Arsip

Archive for the ‘ccnp’ Category

Menggunakan TCL Script

April 30, 2009 2 komentar

Tujuan

  • Mempelajar penggunaan TCL scripts untuk memverifikasi koneksi
  • Mengidentifikasi adanya kegagalan koneksi

Topology

tclscript_topology

Langkah 1 : konfigurasi awal

Kopi pastekan konfigurasi berikut pada masing-masing router Read more…

Categories: @GNS3 Lab, bsci

Lab BSCI: Konsep dan Implementasi OSPF Dasar

April 23, 2009 8 komentar

Link-State Routing Protocols:

  • Ada 2 tipe:
    • IS – IS
    • OSPF
  • Memaintain 3 jenis tabel
    • Tabel Neighbor (router tetangga)
    • Tabel Topologi
    • Tabel routing
  • Menggunakan algoritma Dijkstra Shortest Path First (SPF)
  • Mengirimkan triggered update untuk memberitahukan adanya perubahan topologi.
  • Mengirimkan periodic update (LS Refresh) dengan interval yang panjang.

Tabel Topologi inilah yang membedakan dengan protokol distance vector, dimana tabel topologi pada link-state merupakan gambaran menyeluruh mengenai network, sedangkan pada distance vector hanya berisi list dari apa-apa yang diketahui oleh neighbor, itulah mengapa distance vector disebut juga sebagai routing by rumour.

Tabel topologi akan berisi semua jalur/path yang mungkin untuk menempuh setiap network destination. Dan untuk setiap network destination akan dipilih satu jalur/path terbaik yang kemudian akan disimpan kedalam tabel routing.

Setelah beberapa waktu yang lama, link-state router akan saling mengirimkan update secara periodic yang berisi keseluruhan informasi routing untuk memastikan konsistensi informasi pada semua router dalam 1 area, pada OSPF hal ini terjadi setiap 30 menit. Read more…

Lab BSCI: Advance EIGRP Options

1-topology-eigrp2

Route Summarization

Secara default, EIGRP mendukung fitur yang disebut auto-summary, dimana auto-summary akan secara otomatis melakukan summarization beberapa subnet kedalam bentuk major network classful untuk setiap subnet/network yang akan di advertise melewati boundary (batas) major network yang berbeda. Misalnya pada topologi diatas, router BB akan otomatis melakukan summarization untuk network 172.30.0.0/24 – 172.30.7.024 saat akan di advertise ke R2 karena melewati kelas major network yang berbeda (10.1.24.0/30). Dalam hal ini network-network tersebut akan di summary menjadi bentuk major network classfull 172.30.0.0/16 ke R2 dan R3.

R2#sh ip route
Codes: C – connected, S – static, R – RIP, M – mobile, B – BGP
       D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
       N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
       E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2
       i – IS-IS, su – IS-IS summary, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2
       ia – IS-IS inter area, * – candidate default, U – per-user static route
       o – ODR, P – periodic downloaded static route

Gateway of last resort is 10.1.24.2 to network 0.0.0.0

D    172.30.0.0/16 [90/2297856] via 10.1.24.2, 00:09:31, Serial0/0
     10.0.0.0/8 is variably subnetted, 3 subnets, 2 masks
C       10.1.2.0/24 is directly connected, Ethernet1/0
C       10.1.24.0/30 is directly connected, Serial0/0
D       10.1.34.0/30 [90/2195456] via 10.1.2.1, 01:04:04, Ethernet1/0
D*   0.0.0.0/0 [90/2297856] via 10.1.24.2, 01:04:04, Serial0/0

Read more…

Lab BSCI: Implementasi dan Verifikasi EIGRP

April 21, 2009 1 komentar

1-topology-eigrp1

Konfigurasi

R2#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
R2(config)#router eigrp 1
R2(config-router)#network 10.0.0.0
R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#^Z
R2#
R3#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
R3(config)#router eigrp 1
R3(config-router)# network 10.0.0.0
R3(config-router)# no auto-summary
R3(config-router)#^Z
R3#

Verifikasi

Untuk memverifikasi apakah protokol EIGRP sudah aktif bisa menggunakan perintah Read more…

Categories: @GNS3 Lab, bsci

Bermain OSPF pake gns3

Desember 16, 2008 2 komentar

Setelah bermain konsep dan teori ospf, mubazir donk kalo gak dipraktekin, apalagi orang sering bilang practices make perfect, hmmm, ga ada salahnya dicoba… :D

