<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Perjalanan Belum Usai &#187; LAN Switching first-step</title>
	<atom:link href="http://pekoktenan.wordpress.com/category/books-review/lan-switching-first-step/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pekoktenan.wordpress.com</link>
	<description>...sebuah pesan untuk masa datang...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Mar 2012 03:24:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pekoktenan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Perjalanan Belum Usai &#187; LAN Switching first-step</title>
		<link>http://pekoktenan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pekoktenan.wordpress.com/osd.xml" title="Perjalanan Belum Usai" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pekoktenan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Model OSI: Implementasi dan Keterkaitan antar Layer</title>
		<link>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/03/model-osi-implementasi-dan-keterkaitan-antar-layer/</link>
		<comments>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/03/model-osi-implementasi-dan-keterkaitan-antar-layer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 13:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Kun</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAN Switching first-step]]></category>
		<category><![CDATA[LAN]]></category>
		<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[osi]]></category>
		<category><![CDATA[switch]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekoktenan.wordpress.com/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Layer bagian atas pada model Open System Interconnection (OSI), dimana terdapat data user, membutuhkan layer bagian bawah, seperti halnya kereta api memerlukan rel untuk bergerak dari A ke B. Layer bagian bawah -physical, data link, dan network- inilah yang berfungsi sebagai &#8220;jalan raya&#8221; atau &#8220;rel kereta&#8221; bagi data user, memungkinkan data untuk bergerak melintasi network, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=664&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Layer bagian atas pada model <span style="color:#0000ff;">Open System Interconnection</span> (OSI), dimana terdapat data user, membutuhkan layer bagian bawah, seperti halnya kereta api memerlukan rel untuk bergerak dari A ke B. Layer bagian bawah -physical, data link, dan network- inilah yang berfungsi sebagai &#8220;jalan raya&#8221; atau &#8220;rel kereta&#8221; bagi data user, memungkinkan data untuk bergerak melintasi network, seperti ketika seorang mengirimkan e-mail atau browsing-browsing internet. <a name="ch03index25"></a><a name="ch03index24"></a></p>
<h2><strong>Layer 1: Physical Layer</strong></h2>
<p><span style="color:#0000ff;">physical layer</span> menggerakkan arus bit (sinyal) dari satu titik ke titik lain melintas melalui penghantar, dalam hal ini kabel network, mulai dari transmitter (perangkat yang mengirimkan sinyal) dan berhenti pada receiver (perangkat yang menerima sinyal). Sebagai contoh, ketika kita melakukan percakapan dengan orang lain via telepon, mulut kita adalah bagian dari transmitter dan telinga orang lain itu berfungsi sebagai receiver. Sinyal dapat berupa impulse listrik saat dihantarkan via tembaga, berupa cahaya jika dihantarkan oleh kabel fiber-optic, atau berupa sinyal radio saat dihantarkan oleh udara.</p>
<p>Physical layer terdiri dari :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> <strong>Signal</strong>: Data yang dihantarkan berada dalam bentuk bit-bit (1 dan 0), yang kemudian di konversi kedalam impulse listrik (gelombang sinus), sinyal radio, atau denyutan cahaya.</li>
<li> <strong>Hardware</strong>: Transmitter, receiver, repeater, regenerator, atau hub.</li>
<li> <strong>Media</strong>: Coaxial (coax), fiber-optic, atau kabel tembaga/copper (shielded dan unshielded twisted-pair); dan udara bagi sinyal wireless.</li>
</ul>
<p><span id="more-664"></span></p>
<h4>Signal</h4>
<p>Sinyal, berkaitan dengan pengkabelan, adalah informasi-informasi yang dikirimkan melintasi medium dalam bentuk elektronik atau optik (light/cahaya).</p>
<p>Ada 2 tipe sinyal elektronik : <span style="color:#0000ff;">analog </span>dan <span style="color:#0000ff;">digital</span>. Sinyal analog digambarkan sebagai gelombang berkelanjutan, seperti pada gambar berikut :</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-666" title="nalog" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-analog.jpg?w=600" alt="nalog"   /></p>
<p>Berlainan dengan gelombang berkelanjutan dari sinyal analog, sinyal digital terdiri dari nilai-nilai yang diukur pada interval diskrete, atau gelombang bujur sangkar, seperti pada gambar :</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-667" title="digital" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/2-digital.jpg?w=600" alt="digital"   /></p>
<p>Perbedaan antara analog dan digital dapat didemonstrasikan dengan melihat pada kedua jam analog dan digital dibawah ini :</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-668" title="analogvsdigital" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/3-analogvsdigital.jpg?w=600" alt="analogvsdigital"   /></p>
<p>Jam tangan digital menampilkan satu nilai (10:54) dan kemudian nilai selanjutnya (10:55) tanpa menunjukkan semua nilai-nilai diantara keduanya. Karena itu, <span style="color:#0000ff;">jam digital hanya menampilkan angka-angka waktu tertentu misal tiap menit</span>. Sebaliknya, jam tangan analog bergerak secara berkelanjutan (continue) memutari angka-angka pada jam.</p>
<p>Kita mengalami kehidupan sehari-hari dalam mode analog; penglihatan adalah analog karena kita merasakan gradasi bentuk dan warna tanpa batas. Sebuah pidato juga merupakan analog karena terdapat variasi nada tak terbatas yang membentuk suara yang kita dengar. Gambar berikut menunjukkan bahwa analog mengalir dengan bebas sedangkan digital mengalir secara presisi.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-669" title="analogvsdigital2" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/4-analogvsdigital2.jpg?w=600" alt="analogvsdigital2"   /></p>
<h4>Hardware</h4>
<p><span style="color:#0000ff;">Transmitter </span>adalah perangkat yang mengirimkan sinyal, <span style="color:#0000ff;">receiver </span>adalah perangkat yang menerima sinyal, sedangkan <span style="color:#0000ff;">repeater </span>adalah perangkat network yang digunakan untuk mengkopi dan <span style="color:#0000ff;">memperkuat </span>sinyal dalam perjalanan antara transmitter dan receiver. Repeater digunakan dalam sistem transmisi untuk memperbarui sinyal analog atau digital yang terdistorsi karena hilangnya data saat transmisi. Repeater analog memperkuat sinyal, sedangkan repeater digital merekonstruksi sinyal dengan kualitas yang mendekati aslinya. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah, repeater analog dan digital selain memperkuat sinyal <span style="color:#ff0000;">juga sekaligus memperkuat gangguan (noise) </span>yang ada. <span style="color:#0000ff;">Regenerator </span>memperkuat sinyal tanpa meningkatkan gangguan (noise). Tetapi, implementasi regenerator jauh lebih mahal daripada repeater. Repeater dan regenerator dapat digunakan untuk sinyal elektronik, optik dan wireless, dan digunakan dalam transmisi jarak jauh. Repeater digunakan untuk menghubungkan LAN-LAN yang bertipe sama, misal ethernet LAN dengan ethernet LAN.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-670" title="5-repeater" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/5-repeater.jpg?w=600&h=192" alt="5-repeater" width="600" height="192" /></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Hub </span>juga digunakan untuk menghubungkan LAN kecil dengan jumlah perangkat yang umumnya tidak lebih dari 24 mesin. Hub adalah repeater dengan port yang lebih banyak, dan saat frame tiba pada salah satu port, frame tersebut akan dikirim ulang (repeated) ke semua port lainnya sehingga semua segment LAN dapat menerima frame, seperti yang terlihat pada gambar.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-671" title="hub" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/6-hub.jpg?w=600" alt="hub"   /></p>
<p>Gambar diatas menunjukkan host Q mengirimkan traffik, dalam bentuk frame, kedalam network menuju port pada hub. Frame-frame ini kemudia diterima oleh mesin-mesin lain yang terhubung pada Hub yang sama, termasuk host Q yang mengirimkan traffik tadi. Host Q akan mengabaikan frame yang datang kembali. Tetapi host-host lain harus memeriksa setiap frame untuk bisa mengetahui apakah frame itu ditujukan buat mereka atau tidak.</p>
<h4>Media</h4>
<p>Medium network menyediakan koneksi fisik dari pengirim (sender) kepada penerima (receiver. Udara adalah medium yang digunakan dalam komunikasi wireless, dan kabel adalah medium yang dipakai pada komunikasi wireline (non-wireless). Saat ini ada 3 tipe kabel network yang digunakan :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> <span style="color:#0000ff;">Kabel Twisted-pair</span>, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah, ada 2 jenis kabel ini : <span style="color:#0000ff;">unshielded twisted-pair</span> (UTP) dan <span style="color:#0000ff;">shielded twisted-pair</span> (STP).
<ul>
<li> <span style="color:#0000ff;">UTP </span>adalah tipe kabel yang populer yang terbuat dari dua kawat tak terlindung (<span style="color:#0000ff;">unshielded</span>) yang dililitkan satu sama lain. Karena harganya yang murah, kabel UTP banyak dipakai pada sambungan LAN dan telepon. Kabel UTP tidak menyediakan bandwidth yang besar atau perlindungan dari electromagnetic interference (EMI) seperti yang ditawarkan oleh kabel coaxial atau fiber-optic.</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">STP </span>adalah salah satu tipe kawat tembaga telepon yang didalamnya terdapat 2 kawat yang saling dililitkan dan dibungkus dengan lapisan pelindung. Pembungkusan pada STP melindungi transmisi dari EMI yang dapat menyebabkan penurunan atau hilangnya sinyal.
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-672" title="7-twisted-pair" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/7-twisted-pair.jpg?w=600" alt="7-twisted-pair"   /></li>
</ul>
</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Kabel Coaxial</span> seperti pada gambar dibawah ini adalah salah satu tipe kabel yang menghantarkan impulse listrik dan terbuat dari kabel di tengah-tengah yang dikelilingi oleh suatu pelapis dan sebuah konduktor. Pelapis ini meminimalisir EMI dan RFI dan merupakan tipe kabel utama yang digunakan dalam industri tv kabel (CATV).<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-673" title="coaxial-cable" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/8-coaxial-cable.jpg?w=600" alt="coaxial-cable"   /></li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Kabel Fiber-optic</span> adalah tipe kabel yang menggunakan kaca atau fiber untuk mentransmisikan data. Seperti pada gambar, kabel fiber-optic terdiri dari bundelan benang-benang kaca, yang masing-masing mentransmisikan data via gelombang cahaya. Kaca ini dibungkus dengan pelapis dan mantel, dan diperkuat dengan memperkuat fiber dan membungkusnya dalam sampul kabel.
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-674" title="9-fiber-optic" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/9-fiber-optic.jpg?w=600" alt="9-fiber-optic"   /></li>
</ul>
<h2>Layer 2: Data Link</h2>
<p><span style="color:#0000ff;">Apakah yang dihantarkan oleh sinyal-sinyal tersebut diatas?</span> Sinyal-sinyal tersebut menghantarkan data-data user dalam bentuk <span style="color:#0000ff;">frame</span>. Frame terdapat pada layer 2 dan memindahkan data didalam network. Topologi networklah yang menentukan dengan perangkat yang mana frame-frame ini akan dipertukarkan.</p>
<p>Jika host-host didalam network harus berkomunikasi secara langsung, maka topologi full-mesh paling cocok diimplementasikan. Namun, seringkali kasusnya tidak seperti itu, lebih sering kita jumpai masing-masing host saling berkomunikasi mealui titik pusat, seperti pada topologi star.</p>
<h4><strong><span style="text-decoration:underline;">Full mesh</span></strong></h4>
<p>Semua mesin saling terhubung dengan banyak interkoneksi yang redundan antar mesin. Pada topology mesh yang sebenarnya, setiap mesin terhubung dengan semua mesin lainnya.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-675" title="14-fullmesh" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/14-fullmesh.jpg?w=600" alt="14-fullmesh"   /></p>
<p>Digunakan jika mesin-mesin (host) harus berkomunikasi langsung dengan yang lain. Topologi ini kemungkinan digunakan pada linkungan peer-to-peer dengan kebutuhan frekuensi sharing file yang tinggi. Tantangannya disini adalah jumlah koneksi tiap host yang harus di maintain.</p>
<p>Formula untuk menentukan total link yang dibutuhkan pada topologi ini adalah<span style="color:#0000ff;"> (n<sup>2</sup> &#8211; n)/2</span>, dengan n adalah jumlah mesin.</p>
<p>Pada lingkungan WAN, topologi full-mesh kemungkinan digunakan dalam lingkungan VPN karena mudahnya mengkonfigurasi beberapa tempat yang terhubung satu sama lain.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Star</span></strong></p>
<p>Semua mesin terhubung pada hubu pusat. Mesin-mesin berkomunikasi dengan melalui hub.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-676" title="15-star" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/15-star.jpg?w=600" alt="15-star"   /></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Ini adalah topologi yang paling banyak diterapkan pada LAN-LAN saat ini</span>. Dalam topologi star, semua perangkat LAN terhubung pada satu titik, <span style="color:#0000ff;">hub </span>atau <span style="color:#0000ff;">switch</span>. Titik pusat ini memungkinkan semua mesin untuk saling berkomunikasi dengan mesin lainnya secara tidak langsung. Keuntungan menggunakan topology ini adalah setiap host hanya punya satu koneksi yang harus di maintain. Satu kelemahannya adalah jika satu titik point down maka semua koneksi antar mesin juga gagal.</p>
<p>Formula untuk menghitung jumlah link yang dibutuhkan dalam topologi star adalah : <span style="color:#0000ff;">n-1</span>, dimana n adalah jumlah mesin (node).</p>
<p>Dalam lingkungan WAN, topologi star biasa digunakan untuk menyediakan koneksi antar lokasi yang berjauhan, seperti beberapa kantor dalam jaringan perusahaan.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Ring</span></strong></p>
<p>Semua perangkat terhubung satu sama lain membentuk lingkaran, sehingga setiap perangkat terhubung langsung dengan 2 perangkat yang lain, satu untuk setiap sisinya.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-677" title="16-ring" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/16-ring.jpg?w=600" alt="16-ring"   /></p>
<p>Topologi ring sering digunakan <span style="color:#0000ff;">ketika dibutuhkan banyak redundansi</span> dalam satu network. Karena itu, jika salah satu segment mengalami kegagalan, setiap perangkat network masih tetap bisa berkomunikasi satu sama lain menggunakan putaran ring yang lain.</p>
<p>Topologi boleh jadi dipakai untuk menyediakan koneksi MAN, yang mungkin menggunakan WDM.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Tree</span></strong></p>
<p>Topologi hibrid. Beberapa group topologi star dihubungkan pada satu koneksi backbone.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-678" title="17-tree" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/17-tree.jpg?w=600" alt="17-tree"   /></p>
<p>Topologi tree digunakan saat dibutuhkan hirarki network untuk mengelompokkan beberapa user misal berdasarkan lokasi atau kesamaan pekerjaan.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Topologi ini sering dijumpai </span><span style="color:#0000ff;">pada lingkungan WAN</span>.</p>
<p>Setiap layer pada model OSI bisa saja memakai topologi-nya masing-masing. Misalnya, setiap perangkat network bisa saja secara fisik terhubung dalam topologi star tapi secara logik bekerja selayaknya topologi ring. Perhatikan kedua gambar dibawah ini yang menunjukkan implementasi Token Ring.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-679" title="10-token-ring" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/10-token-ring.jpg?w=600" alt="10-token-ring"   /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-680" title="11-token-ring-logik" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/11-token-ring-logik.jpg?w=600" alt="11-token-ring-logik"   /></p>
