Beranda > bsci > Konsep OSPF -bagian1-

Konsep OSPF -bagian1-

Link-State Routing Protocols

  • Ada dua protokol routing yang termasuk dalam jenis ini:
    • IS – IS
    • OSPF
  • menggunakan 3 macam table :
    • Neighbor Table (seperti yang dipakai dalam Distance Vector)
    • Topology Table, merupakan gambaran menyeluruh dari semua kemungkinan network yyang ada dalam satu area (route-map) juga disertai dengan semua kemungkinan rute untuk mencapai setiap network tersebut.
    • Routing Table, dari topology table, bisa kita ambil rute terbaik untuk menuju setiap network dalam satu area dan mengumpulkannya dalam satu list. List inilah yang disimpan dalam routing table.
  • Menggunakan algoritma Dijkstra’ Shortest Path First (SPF)
  • Mengirimkan update kedalam network hanya jika terjadi perubahan.
  • Mengirimkan update secara periodik (LS Refresh) dalam interval yang lama.

Desain OSPF
ospfdesign

  • Semua area harus terhubung dengan area 0 (backbone area).
  • Semua router dalam satu area memiliki Topology Table yang sama.
  • Tujuan : menjaga agar update yang terjadi hanya dikirim ke router-router yang berada dalam satu area saja dan tidak perlu dikirimkan keluar area (localize).
  • Membutuhkan design yang teliti.
  • ABR (Area Border Router) : adalah router yang terhubung lebih dari 1 area ospf. Dan salah satunya haruslah area 0. Router inilah yang mencegah update dalam satu area tidak dikirim ke area yang lain.
  • ASBR (Autonomous System Boundary Router) : adalah router yang menghubungkan network dalam satu Autonomous system dengan network lain dalam Autonomous System yang lain
  • Dalam desain OSPF, hanya ABR dan ASBR yang bisa melakukan routing summarisasi.

OSPF Neighbor Relationship
Hubungan ketetanggaan hanya bisa terjadi pada router-router yang berada dalam satu area. Berikut langkah-langkah yang dilakukan oleh router untuk menjalin neighbor relationship dengan router lain.

  1. Menentukan Router ID
    1. Router ID hanyalah nama router yang dikenali dalam proses ospf
    2. Secara default, IP address dari interface fisik yang aktif dengan IP address paling tinggi menjadi router id secara default
    3. jika ada loopback interface yang aktif maka ip address dari loopback yang menjadi router-id
    4. bisa di overrule dengan cara menghardcode router-id
  2. Menentukan interface mana saja yang akan dilibatkan dalam proses ospf
  3. Mengirimkan Hello Paket melalu interface-interface yang telah dipilih *down state*
    1. Hello Paket dikirimkan setiap 10 detik dalam Broadcast/p2p networks
    2. Hello Paket dikirimkan setiap 30 detik dalam NBMA networks
    3. Hello Paket memuat informasi-informasi sebagai berikut :
      • Router-ID
      • Hello & Dead timers *
      • Network Mask*
      • Area ID*
      • Neighbors (tetangga)
      • Router Priority
      • DR/BDR IP address
      • Authentication Password**)

        berarti nilai yang dimiliki oleh router-router yang akan bertetangga harus sama

  4. Menerima Hello Paket dari router lain *Init State*
    jika router terus menerus berada pada fase initdowninit – down maka :

    1. periksa hello/dead interval
    2. periksa netmasks
    3. periksa Area ID
    4. periksa Authentication Password
  5. Me-reply paket hello *2-way state*
    1. Memeriksa dalam Hello Paket apakah router-router ini sudah bertetangga
      • jika YA, reset dead timer
      • jika TIDAK, tambahkan dalam list sebagai neighbor baru
  6. Master-Slave relationship *exstart state*
    master-slave ini tidak begitu penting dalam proses ospf, hal ini hanya untuk menetukan siapa yang mengirimkan Hello Paket lebih dulu. Master mengirimkan lebih dulu baru slave kemudian

    1. ditentukan oleh priority, yang paling tinggi menjadi master, router-id breaks tie
    2. Master mengirimkan paket Database Description (DBD)

      • DBD = potongan dari link-state database (bukan keseluruhannya)

    3. Slave juga mengirimkan paket DBD nya.

  7. DBD  diterima dan diperiksa oleh masing-masing router *Loading State*

    1. Slave meminta detail pada Master (Link State Request – LSR)
    2. Master mengirimkan updates (Link State Update – LSU)
    3. Master meminta detail pada slave (LSR)
    4. Slave mengirimkan updates (LSU)
  8. Neighbor terjalin *full state*

Setelah terjalin hubungan ketetanggaan (neighbor) maka router-router akan menjalankan algoritma SPF dan mulai mengisi routing table.

Kategori:bsci Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. Desember 16, 2008 pukul 8:50 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: