Menggunakan TCL Script
Tujuan
- Mempelajar penggunaan TCL scripts untuk memverifikasi koneksi
- Mengidentifikasi adanya kegagalan koneksi
Topology

Langkah 1 : konfigurasi awal
Kopi pastekan konfigurasi berikut pada masing-masing router Read more…

Kopi pastekan konfigurasi berikut pada masing-masing router Read more…
Tabel Topologi inilah yang membedakan dengan protokol distance vector, dimana tabel topologi pada link-state merupakan gambaran menyeluruh mengenai network, sedangkan pada distance vector hanya berisi list dari apa-apa yang diketahui oleh neighbor, itulah mengapa distance vector disebut juga sebagai routing by rumour.
Tabel topologi akan berisi semua jalur/path yang mungkin untuk menempuh setiap network destination. Dan untuk setiap network destination akan dipilih satu jalur/path terbaik yang kemudian akan disimpan kedalam tabel routing.
Setelah beberapa waktu yang lama, link-state router akan saling mengirimkan update secara periodic yang berisi keseluruhan informasi routing untuk memastikan konsistensi informasi pada semua router dalam 1 area, pada OSPF hal ini terjadi setiap 30 menit. Read more…
RIPng untuk Ipv6 berbasis pada RIPv2, tetapi bukan merupakan extension dari RIPv2; RIPng merupakan protokol terpisah. RIPng tidak mendukung Ipv4, jadi untuk menggunakan RIP untuk proses routing Ipv4 dan Ipv6 kita harus menggunakan RIPv1/v2 untuk Ipv4 dan RIPng untuk Ipv6.
RIPng menggunakan timer,prosedur, dan tipe message yang sama dengan RIPv2. Misalnya, RIPv2 menggunakan update timer 30 detik yang telah ditambahi sedikit untuk mencegah sinkronisasi, periode timeout 180-detik, dan timer untuk garbage-collection 120 detik, dan holddown timer 180 detik. RIPng juga menggunakan metric hop-count, dengan 16 menunjukkan nilai unreachable. Dan juga menggunakan Request dan Response messages dengan cara yang sama seperti RIPv2. Serta pesan Request dan Response dikirim secara multicast dengan sedikit pengecualian untuk unicast yang digunakan RIPv1 dan v2. Address multicast Ipv6 yang digunakan RIPng adalah FF02::9.
Hal yang beda ada pada cara Otentikasi. RIPng tidak memiliki mekanisme otentikasi sendiri, tetapi mengandalkan fitur yang ada pada Ipv6.
Gambar dibawah menunjukkan format message RIPng. Tidak seperti RIPv1/v2 yang berjalan pada port UDP 520, RIPng menggunakan port UDP 521. Juga tidak ada ukuran message yang di set. Ukuran message hanya bergantung pada MTU pada link.
Semua prosedur operasi, timer-timer, dan fungsi-fungsi stabilitas dari RIPv1 tetap ada pada versi 2, dengan pengecualian update broadcast. Pada RIPv2 update dilakukan secara multicasts pada router-router lain menggunakan address kelas D 224.0.0.9. Keuntungan multicast adalah mesin-mesin pada network lokal yang tidak berpartisipasi dalam proses RIP tidak perlu menghabiskan waktu “membuka bungkus” paket broadcast dari router.
Formate message RIPv2 ditunjukkan pada gambar dibawah; struktur dasar masih sama dengan RIPv1. Semua extension ditaruh pada field-field yang dulunya tidak dipakai. Seperti pada versi 1, update RIPv2 dapat memuat sampai 25 entri route. Operasi RIPv2 juga berada pada UDP port 520 dan memiliki ukuran maksimum diagram 512 octet.

Secara default, EIGRP mendukung fitur yang disebut auto-summary, dimana auto-summary akan secara otomatis melakukan summarization beberapa subnet kedalam bentuk major network classful untuk setiap subnet/network yang akan di advertise melewati boundary (batas) major network yang berbeda. Misalnya pada topologi diatas, router BB akan otomatis melakukan summarization untuk network 172.30.0.0/24 – 172.30.7.024 saat akan di advertise ke R2 karena melewati kelas major network yang berbeda (10.1.24.0/30). Dalam hal ini network-network tersebut akan di summary menjadi bentuk major network classfull 172.30.0.0/16 ke R2 dan R3.
R2#sh ip route
Codes: C – connected, S – static, R – RIP, M – mobile, B – BGP
D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2
i – IS-IS, su – IS-IS summary, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2
ia – IS-IS inter area, * – candidate default, U – per-user static route
o – ODR, P – periodic downloaded static route
Gateway of last resort is 10.1.24.2 to network 0.0.0.0
D 172.30.0.0/16 [90/2297856] via 10.1.24.2, 00:09:31, Serial0/0
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 3 subnets, 2 masks
C 10.1.2.0/24 is directly connected, Ethernet1/0
C 10.1.24.0/30 is directly connected, Serial0/0
D 10.1.34.0/30 [90/2195456] via 10.1.2.1, 01:04:04, Ethernet1/0
D* 0.0.0.0/0 [90/2297856] via 10.1.24.2, 01:04:04, Serial0/0
Secara default, tidak ada otentikasi yang diaktifkan untuk paket-paket protokol routing. Ketika otentikasi router neighbor telah diaktifkan, maka router akan meng-otentikasi sumber pengirim dari setiap paket update yang diterima, hal ini dapat dijalankan dengan cara saling bertukar kunci (password) otentikasi yang dikenali oleh router pengirim dan penerima.
Ada 2 tipe otentikasi: password otentikasi sederhana dan otentikasi MD5.
Read more…
Summarization secara manual memiliki beberapa karakter:
Router(config-router)#
no auto-summary
Router(config-if)#
ip summary-address eigrp as-number address mask [admin-distance]
EIGRP akan otomatis melakukan summarization pada batas major network classful, kadang summarization secara otomatis ini tidak kita inginkan. Misalnya, ketika kita memiliki network-network yang discontiguous alias tidak bersebelahan/berurutan, maka kita harus men-disable fitur auto-summary ini.
Untuk mengkonfigurasi summarization secara manual, gunakan prosedur sebagai berikut:

R2#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R2(config)#router eigrp 1
R2(config-router)#network 10.0.0.0 R2(config-router)#no auto-summary
R2(config-router)#^Z
R2#
R3#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
R3(config)#router eigrp 1
R3(config-router)# network 10.0.0.0
R3(config-router)# no auto-summary
R3(config-router)#^Z
R3#
Untuk memverifikasi apakah protokol EIGRP sudah aktif bisa menggunakan perintah Read more…
Router(config)#
router eigrp autonomous-system-number
Router(config-router)#
network network-number [wildcard-mask]
Jika tidak digunakan sebuah wildcard mask, maka proses EIGRP akan mengasumsikan bahwa Read more…
EIGRP adalah protokol routing yang termasuk proprietari Cisco, yang berarti hanya bisa dijalankan pada router Cisco, EIGRP bisa jadi merupakan protokol routing terbaik didunia jika bukan merupakan proprietari Cisco.
Kelebihan utama yang membedakan EIGRP dari protokol routing lainnya adalah EIGRP termasuk satu-satunya protokol routing yang menawarkan fitur backup route, dimana jika terjadi perubahan pada network, EIGRP tidak harus melakukan kalkulasi ulang untuk menentukan route terbaik karena bisa langsung menggunakan backup route. Kalkulasi ulang route terbaik dilakukan jika backup route juga mengalami kegagalan. Berikut adalah fitur-fitur yang dimiliki EIGRP:
EIGRP mengkombinasikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Read more…
EIGRP termasuk protokol proprietari milik Cisco, dan hanya bisa dijalankan pada router Cisco, merupakan protokol routing terbaik jika saja kita memiliki router Cisco. EIGRP menggunakan algoritma DUAL untuk menandingi OSPF.
Router yang menjalankan EIGRP me-maintain 3 jenis tabel
Untuk informasi, semua IP address yang dipakai pada lab ini adalah private IP address, yang berarti lab ini tidak bisa melakukan koneksi ke Internet, kecuali satu interface milik R1 yakni e0/1 yang akan diberikan IP address publik untuk nanti digunakan dalam konfigurasi lab NAT.
Lanjutan dari postingan sebelumnya, sekarang mari kita buat agar mesin deddy menjadi anggota VLAN10
S3#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. S3(config)#int fa0/8 S3(config-if)#switchport access vlan 10 S3(config-if)#^Z S3#
dan mesin teddy sebagai anggota dari VLAN20
S2#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. S2(config)#conf t S2(config)#int fa0/8 S2(config-if)#switchport access vlan 20 S2(config-if)#^Z S2#
Vlan equal dengan subnet, equal dengan broadcast domain, karena itu kini mesin deddy dan teddy berada pada 2 subnet yang berbeda sama sekali. Untuk itu kita harus meng-assign IP address network yang berbeda pula, untuk hal ini mari kita buat seperti berikut
VLAN 10 = 192.168.10.0/24, default gw=192.168.10.1
VLAN20 = 192.168.20.0/24, default gw =192.168.20.1
Jadi Topologi baru kita akan menjadi seperti berikut ini
Komentar