<h4>Frames</h4>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<thead>
<tr>
<td width="147" valign="top"><strong>Komponen    Frame</strong></td>
<td width="487" valign="top"><strong>Fungsi</strong></td>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td width="147" valign="top">Header</td>
<td width="487" valign="top">Menentukan   awal dari frame dan menyimpan informasi address source dan destination layer   2.</td>
</tr>
<tr>
<td width="147" valign="top">Payload</td>
<td width="487" valign="top">Membawa   data dari layer 3, seperti paket dari network layer yang berisi data user.</td>
</tr>
<tr>
<td width="147" valign="top">Trailer</td>
<td width="487" valign="top">Menentukan   akhir dari frame dan membawa informasi error-detection dalam bentuk cyclic   redundancy check (CRC)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h4>Hardware</h4>
<p>Jika beberapa perangkat membutuhkan kelebihan dari sebuah repeater, maka digunakanlah sebuah hub karena hub sebenarnya adalah repeater dengan port yang lebih banyak (multiport). Ingat bahwa dengan hub, sinyal yang diterima pada salah satu port akan dikirim ulang (<span style="color:#0000ff;">repeated</span>) ke semua port yang lain. Seperti halnya hub adalah repeater multiport, bridge adalah hub multiport. Bridge menghubungkan 2 LAN atau 2 segment dalam satu LAN yang menggunakan protokol yang sama, misal ethernet. Bridge menyimpan tabel address dari setiap mesin dalam network, yang disebut tabel MAC. Dengan memantau LAN, bridge dapat mengenali setiap mesin termasuk anggota dari segment yang mana dan mengisi tabel dengan MAC address sumber yang berada pada setiap frame yang datang.</p>
<p><span style="color:#0000ff;">Bridge bekerja pada layer data link (OSI layer 2) </span>dan dapat menggunakan protokol apa saja. Bridge dengan multiport dapat melakukan fungsi sebagai switch. Switch juga bekerja pada layer data link dan bebas menggunakan protokol apa saja.</p>
<h2><strong>Layer 3 Ke atas</strong></h2>
<p>Topologi logik pada layer 3 dimungkinkan oleh adanya topologi logik pada layer 2 (<span style="color:#0000ff;">data link</span>) dan topologi fisik pada layer 1(<span style="color:#0000ff;">physical</span>) yang berada dibawahnya. Sebuah paket memiliki address tujuan (<span style="color:#0000ff;">source</span>) dan asal (<span style="color:#0000ff;">destination</span>), seperti halnya sebuah surat kertas memiliki alamat pengirim dan penerima. Sebuah surat, atau paket, tidak peduli pada layer logik dan fisik dibawahnya yang menyusun jalur jalannya paket.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-681" title="12-logical-path" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/12-logical-path.jpg?w=600" alt="12-logical-path"   /></p>
<p>Topologi fisik diilustrasikan oleh jalan antara rumah dan kantor pos. Topologi fisik ini dipecah menjadi beberapa segment oleh rambu-rambu lalu lintas pada beberapa titik ditengah perjalanan. Topologi logik disini adalah garis lurus dari rumah menuju kantor pos, tidak terpengaruh oleh adanya rambu-rambu lalu lintas dalam perjalanan. Pengiriman surat dari rumah menuju kantor pos dipengaruhi ketika tidak ada jalur fisik sama sekali, seperti ketika semua jalan ditutup/diblok.</p>
<h4>Paket</h4>
<p>Karena paket dan frame bekerja pada layer yang berbeda (layer 3 dan 2), maka masing-masing terlibat pada aspek yang berbeda dalam network. Sebuah paket perlu tahu kemana dia harus pergi dan dari mana dia datang, sama seperti halnya sebuah surat harus menyertakan alamat pengirim dan penerima supaya penerima bisa memberikan surat balasan.</p>
<p>Paket hanya terpengaruh oleh topologi fisik dan logik layer dibawahnya jika terjadi kegagalan yang menyebabkan jalur ke tujuan menjadi rusak.</p>
<h4>Hardware</h4>
<p><span style="color:#0000ff;">Hub </span>dan <span style="color:#0000ff;">repeater </span>dapat dijumpai pada <span style="color:#0000ff;">layer 1</span>, <span style="color:#ff6600;">bridge </span>dan <span style="color:#ff6600;">switch </span>pada<span style="color:#ff6600;"> layer 2</span>, dan <span style="color:#ff0000;">router </span>berada pada<span style="color:#ff0000;"> layer 3</span>. Router adalah perangkat network yang menerima dan mem-forward paket data melintasi network. Router menghubungkan 2 atau lebih network bersama-sama; seringnya berupa WAN, tetapi router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN dan WAN, seperti Internet saat ini.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-682" title="router" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/13-router.jpg?w=600" alt="router"   /></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Router<span style="color:#0000ff;"> </span></span><span style="color:#0000ff;">bekerja pada layer 3</span> model OSI untuk memeriksa header setiap paket. Dari header router dapat menentukan jalur dimana paket harus diforwardkan. Hal ini mirip seperti keputusan yang harus kita buat saat kita melihat papan keberangkatan pada pada stasiun kereta api untuk menentukan jalur mana yang akan kita pilih. Router menentukan jalur setiap paket berdasarkan pada tabel routing.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekoktenan.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekoktenan.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekoktenan.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekoktenan.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekoktenan.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekoktenan.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekoktenan.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekoktenan.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekoktenan.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekoktenan.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekoktenan.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekoktenan.wordpress.com/664/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekoktenan.wordpress.com/664/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekoktenan.wordpress.com/664/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=664&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/03/model-osi-implementasi-dan-keterkaitan-antar-layer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Akhmad Kun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-analog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nalog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/2-digital.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">digital</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/3-analogvsdigital.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">analogvsdigital</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/4-analogvsdigital2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">analogvsdigital2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/5-repeater.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5-repeater</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/6-hub.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hub</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/7-twisted-pair.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7-twisted-pair</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/8-coaxial-cable.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">coaxial-cable</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/9-fiber-optic.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9-fiber-optic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/14-fullmesh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">14-fullmesh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/15-star.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">15-star</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/16-ring.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">16-ring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/17-tree.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">17-tree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/10-token-ring.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">10-token-ring</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/11-token-ring-logik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">11-token-ring-logik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/12-logical-path.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">12-logical-path</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/13-router.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">router</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Model Desain Hirarki</title>
		<link>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/02/model-desain-hirarki/</link>
		<comments>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/02/model-desain-hirarki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 11:12:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Kun</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAN Switching first-step]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekoktenan.wordpress.com/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Cisco Hierarchical Design Model adalah model network lain yang digunakan untuk mendesain dan membangun network-network komunikasi data. Hierarchical Design Model terdiri dari 3 lapis/layer : layer core, distribution, dan access . Hierarchical Design Model digunakan oleh desainer, arsitek, dan insinyur network saat mendesain dan mengimplementasikan network yang effisien dan dapat diperluas. Layer core menyediakan switching [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=639&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;">Cisco Hierarchical Design Model</span> adalah model network lain yang digunakan untuk mendesain dan membangun network-network komunikasi data. <em>Hierarchical Design Mode</em>l terdiri dari 3 lapis/layer : layer <span style="color:#0000ff;">core</span>, <span style="color:#0000ff;">distribution</span>, dan <span style="color:#0000ff;">access </span>.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-640" title="three-tiered-design-model" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-three-tiered-design-model.jpg?w=600" alt="three-tiered-design-model"   /></p>
<p><span style="color:#0000ff;">Hierarchical Design Model</span> digunakan oleh desainer, arsitek, dan insinyur network saat mendesain dan mengimplementasikan network yang effisien dan dapat diperluas. <span style="color:#0000ff;">Layer core</span> menyediakan switching kecepatan tinggi antar site dan dianggap sebagai <span style="color:#ff0000;">backbone </span>network. <span style="color:#0000ff;">Layer distribution</span> menyediakan koneksi yang berbasis pada kebijaksanaan-kebijaksanaan (<span style="color:#0000ff;">policy</span>) seperti data apa yang boleh dan tidak boleh melintas dalam network. <span style="color:#0000ff;">Layer access</span> memungkinkan user mengakses network dan resource-nya.</p>
<p><a href="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/2-three-tiered-model.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-641" title="three-tiered-model" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/2-three-tiered-model.jpg?w=300&h=94" alt="three-tiered-model" width="300" height="94" /></a></p>
<p>Hierarchical Design Models juga dapat dianalogikan seperti pada gambar diatas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekoktenan.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekoktenan.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekoktenan.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekoktenan.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekoktenan.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekoktenan.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekoktenan.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekoktenan.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekoktenan.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekoktenan.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekoktenan.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekoktenan.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekoktenan.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekoktenan.wordpress.com/639/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=639&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/02/model-desain-hirarki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Akhmad Kun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-three-tiered-design-model.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">three-tiered-design-model</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/2-three-tiered-model.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">three-tiered-model</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bergerak Melintasi Model OSI</title>
		<link>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/02/bergerak-melintasi-model-osi/</link>
		<comments>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/02/bergerak-melintasi-model-osi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 11:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Kun</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAN Switching first-step]]></category>
		<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[osi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekoktenan.wordpress.com/?p=633</guid>
		<description><![CDATA[Untuk lebih memahami bagaimana network switching bekerja, penting memahami bagaimana model OSI bekerja dan bagaimana data melintasi model OSI. Laju data tergantung pada sudut pandang pengirim (source) atau penerima (destination). Pengirim akan membungkus / enkapsulasi data mirip seperti kita membungkus surat kedalam amplop. Penerima membuka bungkus data / dekapsulasi data seperti halnya jika kita menerima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=633&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk lebih memahami bagaimana <span style="color:#0000ff;">network switching</span> bekerja, penting memahami bagaimana model OSI bekerja dan bagaimana data melintasi model OSI. Laju data tergantung pada sudut pandang pengirim (<span style="color:#0000ff;">source</span>) atau penerima (<span style="color:#0000ff;">destination</span>). Pengirim akan membungkus / <span style="color:#0000ff;">enkapsulasi </span>data mirip seperti kita membungkus surat kedalam amplop. Penerima membuka bungkus data / <span style="color:#0000ff;">dekapsulasi </span>data seperti halnya jika kita menerima dan membaca surat.</p>
<p>Mengirim dan mengenkapsulasi data melewati 5 tahap sebagai berikut :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> <span style="color:#0000ff;">User data</span> (Layers 5-7-application, presentation, session)</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Segments</span> (Layer 4-transport)</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Packets </span>(Layer 3-network)</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Frames </span>(Layer 2-data link)</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Bits </span>(Layer 1-physical)</li>
</ul>
<p>Untuk mendemonstrasikan proses enkapsulasi data, mari kita perhatikan saat user menulis dan mengirimkan surat kertas seperti pada gambar</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-635" title="enkapsulasi" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-enkapsulasi.jpg?w=600&h=104" alt="enkapsulasi" width="600" height="104" /></p>
<p>Pada gambar diatas, <span style="color:#0000ff;">data </span>(dalam hal ini <span style="color:#0000ff;">surat kertas</span>) di kirim (dan dienkapsulasi) sebagai berikut:</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> User data (Layers 5-7): User mulai menuliskan surat kertasnya.</li>
<li> Segments (Layer 4): User melipat kertas surat dan memasukkan kedalam amplop. Jika surat kertas terdiri dari beberapa halaman, maka setiap <span style="color:#0000ff;">halaman </span>(baca: <span style="color:#0000ff;">segment</span>) akan diberikan nomor urut (<span style="color:#0000ff;">sequence number</span>) sehingga surat dapat dibaca dengan urutan yang benar oleh penerima.</li>
<li> Packets (Layer 3): User menuliskan <span style="color:#0000ff;">alamat </span>dan <span style="color:#0000ff;">kode pos</span> pengirim dan penerima pada amplop. Seperti halnya amplop, paket juga berisi informasi-informasi user dan menunjukkan address pengirim dan penerima.</li>
<li> Frames (Layer 2): Kertas surat user dimasukkan kedalam kantong surat pos dengan surat-surat lain yang bertujuan sama. Kantong surat pos ini berfungsi seperti frame yang membawa beberapa paket. Frame-frame ini kemudian dimasukkan kedalam truk surat, yang kemudian dibawa oleh sopir ke tujuan.</li>
<li> Bits (Layer 1): Truk surat dikendarai melintasi jalan raya dan jalan-jalan lainnya untuk mencapai penerima.</li>
</ul>
<p>Langkah-langkah berikut mendemonstrasikan proses yang terjadi pada data ditempat penerima dimana ia membuka surat :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Truk surat tiba pada tujuan dengan membawa amplop.</li>
<li> Stasiun penerima memeriksa alamat tujuan pada amplop dan menyampaikannya pada alamat tempat tujuan tersebut.</li>
<li> Seseorang pada alamat penerima membuka amplop dan mengeluarkan kertas-keras surat.</li>
<li> Kertas-kertas penerima dibaca setiap isinya.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekoktenan.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekoktenan.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekoktenan.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekoktenan.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekoktenan.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekoktenan.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekoktenan.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekoktenan.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekoktenan.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekoktenan.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekoktenan.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekoktenan.wordpress.com/633/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekoktenan.wordpress.com/633/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekoktenan.wordpress.com/633/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=633&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/02/bergerak-melintasi-model-osi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Akhmad Kun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-enkapsulasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">enkapsulasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Model OSI</title>
		<link>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/02/model-osi/</link>
		<comments>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/02/model-osi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 10:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Kun</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAN Switching first-step]]></category>
		<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[osi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekoktenan.wordpress.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Model OSI mendefinisikan framework networking dalam bentuk 7 layer. Kontrol data diserahkan dari satu layer pada layer selanjutnya, mulai dari layer aplikasi turun sampai layer terendah. Kontrol data kemudian dikirimkan melintasi koneksi fisik antara setiap titik sepanjang jalur perjalanan kemudian diserahkan kepada model layer sampai ke layer paling atas pada komputer penerima. Layer 1 sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=629&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;">Model OSI</span> mendefinisikan framework networking dalam bentuk 7 layer. Kontrol data diserahkan dari satu layer pada layer selanjutnya, mulai dari layer aplikasi turun sampai layer terendah. Kontrol data kemudian dikirimkan melintasi koneksi fisik antara setiap titik sepanjang jalur perjalanan kemudian diserahkan kepada model layer sampai ke layer paling atas pada komputer penerima.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-630" title="osimodelsendingreceiving" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-osimodelsendingreceiving.jpg?w=600" alt="osimodelsendingreceiving"   /></p>
<p>Layer 1 sampai layer 4 disebut sebagai layer bawah, dan layer 5 sampai 7 disebut sebagai layer bagian atas. Setiap layer melakukan fungsi-fungsi spesifik dan menyediakan servis bagi layer diatasnya.</p>
<p><span id="more-629"></span></p>
<h2><strong>Layer 7: Application Layer</strong></h2>
<p><span style="color:#0000ff;">Layer aplikasi</span> adalah layer yang berinteraksi dengan user, semua yang ada pada layer ini berbentuk spesifik terhadap aplikasi. Misalnya, aplikasi web browser untuk surfing internet akan menggunakan layer ini. Layer aplikasi menyediakan servis-servis untuk transfer file, e-mail, dan servis-servis software berbasis network lainnya, seperti web-browser dan lain-lain.</p>
<h2>Layer 6: Presentation Layer</h2>
<p>Layer presentasi mengkonversi data-data user kedalam bentuk yang dapat diterima oleh layer aplikasi, misalnya mengkonversi data string menjadi format file yang dikenal seperti <span style="color:#ff6600;">.doc</span> <span style="color:#800000;">.jpeg</span> dan lain-lain. Layer presentasi memformat dan meng-<span style="color:#0000ff;">enkripsi </span>data (jika diperlukan) untuk kemudian di kirim kedalam network.</p>
<h2>Layer 5: Session Layer</h2>
<p><span style="color:#0000ff;">Layer session</span> menjalin, me-manage, dan memutuskan koneksi komunikasi virtual antar aplikasi. Dengan kata lain, layer session memulai dan menghentikan sesi komunikasi antar perangkat network.</p>
<h2>Layer 4-Transport Layer</h2>
<p><span style="color:#0000ff;">Layer transport</span> menyediakan transfer data antar klien dan bertanggung jawab untuk recovery data yang terjadi error (<span style="color:#0000ff;">error recovery</span>) dan kontrol arus data (<span style="color:#0000ff;">flow control</span>). Flow control memastikan data transfer yang komplit dan menyediakan pengecekan transparant bagi data yang kemungkinan dibuang ditengah-tengah perjalanan.  Error recovery mengambil kembali data yang hilang jika di drop ditengah perjalanan atau terdapat error ketika dalam proses pengiriman.</p>
<h2>Layer 3-Network Layer</h2>
<p>Layer <span style="color:#0000ff;">network </span>menyediakan teknologi routing, membuat <span style="color:#0000ff;">tabel forwarding</span> atau <a href="http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/logical-networks/">jalur logik</a> antara sumber (<span style="color:#0000ff;">source</span>) dan tujuan (<span style="color:#0000ff;">destination</span>). Jalur logik ini kemudian dikenal sebagai sirkuit virtual (virtual circuits) dan dianggap seperti koneksi network point-to-point. Routing dan forwarding adalah fungsi-fungsi dari layer network. Fungsi lainnya adalah addressing, error handling, congestion control (kontrol kepadatan), dan pengurutan paket yang datang.</p>
<h2>Layer 2-Data Link Layer</h2>
<p>Pada Layer <span style="color:#0000ff;">data link</span> paket-paket data di <span style="color:#0000ff;">enkapsulasi</span>(bungkus) kedalam sebuah <span style="color:#0000ff;">frame </span>untuk kemudian di transmisikan melintasi network. Layer data link menyediakan protokol transmisi dan management serta menangani error pada layer fisik, juga flow control dan sinkronisasi frame.</p>
<p>Layer data link dipecah menjadi 2 bagian sub-layer : layer <span style="color:#0000ff;">Media Access Control</span> (MAC) dan layer <span style="color:#0000ff;">logical link control</span> (LLC). Sublayer MAC mengontrol bagaimana komputer didalam network mendapatkan akses data dan izin untuk mentransmisikannya. Sedangkan layer LLC mengontrol sinkronisasi frame, flow control (kontrol banjir) dan error checking.</p>
<h2>Layer 1-Physical Layer</h2>
<p>Layer <span style="color:#0000ff;">fisik </span>mengangkut arus bit (<span style="color:#0000ff;">bit stream</span>) melintasi network. Arus bit (bit stream) dapat diangkut dalam bentuk listrik, cahaya, atau sinyal radio. Layer ini menyediakan metode hardware untuk mengirim dan menerima data pada pengangkut, termasuk mendefinisikan kabel, kartu jaringan, dan aspek fisik lainnya. Gigabit Ethernet, wireless, dense wavelength-division multiplexing (DWDM), Synchronous Optical Network (SONET), Electronic Industries Alliance/Telecommunications Industry Alliance 232 (EIA/TIA-232; formerly RS-232), dan Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah protokol-protokol yang berada pada layer ini.</p>
<p>Berikut tabel media transmisi dan tipe sinyal yang dihantarkan.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="50%">
<thead>
<tr>
<td valign="top"><strong>Medium</strong></td>
<td valign="top"><strong>Signal    Type</strong></td>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Fiber   optic</td>
<td valign="top">Cahaya</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Copper</td>
<td valign="top">Listrik</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Udara</td>
<td valign="top">Wireless,   radio</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekoktenan.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekoktenan.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekoktenan.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekoktenan.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekoktenan.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekoktenan.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekoktenan.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekoktenan.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekoktenan.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekoktenan.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekoktenan.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekoktenan.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekoktenan.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekoktenan.wordpress.com/629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=629&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/02/model-osi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Akhmad Kun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-osimodelsendingreceiving.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">osimodelsendingreceiving</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Standard dan Model Network</title>
		<link>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/standard-dan-model-network/</link>
		<comments>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/standard-dan-model-network/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 12:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Kun</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAN Switching first-step]]></category>
		<category><![CDATA[osi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekoktenan.wordpress.com/?p=610</guid>
		<description><![CDATA[Standard network membuat aturan-aturan standard bagaimana bagian perangkat-perangkat network yang berbeda dapat melakukan koneksi satu sama lain, sedangkan model network menyediakan prinsip-prinsip panduan dibalik pengembangan standard network. Model network yang paling banyak digunakan saat ini adalah model OSI. Standards Standar network berlaku seperti hukum/undang-undang yang tidak boleh dilanggar. Tidak ada hukuman resmi bagi vendor yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=610&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;">Standard network</span> membuat <span style="color:#0000ff;">aturan-aturan</span> standard bagaimana bagian perangkat-perangkat network yang berbeda dapat melakukan koneksi satu sama lain, sedangkan <span style="color:#0000ff;">model network</span> menyediakan prinsip-prinsip panduan dibalik pengembangan standard network. Model network yang paling banyak digunakan saat ini adalah model OSI.</p>
<p><span id="more-610"></span></p>
<h2><strong>Standards</strong></h2>
<p>Standar network berlaku seperti hukum/undang-undang yang tidak boleh dilanggar. Tidak ada hukuman resmi bagi vendor yang tidak mengikuti standard ini, tetapi penggunaan peralatan yang diproduksi oleh vendor yang tidak mengikuti standard bisa menjadi terbatas. Standard dibuat untuk memastikan komunikasi level terendah pada media pun dapat terjadi, sehingga klien-klien, perangkat-perangkat network, dan aplikasi-aplikasi semua dapat bekerja bersama. Hal ini sangat penting agar pengguna network dapat membeli perangkat-perangkat dari vendor yang berbeda-beda.</p>
<p>Ketika vendor mengimplementasikan fitur yang tidak mengikuti standar, maka fitur tersebut tergolong <span style="color:#0000ff;">proprietary</span>. Fitur proprietary seringkali mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang hanya dimiliki oleh bagian tertentu dari produk vendor.</p>
<h2>Models</h2>
<p>Seperti yang telah disebutkan, standard network berlaku seperti hukum/undang-undang: untuk mengatur bagaimana network-network yang berbeda dapat berkomunikasi satu sama lain. Model network pada sisi lain menyediakan prinsip-prinsip panduan untuk pengembangan dan implementasi standard network tersebut.</p>
<p>Model network paling lazim digunakan saat ini adalah model <span style="color:#0000ff;">OSI</span>.  Hampir semua standard network terfokus pada bagaimana standard dapat mencocoki model OSI.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekoktenan.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekoktenan.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekoktenan.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekoktenan.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekoktenan.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekoktenan.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekoktenan.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekoktenan.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekoktenan.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekoktenan.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekoktenan.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekoktenan.wordpress.com/610/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekoktenan.wordpress.com/610/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekoktenan.wordpress.com/610/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=610&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/standard-dan-model-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Akhmad Kun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tipe-Tipe Network</title>
		<link>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/tipe-tipe-network/</link>
		<comments>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/tipe-tipe-network/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 12:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Kun</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAN Switching first-step]]></category>
		<category><![CDATA[LAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekoktenan.wordpress.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Ada 3 tipe utama network yang digunakan saat ini : Local-area networks (LAN), bisa kita temui di area yang kecil secara geografis, seperti satu lantai dari satu bangunan. Metropolitan-area networks (MAN) dapat kita temui pada area yang lebih besar dari LAN, seperti beberapa blok di kota besar. Wide-area networks (WAN) kita dapati pada area yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=606&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada 3 tipe utama network yang digunakan saat ini :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> <span style="color:#0000ff;">Local-area networks</span> (<span style="color:#0000ff;">LAN</span>), bisa kita temui di area yang kecil secara geografis, seperti satu lantai dari satu bangunan.</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Metropolitan-area networks</span> (<span style="color:#0000ff;">MAN</span>) dapat kita temui pada area yang lebih besar dari LAN, seperti beberapa blok di kota besar.</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Wide-area networks</span> (<span style="color:#0000ff;">WAN</span>) kita dapati pada area yang luasa secara geografis, seperti antar-kota atau antar negara.</li>
