuk bisa mengirimkan sinyal melalui jaringan, yang berarti semua device yang terhubung harus berbagi bandwidth melalui hubs. Hal ini disebut half duplex, yang berarti satu device hanya bisa mengirim atau menerima dalam satu waktu.

Karena semua device yang terhubung dengan melalui satu hub memungkinkan terjadi collission satu sama lain, maka device-device itu disebut berada dalam satu collission domain.

Lain halnya dengan switch, switch mampu menginterpretasikan sinyal-sinyal yang datang dan mengidentifikasi  physical address sumber dan physical address tujuan dari sinyal tersebut (layer 2), karena itu switch hanya perlu mengirim ulang sinyal ke port yang dituju saja, tidak ke semua port, hal ini tentu mengurangi atau bahkan menghilangkan kemungkinan collision. Karena kemampuannya membaca physical address yang berada pada layer 2 itulah  switch disebut device layer 2.

Dengan menggunakan switch, setiap device tidak perlu berbagi bandwidth dengan device lain, switch dengan 24 port 100-Mbps memiliki total bandwidth 2.4 Gbps maximum. Karena kemungkinan collission sudah tidak ada maka dengan mendisable CSMA/CD pada device(komputer) yang terhubung berarti device bisa mengirim sekaligus menerima kapan saja bahkan dalam waktu bersamaan, hal ini dinamakan full duplex.

Ethernet Addressing

LAN (Ethernet) berada pada layer 1 & 2 pada model OSI atau layer 1 pada TCP/IP, pada layer ini, tepatnya layer 2 OSI terdapat addressing untuk mengenali LAN card yang digunakan oleh device-device pada jaringan. Ethernet address sepanjang 6 bytes biasanya dituliskan dalam bentuk hexadecimal. Contoh : 0000.0C12.3456

Unicast Address

Unicast Ethernet Address digunakan untuk mengidentifikasi pengirim(sender) dan penerima(receiver) sebuah frame (data / elektronik bits). Misalkan Ali mengirimkan data pada Umar, maka Ali akan mencantumkan Ethernet Addressnya pada header sebagai source address (sumber) dan mencantumkan Ethernet address umar sebagai destination address (tujuan),  saat Umar menerima frame ini, maka ia tahu bahwa frame ini memiliki ethernet address tujuan yang sama dengan ethernet addressnya, maka ia tahu bahwa frame ini dikirimkan untuknya, lain halnya jika frame lain diterima dan ethernet addressnya tidak sama dengan ethernet address milik Umar, maka frame itu akan diabaikan.

Group address

berbeda dengan unicast, group address digunakan untuk mengidentifikasi sekumpulan LAN card, ada 2 macam :

  • Broadcast address: adalah yang paling sering digunakan, memiliki nilai : FFFF.FFFF.FFFF, yang berarti bahwa semua device yang berada pada satu LAN harus memproses frame ini.
  • Multicast address: memiliki format 0100.5exx .xxxx , dimana x adalah variable, digunakan untuk mendefinisikan sekelompok device pada satu LAN.

Error Detection

Pada physical layer juga terjadi error detection, mendeteksi jika ada frame-frame yang mengalami error atau perubahan saat diperjalanan. Tapi ingat, dilayer fisik ini hanya berfungsi sebagai error detection, bukan error recovery.

  1. Belum ada komentar.
  1. Maret 19, 2009 pukul 8:29 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: