Arsip

Archive for the ‘@Books Review’ Category

Berkenalan dengan IGRP

April 17, 2009 3 komentar

IGRP dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh RIPv1. Dua kelemahan utama RIPv1 yang diatasi oleh IGRP adalah keterbatasan hop count; dan ketidakmampuan untuk memilih jalur terbaik berdasarkan parameter-parameter lain seperti bandwidth, reliability,delay, dan load. IGRP telah meningkatkan maximum hop count yang bisa digunakan sampai sebesar 255, tetapi hop count IGRP tidak digunakan untuk memilih jalur terbaik mencapai prefix network. Hop count hanya digunakan untuk membatasi diameter network. Setiap network dengan hop count yang melebihi maximum dianggap unreachable.

Metric pada IGRP berdasarkan pada parameter-parameter link antar router. Selain hal ini, IGRP beroperasi kurang lebih identik dengan RIPv1. Keduanya merupakan protokol routing classful, dan distance vector. Kesamaan antar keduanya dapat ditunjukkan pada topologi dan konfigurasi pada network dibawah ini.

1-top-intro-igrp Read more…

IP Pada Layer Network

April 7, 2009 1 komentar

Fungsi Layer Network

Layer Network model OSI (setara layer Internet pada TCP/IP) memiliki fungsi utama :

  • Menentukan pilihan alur terbaik bagi paket berdasarkan pada address logik pada tabel routing
  • Request ICMP,ARP, dan Proxy ARP

Internet Control Messaging Protocol (ICMP) digunakan oleh program ping dan traceroute. Packet Internet Groper (ping) memungkinkan untuk mem-validasi keberadaan suatu IP address dan dapat menerima request-request.

  • Ping adalah echo dan tanggapannya adalah echo response.
  • Router mengirimkan pesan Destination Unreachable (tujuan tidak dapat dicapai) ketika mereka tidak dapat mencapai network tujuan dan terpaksa harus menge-drop paket. Router yang menge-drop paket mengirimkan pesan ICMP DU.

Traceroute dapat melacak jalur yang diambil dari sebuah host ke host pada network tujuan. Traceroute juga dapat melaporkan IP address setiap router yang disinggahi (hop router) dalam perjalanan. Hal ini sangat berguna terutama ketika kita mencurigai ada salah satu router perantara yang mati.

Address Resolution Protocol (ARP) memetakan IP address yang diketahui ke MAC address dengan cara mengirimkan broadcast ARP. Ketika host tujuan berada pada subnet lain, maka host pengirim akan mengirimkan broadcasts ARP untuk address ethernet dari router atau default gateway  agar MAC address yang dikembalikan adalah MAC address dari router tersebut.

Reverse ARP (RARP) memetakan MAC address yang diketahui ke IP address.

Proxy ARP memungkinkan router untuk memberikan respon pada ARP request yang telah dikirimkan untuk host remote (berada pada subnet lain).

IP Addressing dan Formatnya

IPv4 addresses :

  • Terdiri dari 32 bit
  • Dibagi menjadi 4 octet (masing-masing 8 bit)
  • Menggunakan format dotted-decimal, misal : 167.205.34.10
  • Memiliki nilai (tiap octetnya) antara 0 dan 255

Binary

Untuk memahami tentang IP addressing, kita harus Read more…

Categories: CCNA exam-prep Tag:, , ,

RIPv2 -part2-

Bahasan kali ini merupakan kelanjutan dari topik Sebelumnya, menggunakan topologi yang sama dan konfigurasinya merupakan kelanjutan dari konfigurasi topik tersebut :D

Route Summarization

Salah satu fitur yang harus dipertimbangkan dalam sistem scalable adalah kemampuan untuk mengakumulasi atau meringkas informasi routing. RIPv2 memiliki kemampuan untuk meringkas prefix IP. Router A meng-advertise 2 prefix kepada Router B : 172.16.0.0/24 dan 172.16.1.0/24. Kedua prefix ini dapat diringkas menjadi 172.16.0.0/23. Dengan begitu, Router B hanya akan memiliki satu prefix dari RIP dalam tabel routing. Summarization pada RIP dapat dikonfigurasi seperti berikut :

A#
A#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
A(config)#int s1/0
A(config-if)#ip summary-address rip 172.16.0.0 255.255.254.0
A(config-if)#^Z
A#

Hasilnya pada router B Read more…

Konsep Networking Layer Data Link

April 6, 2009 7 komentar

Data Link Protocols

Token Ring

Token Ring adalah protokol LAN yang menggunakan teknologi media access token-passing pada topologi fisik ring atau star, yang membentuk topologi logik ring. Protokol ini dikembangkan oleh IBM kemudian dijadikan standard oleh IEEE dengan spesifikasi 802.5. dengan token-passing, 3 byte token dimasukkan ke dalam frame dan diserahkan dari satu node ke node yang lain dalam arah memutar sampai membentuk lingkaran penuh. Node yang sedang memiliki token tersebutlah yang berhak mengirimkan data kedalam LAN ketika itu. Karena hanya satu node yang dapat mengirimkan data pada satu waktu, maka tidak akan terjadi benturan data (collision) dalam network.

Token Ring tidak menggunakan hub atau switch untuk mengirimkan data melintasi network tetapi dengan menggunakan multistation access unit (MAU). MAU memiliki port Ring In (RI) dan Ring Out (RO). RO pada MAU yang pertama terhubung dengan RI pada MAU berikutnya. Terus bersambung sampai pada MAU terakhir yang RO-nya terhubung kembali dengan RI dari MAU pertama. Read more…

RIPv2 -part1-

April 5, 2009 1 komentar

RIP versi 2, atau RIPv2, masih memiliki hampir semua keterbatasan-keterbatasan yang ada pada RIPv1. Metric, convergence time, jangkauan network, dan counting to infinity masih ada pada RIPv2. Perbedaan antara keduanya adalah pada RIPv2, sudah ada dukungan terhadap VLSM. Update routing pada RIPv2 kini juga berisi informasi subnet mask. Kali ini akan digunakan topologi seperti pada RIPv1 tapi dengan sedikit perubahan, perhatikan gambar topologi berikut Read more…

Konsep Networking Layer Fisik

April 5, 2009 1 komentar

Network Topologies

Topologi dapat diartikan sebagai layout fisik ataupun layout logik dari sebuah network. Biasanya, topologi fisik didokumentasikan dengan sebuah diagram network, seperti diagram Visio.

Topologi fisik terdiri dari kabel-kabel,workstations (klien), dan beberapa perangkat pelengkap yang mendukung sebuah network. Topologi logik dapat digambarkan sebagai cara bagaimana sebenarnya sebuah network berkomunikasi.

Topologi Bus

Topologi bus dapat juga disebut sebagai topologi linear. Topologi ini dibangun sedemikian rupa sehingga node-node pada network saling terhubung oleh satu kabel tunggal (trunk/backbone). Sinyal elektrik dikirim dari Read more…

Categories: CCNA exam-prep Tag:

RIPv1 -part3-

Algoritma RIPv1

Berikut beberapa aturan-aturan yang diterapkan oleh RIPv1

Output algoritma RIPv1 :

  1. Jika prefix yang akan di advertise berada pada nomor major network yang sama, dan memiliki subnet mask yang sama dengan interface yang digunakan untuk meng-advertise network tersebut, maka Read more…

Model Standard Internetworking

April 4, 2009 2 komentar

Apakah Internetwork?

Internetwork adalah koneksi koneksi yang terdiri dari beberapa network. Network-network ini dihubungkan bersama oleh sebuah perangkat internetwork untuk  menyediakan komunikasi antar network. Internetwork dapat juga di sebut sebagai internet dengan ‘i’ kecil. Internet (dengan ‘I’ besar) adalah internet terbesar didunia.

Tipe-tipe Internetworks

Ada beberapa tipe internetwork antara lain LAN dan WAN, yang merupakan tipe internetwork yang paling banyak dipakai saat ini.

Local Area Network (LAN)

Seperti namanya, LAN hanya terbatas pada area geografis lokal (kecil). Contoh sebuah LAN dapat berupa network yang terdiri dari komputer-komputer pribadi yang terhubung dalam satu departemen. User-user ini berbagi akses terhadap resource seperti data dan perangkat network. User-user dalam satu segment LAN dapat memakai bersama sebuah printer dan berkomunikasi satu sama lain via email. Juga mereka berada pada satu admin yang berwenang.

LAN  adalah network dengan ukuran geografis terkecil.

Networking pada LAN menggunakan switch, bridge, hub, dan/atau repeater untuk saling berhubungan dengan LAN-LAN lainnya dan meningkatkan ukuran jangkauan LAN. Router digunakan untuk Read more…

RIPv1 -part2-

Topologi dan Kondisi Awal

topology

Read more…

RIPv1 -part1-

April 3, 2009 2 komentar

Konfigurasi Awal dan Topologi

topology-rip-v11

Read more…

Model OSI: Implementasi dan Keterkaitan antar Layer

April 3, 2009 3 komentar

Layer bagian atas pada model Open System Interconnection (OSI), dimana terdapat data user, membutuhkan layer bagian bawah, seperti halnya kereta api memerlukan rel untuk bergerak dari A ke B. Layer bagian bawah -physical, data link, dan network- inilah yang berfungsi sebagai “jalan raya” atau “rel kereta” bagi data user, memungkinkan data untuk bergerak melintasi network, seperti ketika seorang mengirimkan e-mail atau browsing-browsing internet.

Layer 1: Physical Layer

physical layer menggerakkan arus bit (sinyal) dari satu titik ke titik lain melintas melalui penghantar, dalam hal ini kabel network, mulai dari transmitter (perangkat yang mengirimkan sinyal) dan berhenti pada receiver (perangkat yang menerima sinyal). Sebagai contoh, ketika kita melakukan percakapan dengan orang lain via telepon, mulut kita adalah bagian dari transmitter dan telinga orang lain itu berfungsi sebagai receiver. Sinyal dapat berupa impulse listrik saat dihantarkan via tembaga, berupa cahaya jika dihantarkan oleh kabel fiber-optic, atau berupa sinyal radio saat dihantarkan oleh udara.