</ul>
<p><span id="more-606"></span></p>
<p>Beberapa karakteristik berikut membedakan satu network dari yang lain :</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> <span style="color:#0000ff;">Topology</span>: susunan geometris perangkat-perangkat network baik secara fisik maupun logik. Misalnya perangkat-perangkat seperti komputer, switch atau router dapat disusun dalam bentuk lingkaran (Token Ring atau FDDI) atau dalam bentuk satu garis lurus (ethernet).</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Protocols</span>: aturan-aturan dan ketetapan-ketetapan untuk komunikasi antar device, seperti halnya grammar dalam bahasa percakapan atau penulisan. Agar 2 orang dapat saling mengerti satu sama lain, mereka tidak hanya harus menggunakan bahasa yang sama, tapi juga aturan-aturan sintax dan grammar yang sama. Protokol network menggunakan aturan sintaks dan grammar yang sama untuk menentukan : bagimana perangkat-perangkat saling berkomunikasi, dan lain-lain.</li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Media</span>: media fisik yang mengantarkan sinyal antara 2 titik network (pengirim dan penerima). Contoh: kabel twisted-pair (shielded atau unshielded), kabel coaxial, kabel fiber-optic yang menghubungkan perangkat-perangkat network, dan juga udara. Beberapa network seperti Wireless LAN (WLAN) dan radio menggunakan udara sebagai media komunikasi.</li>
</ul>
<h2><strong>LAN</strong></h2>
<p>local-area network (LAN) adalah jaringan komputer yang meliputi area geografis yang kecil, seperti satu bangunan atau satu lantai dalam bangunan. Satu LAN dapat dihubungkan dengan LAN  yang lain pada daerah lain dengan menggunakan media seperti kabel telepon atau gelombang radio. LAN-LAN yang terhubung seperti ini dinamakan Wide Area Network (WAN).</p>
<p>Ada beberapa tipe LAN, dan Ethernet adalah yang paling banyak digunakan saat ini. Tipe lain antara lain Token Ring dan FDDI.</p>
<h2>MAN</h2>
<p>metropolitan-area network (MAN)  adalah jaringan yang di desain untuk digunakan di kota-kota. Sebuah MAN dapat dibangun sebagai service provider dan disewakan pada beberapa klien atau sebuah perusahaan dapat membangun MAN private sendiri. Dalam hal luas geografis, MAN lebih besar daripada LAN tapi lebih kecil daripada WAN. MAN biasanya ditandai dengan koneksi kecepatan tinggi menggunakan kabel fiber-optic atau media digital dan sering digunakan dalam perusahaan dengan beberapa kantor yang terletak pada satu kota.</p>
<h2>WAN</h2>
<p>wide-area network, WAN, adalah jaringan komputer yang meliputi area geografis yang luas, seperti area yang mencakup beberapa propinsi atau negara. Komputer-komputer terhubung pada WAN biasanya melalui network publik, misal sistem telepon. Komputer juga bisa terhubung dengan menyewa sambungan khusus atau via satelit dari service provider.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekoktenan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekoktenan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekoktenan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekoktenan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekoktenan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekoktenan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekoktenan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekoktenan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekoktenan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekoktenan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekoktenan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekoktenan.wordpress.com/606/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekoktenan.wordpress.com/606/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekoktenan.wordpress.com/606/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=606&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/tipe-tipe-network/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Akhmad Kun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mode Transmisi Data</title>
		<link>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/mode-transmisi-data/</link>
		<comments>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/mode-transmisi-data/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 12:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Kun</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAN Switching first-step]]></category>
		<category><![CDATA[LAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekoktenan.wordpress.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Perangkat-perangkat network menggunakan 3 mode (metode) transmisi untuk saling bertukar data : simplex, half duplex, dan full duplex. Simplex transmission dapat dianalogikan seperti jalan satu arah dimana traffik hanya bergerak satu arah saja. Yang berarti data hanya bergerak dari arah pengirim ke penerima saja. Half-duplex transmission dimana traffik hanya dapat berjalan ke salah satu arah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=600&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perangkat-perangkat network menggunakan 3 mode (metode) transmisi untuk saling bertukar data : <span style="color:#0000ff;">simplex</span>, <span style="color:#0000ff;">half duplex</span>, dan <span style="color:#0000ff;">full duplex</span>.</p>
<p><span id="more-600"></span></p>
<ul class="unIndentedList">
<li> <span style="color:#0000ff;">Simplex transmission</span> dapat dianalogikan seperti jalan satu arah dimana traffik hanya bergerak satu arah saja. Yang berarti data hanya bergerak dari arah pengirim ke penerima saja.<img class="aligncenter size-full wp-image-601" title="satu-arah" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-satu-arah.jpg?w=600" alt="satu-arah"   /></li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Half-duplex</span> <span style="color:#0000ff;">transmission </span>dimana traffik hanya dapat berjalan ke salah satu arah pada satu waktu, tapi tidak kedua-duanya disaat yang sama. Mode half-duplex membatasi transmisi data karena setiap perangkat harus bergiliran menggunakan media kabel. Karena itu data dapat dikirim dari A ke B, atau dari B ke A, tapi <span style="color:#ff0000;">tidak pada saat yang bersamaan</span>.<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-602" title="half-duplex" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/2-half-duplex.jpg?w=600" alt="half-duplex"   /></li>
<li> <span style="color:#0000ff;">Full-duplex transmission</span> seperti umumnya jalan raya dengan 2 jalur, masing-masing jalur mengakomodasi traffik yang menuju arah saling berlawanan. Mode full-duplex mengakomodasi transmisi dua arah secara simultan, yang berarti kedua kedua sisi dapat mengirim dan menerima data pada saat yang sama.<img class="aligncenter size-full wp-image-603" title="full-duplex" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/3-full-duplex.jpg?w=600" alt="full-duplex"   /></li>
</ul>
<p>Transmisi Full-duplex sebenarnya adalah dua koneksi simplex: satu koneksi untuk satu arah, dan satu koneksi untuk arah yang berlawanan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekoktenan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekoktenan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekoktenan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekoktenan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekoktenan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekoktenan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekoktenan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekoktenan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekoktenan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekoktenan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekoktenan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekoktenan.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekoktenan.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekoktenan.wordpress.com/600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=600&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/mode-transmisi-data/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Akhmad Kun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-satu-arah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">satu-arah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/2-half-duplex.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">half-duplex</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/3-full-duplex.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">full-duplex</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Logical Networks</title>