Topologi Jaringan OSPF

Topologi Jaringan OSPF

Gambar diatas adalah gambaran topologi jaringan dari gns3. semua router menggunakan cisco ios 3660. untuk R1 dan R4 aku tambahkan modul NM-4T pada slot-1 dan membuat keduanya terkoneksi secara point-to-point. berikut konfigurasi start-up setiap router sebelum bermain-main dengan ospf

R1

R1#sh ip int brief
Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
FastEthernet0/0 172.30.49.1 YES manual up up
FastEthernet0/1 unassigned YES unset administratively down down
Serial1/0 10.1.14.1 YES manual up up
Serial1/1 unassigned YES unset administratively down down
Serial1/2 unassigned YES unset administratively down down
Serial1/3 unassigned YES unset administratively down down

R4

R4#sh ip int brief
Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
FastEthernet0/0 172.30.50.4 YES manual up up
FastEthernet0/1 unassigned YES NVRAM administratively down down
Serial1/0 10.1.14.2 YES manual up up
Serial1/1 unassigned YES NVRAM administratively down down
Serial1/2 unassigned YES NVRAM administratively down down
Serial1/3 unassigned YES NVRAM administratively down down

R2

R2#sh ip int brief
Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
FastEthernet0/0 172.30.50.2 YES NVRAM up up
FastEthernet0/1 unassigned YES NVRAM administratively down down

R3

R3#sh ip int brief
Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
FastEthernet0/0 172.30.50.3 YES NVRAM up up
FastEthernet0/1 unassigned YES NVRAM administratively down down

Sekarang mari kita mulai mengkonfigurasi setiap router agar semua network bisa terhubung menggunakan protokol OSPF :D [mode semangka,eh semangat: on :D ]

Read more…

Categories: @GNS3 Lab, bsci, ubuntu Tag:, , ,

Konsep OSPF -bagian2-

Desember 16, 2008 1 komentar

DR & BDR

Dalam satu segment network, salah satu router akan dipilih menjadi Designated Router (DR) dan satu lagi dipilih menjadi Backup Designated Router (BDR). BDR tidak melakukan peran apapun kecuali jika DR mati/offline.

Setiap router dalam satu shared segment (segment dimana beberapa router terhubung dalam satu network) jika mengalami perubahan network akan mengirimkan update kepada alamat multicast 224.0.0.6 yang anggotanya hanya DR dan BDR , kemudian DR akan mengirimkan ulang update yang diterima kepada alamat multicast 224.0.0.5 yang anggotanya seluruh router dalam segment tersebut.

Pemilihan siapa yang menjadi DR atau BDR didasarkan pada “Router Priority”, siapapun yang memiliki router-priority paling tinggi akan dipilih sebagai DR dalam segment tersebut. Tetapi seringkali router dalam keadaan default memiliki router-priority yang sama, dalam keadaan seperti ini maka pemilihan DR/BDR akan didasarkan pada router-id.

Setiap router dalam satu shared segment selain DR/BDR hanya memiliki neighbor relationship pada keadaan full-state dengan DR dan BDR, selain itu neighbor relationship yang mereka miliki berada dalam keadaan 2-way state. Jadi, maksimum full-state neighbor relationship yang dimiliki router dalam satu segment hanyalah 2 buah.

Tipe-tipe paket OSPF

  • Hello

  • Database Description (DBD)

  • Link-State Request (LSR)

  • Link-State Advertisement (LSA), paket paling besar, berisi update dari setiap router per router.

  • Link-State Update (LSU)

  • Link-State Acknowledgement (LSACK), OSPF tidak menggunakan TCP/UDP, ospf menggunakan protokol layer 4 tersendiri dan LSACK adalah pengganti ACK yang biasa digunakan dalam TCP. Jadi OSPF bersifat reliable.

Categories: bsci Tag:, ,

Konsep OSPF -bagian1-

Desember 16, 2008 1 komentar

Link-State Routing Protocols

  • Ada dua protokol routing yang termasuk dalam jenis ini:
    • IS – IS
    • OSPF
  • menggunakan 3 macam table :
    • Neighbor Table (seperti yang dipakai dalam Distance Vector)
    • Topology Table, merupakan gambaran menyeluruh dari semua kemungkinan network yyang ada dalam satu area (route-map) juga disertai dengan semua kemungkinan rute untuk mencapai setiap network tersebut.
    • Routing Table, dari topology table, bisa kita ambil rute terbaik untuk menuju setiap network dalam satu area dan mengumpulkannya dalam satu list. List inilah yang disimpan dalam routing table.
  • Menggunakan algoritma Dijkstra’ Shortest Path First (SPF)
  • Mengirimkan update kedalam network hanya jika terjadi perubahan.
  • Mengirimkan update secara periodik (LS Refresh) dalam interval yang lama.

Desain OSPF
ospfdesign

  • Semua area harus terhubung dengan area 0 (backbone area).
  • Semua router dalam satu area memiliki Topology Table yang sama.
  • Tujuan : menjaga agar update yang terjadi hanya dikirim ke router-router yang berada dalam satu area saja dan tidak perlu dikirimkan keluar area (localize).
  • Membutuhkan design yang teliti.
  • ABR (Area Border Router) : adalah router yang terhubung lebih dari 1 area ospf. Dan salah satunya haruslah area 0. Router inilah yang mencegah update dalam satu area tidak dikirim ke area yang lain.
  • ASBR (Autonomous System Boundary Router) : adalah router yang menghubungkan network dalam satu Autonomous system dengan network lain dalam Autonomous System yang lain
  • Dalam desain OSPF, hanya ABR dan ASBR yang bisa melakukan routing summarisasi.

OSPF Neighbor Relationship
Hubungan ketetanggaan hanya bisa terjadi pada router-router yang berada dalam satu area. Berikut langkah-langkah yang dilakukan oleh router untuk menjalin neighbor relationship dengan router lain.

  1. Menentukan Router ID
    1. Router ID hanyalah nama router yang dikenali dalam proses ospf
    2. Secara default, IP address dari interface fisik yang aktif dengan IP address paling tinggi menjadi router id secara default
    3. jika ada loopback interface yang aktif maka ip address dari loopback yang menjadi router-id
    4. bisa di overrule dengan cara menghardcode router-id
  2. Menentukan interface mana saja yang akan dilibatkan dalam proses ospf
  3. Mengirimkan Hello Paket melalu interface-interface yang telah dipilih *down state*
    1. Hello Paket dikirimkan setiap 10 detik dalam Broadcast/p2p networks
    2. Hello Paket dikirimkan setiap 30 detik dalam NBMA networks
    3. Hello Paket memuat informasi-informasi sebagai berikut :
      • Router-ID
      • Hello & Dead timers *
      • Network Mask*
      • Area ID*
      • Neighbors (tetangga)
      • Router Priority
      • DR/BDR IP address
      • Authentication Password**)

        berarti nilai yang dimiliki oleh router-router yang akan bertetangga harus sama

  4. Menerima Hello Paket dari router lain *Init State*
    jika router terus menerus berada pada fase initdowninit – down maka :

    1. periksa hello/dead interval
    2. periksa netmasks
    3. periksa Area ID
    4. periksa Authentication Password
  5. Me-reply paket hello *2-way state*
    1. Memeriksa dalam Hello Paket apakah router-router ini sudah bertetangga
      • jika YA, reset dead timer
      • jika TIDAK, tambahkan dalam list sebagai neighbor baru
  6. Master-Slave relationship *exstart state*
    master-slave ini tidak begitu penting dalam proses ospf, hal ini hanya untuk menetukan siapa yang mengirimkan Hello Paket lebih dulu. Master mengirimkan lebih dulu baru slave kemudian

    1. ditentukan oleh priority, yang paling tinggi menjadi master, router-id breaks tie
    2. Master mengirimkan paket Database Description (DBD)

      • DBD = potongan dari link-state database (bukan keseluruhannya)

    3. Slave juga mengirimkan paket DBD nya.

  7. DBD  diterima dan diperiksa oleh masing-masing router *Loading State*

    1. Slave meminta detail pada Master (Link State Request – LSR)
    2. Master mengirimkan updates (Link State Update – LSU)
    3. Master meminta detail pada slave (LSR)
    4. Slave mengirimkan updates (LSU)
  8. Neighbor terjalin *full state*

Setelah terjalin hubungan ketetanggaan (neighbor) maka router-router akan menjalankan algoritma SPF dan mulai mengisi routing table.

Categories: bsci Tag:, ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.