Physical layer terdiri dari :

  • Signal: Data yang dihantarkan berada dalam bentuk bit-bit (1 dan 0), yang kemudian di konversi kedalam impulse listrik (gelombang sinus), sinyal radio, atau denyutan cahaya.
  • Hardware: Transmitter, receiver, repeater, regenerator, atau hub.
  • Media: Coaxial (coax), fiber-optic, atau kabel tembaga/copper (shielded dan unshielded twisted-pair); dan udara bagi sinyal wireless.

Read more…

Konfigurasi Dasar IP Router

April 2, 2009 2 komentar

Klik pada gambar untuk topologi yang lebih jelas
topology
Read more…

Model Desain Hirarki

April 2, 2009 1 komentar

Cisco Hierarchical Design Model adalah model network lain yang digunakan untuk mendesain dan membangun network-network komunikasi data. Hierarchical Design Model terdiri dari 3 lapis/layer : layer core, distribution, dan access .

three-tiered-design-model

Hierarchical Design Model digunakan oleh desainer, arsitek, dan insinyur network saat mendesain dan mengimplementasikan network yang effisien dan dapat diperluas. Layer core menyediakan switching kecepatan tinggi antar site dan dianggap sebagai backbone network. Layer distribution menyediakan koneksi yang berbasis pada kebijaksanaan-kebijaksanaan (policy) seperti data apa yang boleh dan tidak boleh melintas dalam network. Layer access memungkinkan user mengakses network dan resource-nya.

three-tiered-model

Hierarchical Design Models juga dapat dianalogikan seperti pada gambar diatas.

Bergerak Melintasi Model OSI

Untuk lebih memahami bagaimana network switching bekerja, penting memahami bagaimana model OSI bekerja dan bagaimana data melintasi model OSI. Laju data tergantung pada sudut pandang pengirim (source) atau penerima (destination). Pengirim akan membungkus / enkapsulasi data mirip seperti kita membungkus surat kedalam amplop. Penerima membuka bungkus data / dekapsulasi data seperti halnya jika kita menerima dan membaca surat.

Mengirim dan mengenkapsulasi data melewati 5 tahap sebagai berikut :

  • User data (Layers 5-7-application, presentation, session)
  • Segments (Layer 4-transport)
  • Packets (Layer 3-network)
  • Frames (Layer 2-data link)
  • Bits (Layer 1-physical)

Untuk mendemonstrasikan proses enkapsulasi data, mari kita perhatikan saat user menulis dan mengirimkan surat kertas seperti pada gambar

enkapsulasi

Pada gambar diatas, data (dalam hal ini surat kertas) di kirim (dan dienkapsulasi) sebagai berikut:

  • User data (Layers 5-7): User mulai menuliskan surat kertasnya.
  • Segments (Layer 4): User melipat kertas surat dan memasukkan kedalam amplop. Jika surat kertas terdiri dari beberapa halaman, maka setiap halaman (baca: segment) akan diberikan nomor urut (sequence number) sehingga surat dapat dibaca dengan urutan yang benar oleh penerima.
  • Packets (Layer 3): User menuliskan alamat dan kode pos pengirim dan penerima pada amplop. Seperti halnya amplop, paket juga berisi informasi-informasi user dan menunjukkan address pengirim dan penerima.
  • Frames (Layer 2): Kertas surat user dimasukkan kedalam kantong surat pos dengan surat-surat lain yang bertujuan sama. Kantong surat pos ini berfungsi seperti frame yang membawa beberapa paket. Frame-frame ini kemudian dimasukkan kedalam truk surat, yang kemudian dibawa oleh sopir ke tujuan.
  • Bits (Layer 1): Truk surat dikendarai melintasi jalan raya dan jalan-jalan lainnya untuk mencapai penerima.

Langkah-langkah berikut mendemonstrasikan proses yang terjadi pada data ditempat penerima dimana ia membuka surat :

  • Truk surat tiba pada tujuan dengan membawa amplop.
  • Stasiun penerima memeriksa alamat tujuan pada amplop dan menyampaikannya pada alamat tempat tujuan tersebut.
  • Seseorang pada alamat penerima membuka amplop dan mengeluarkan kertas-keras surat.
  • Kertas-kertas penerima dibaca setiap isinya.

Model OSI

Model OSI mendefinisikan framework networking dalam bentuk 7 layer. Kontrol data diserahkan dari satu layer pada layer selanjutnya, mulai dari layer aplikasi turun sampai layer terendah. Kontrol data kemudian dikirimkan melintasi koneksi fisik antara setiap titik sepanjang jalur perjalanan kemudian diserahkan kepada model layer sampai ke layer paling atas pada komputer penerima.

osimodelsendingreceiving

Layer 1 sampai layer 4 disebut sebagai layer bawah, dan layer 5 sampai 7 disebut sebagai layer bagian atas. Setiap layer melakukan fungsi-fungsi spesifik dan menyediakan servis bagi layer diatasnya.

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.