		<link>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/logical-networks/</link>
		<comments>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/logical-networks/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 12:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhmad Kun</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAN Switching first-step]]></category>
		<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[switch]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekoktenan.wordpress.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[Jaringan transportasi terdiri dari objek-objek fisik yang dapat kita sentuh, seperti rel kereta api, jalan raya, dan lain-lain. Elemen-elemen logical network tidak memiliki objek-objek seperti itu. Seperti halnya realita virtual ketika kita main video game, yang membuat seolah-olah kita mengendarai suatu pesawat tempur. Logical network terdiri dari elemen-elemen yang tidak bisa kita sentuh, meski begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=590&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jaringan transportasi terdiri dari objek-objek fisik yang dapat kita sentuh, seperti rel kereta api, jalan raya, dan lain-lain. Elemen-elemen<span style="color:#0000ff;"> logical network</span> tidak memiliki objek-objek seperti itu. Seperti halnya realita virtual ketika kita main video game, yang membuat seolah-olah kita mengendarai suatu pesawat tempur. Logical network terdiri dari elemen-elemen yang tidak bisa kita sentuh, meski begitu elemen-elemen itu ada.</p>
<p>Network terdiri dari bagian-bagian yang menghubungkan <span style="color:#0000ff;">source </span>(pengirim) dan <span style="color:#0000ff;">destination </span>(tujuan). Bagian-bagian ini dikelompokkan menjadi dua kategori: <span style="color:#0000ff;">physical </span>(komponen fisik) dan <span style="color:#0000ff;">logical </span>(komponen logik). Komponen fisik dan logik inilah yang membangun infrastruktur network yang memungkinkan kita berkomunikasi dengan orang lain dalam network. Contohnya, saat kita naik kapal feri dari bandung menuju surabaya</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-591" title="logical-network" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-logical-network.jpg?w=600" alt="logical-network"   /></p>
<p>Jalur fisik dalam perjalanan membawa kita dari Bandung menuju Kalimantan, dimana kita harus berganti kapal untuk melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Secara logik, perjalanan kita adalah dari Bandung ke Surabaya karena di Kalimantan kita tidak menetap, hanya berganti kapal saja. Komponen fisik disini adalah jalur antara tiga kota, tapi komponen logik adalah titik awal dan titik akhir dari kedua kota.</p>
<p><span id="more-590"></span></p>
<h2>Network Physical Components</h2>
<h4>Switches</h4>
<p>Jika tidak ada rute dari satu kota menuju kota selanjutnya, maka penumpang harus turun dari kapal dan berganti kapal yang lain pada pelabuhan, atau kapal itu harus berganti jalur. Switch bekerja dengan konsep yang sama, menghubungkan jalur-jalur network bersama-sama, menyediakan rute dari satu tempat ke tempat lain. Switch juga dapat menghubungkan satu mesin ke mesin lain secara langsung. <a name="ch01index17"></a></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-592" title="2-switches-path" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/2-switches-path.jpg?w=600" alt="2-switches-path"   /></p>
<p>Misalnya dalam suatu network user terhubung ke switch A. User memanfaatkan aplikasi untuk mengeprint dokumen dari komputer mereka, aplikasi tersebut mengirimkan dokumen melalu network menuju printer yang terhubung ke switch D. dokumen yang akan di print dibungkus dalam sebuah frame dan dikirimkan kedalam network dimana frame tersebut berjalan melalui switch B, switch C dan kemudian berhenti pada switch D. switch D kemudian memberikan frame ke printer untuk kemudian dicetak<a name="ch01index21"></a></p>
<h4>Cabling</h4>
<p>Untuk saling menghubungkan dua atau lebih titik harus ada medium untuk mengantar informasi dari satu titik ke titik lain, seperti rel kereta api antar stasiun. Medium adalah unsur fisik dimana sesuatu akan diantarkan melaluinya. Beberapa tipe media yang berbeda saat ini digunakan untuk komunikasi network seperti copper cable, fiber-optic cable, dan udara.</p>
<p>Copper cabling mengantarkan sinyal elektrik, seperti yang dihasilkan oleh modem komputer dan handphone. Fiber-optic cabling mengantarkan sinyal cahaya yang dikirimkan sebagai denyutan-denyutan cahaya.</p>
<p>Network cabling menghubungkan perangkat-perangkat jaringan seperti komputer seperti halnya rel kereta menghubungkan stasiun satu kota dengan stasiun di kota lain</p>
<h2>Network Logical Components</h2>
<p>Komponen logik network adalah informasi-informasi yang dibawa dari sumber ke tujuan. Informasi user yang disebut data diantarkan dalam bentuk frame melalui network. <a name="ch01index35"></a></p>
<h4>Frames</h4>
<p>Frame membawa data melalui network dan dibuat dari tiga bagian : header, data, dan trailer. Frame inilah yang membawa data user seperti halnya kereta api mengantarkan penumpang. Jika penumpang punya tiket tujuan, frame punya address tujuan.</p>
<ul class="unIndentedList">
<li> Frame <span style="color:#0000ff;">header</span>, mesin kereta yang didalamnya terdapat informasi address source (sumber) dan destination (tujuan).</li>
<li> Frame <span style="color:#0000ff;">data</span>, bagian kereta yang didalamnya terdapat penumpang/user data</li>
<li> Frame <span style="color:#0000ff;">trailer</span>, dapur kereta yang menandakan ujung akhir kereta/frame</li>
</ul>
<p>Komponen-komponen ini berkombinasi membentuk frame yang komplit seperti pada gambar.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-593" title="3-frame" src="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/3-frame.jpg?w=300&h=67" alt="3-frame" width="300" height="67" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekoktenan.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekoktenan.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekoktenan.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekoktenan.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekoktenan.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekoktenan.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekoktenan.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekoktenan.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekoktenan.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekoktenan.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekoktenan.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekoktenan.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekoktenan.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekoktenan.wordpress.com/590/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekoktenan.wordpress.com&#038;blog=5786019&#038;post=590&#038;subd=pekoktenan&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekoktenan.wordpress.com/2009/04/01/logical-networks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Akhmad Kun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/1-logical-network.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logical-network</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/2-switches-path.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2-switches-path</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pekoktenan.files.wordpress.com/2009/04/3-frame.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3-frame</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
