Arsip

Arsip untuk Desember, 2008

install slax ke hd

Desember 31, 2008 3 komentar

ini aku coba testing di vmware, rencananya sih aku buat sebagai pc client pada GNS3 lumayan, tidak menghabiskan hd daripada menginstall windows xp, requirement nya juga kecil, dan tentu saja support tcp/ip seperti halnya OS Linux yang lain (ping, telnet, ssh, sshd, tcpdump, dll). Eniwei, berikut langkah2nya :

  1. dapatkan iso slax dari situs resminya http://www.slax.org/get_slax.php
  2. boot virtual machine melalui cd yang menggunakan iso image yang baru didapatkan
  3. pilih text-mode saat booting
  4. partisi hardisk menggunakan cfdisk menjadi 2 partisi, sda1 (4GB) dan sda2 (1GB)
    • root@slax:~# cfdisk /dev/sda
    • root@slax:~# mkfs.ext3 /dev/sda1
    • root@slax:~# mkswap /dev/sda2
    • root@slax:~# swapon /dev/sda2
  5. mount sda1 ke /mnt/sda1 dan kopi isi dari root (/) ke sda1
      • root@slax:~# cd /mnt
      • root@slax:/mnt# mkdir sda1
      • root@slax:/mnt# mount /dev/sda1 /mnt/sda1
      • root@slax:/mnt# cp -p  -R /{bin,dev,etc,home,lib,root,sbin,usr,var,opt} /mnt/sda1/
      • root@slax:/mnt# mkdir /mnt/sda1/{boot,mnt,proc,sys,tmp}
      • root@slax:/mnt# cp /boot/vmlinuz /mnt/sda1/boot/
      • root@slax:/mnt# mount -t proc proc /mnt/sda1/proc/
      • root@slax:/mnt# mount --bind /dev /mnt/sda1/dev/
      • chroot ke sda1 dan install lilo boot loader
        • root@slax:/mnt# chroot /mnt/sda1/
        • root@slax:/# cat > /etc/lilo.conf << eof
          > lba32
          > boot=/dev/sda
          > prompt
          > timeout=1200
          > vga=normal
          > default=linux
          >
          > #boot normal text-mode
          > image=/boot/vmlinuz
          > label=linux
          > root=/dev/sda1
          > read-only
          >
          > eof
        • root@slax:/# lilo
      • reboot dan disconnect iso image dari cd
      • bonus, install module vim sebagai text editor
        • donwload module vim di http://www.slax.org/modules.php?action=detail&id=560
        • root@slax:~# lzm2dir vim-7.1.lzm /

      sep :D

      Categories: linux Tag:,

      LAN Switch Logic

      Desember 30, 2008 Tinggalkan Komentar

      Berikut hal-hal yang akan dilakukan sebuah switch saat menerima sebuah frame

      1. sebuah frame diterima
      2. jika tujuan frame tersebut adalah broadcast atau multicast, maka frame akan di forward ke semua port kecuali port dimana frame diterima.
      3. jika tujuan frame adalah unicast, dan mac address tujuan tidak ada dalam tabel, maka frame akan di forward ke semua port kecuali port dimana frame diterima.
      4. jika tujuan frame adalah unicast, dan mac address tujuan berada dalam tabel, dan mac address tujuan tidak berada dalam satu interface switch dengan mac address pengirim, maka frame akan di forward ke port interface yang bersesuaian dalam tabel.
      5. jika tidak maka frame tidak diforward

      Njlimet yak..? hmmm baca-baca lagi deh bagaimana cara kerja switch :D

      Categories: ccna Tag:, ,

      Ethernet

      Desember 17, 2008 Tinggalkan Komentar

      Sejarah

      • 1973 : Xerox Invents Ethernet (3 mbps, megabits/second)
      • 1982 : Ethernet standardized between vendors (10 mbps)
      • 1995 : Fast Ethernet emerges (100 mbps)
      • 2000 : Gigabit Ethernet emerges (1000 mbps)
      • 2002 : 10 Gigabit Ethernet emerges (10000 mbps)
      • 2007 : 100 Gigabit Ethernet emerges (100000 mbps)

      Satuan Ukuran dan Kecepatan

      • byte → 1 karakter
      • Kilobyte → 1024 Byte
      • Megabyte → 1024 KiloByte
      • Gigabyte → 1024 MegaByte
      • Terabyte → 1024 GigaByte

      komputer tidak menggunakan byte sebagai satuan, tetapi menggunakan bit, dimana

      • 1 byte = 8 bit
      • angka biner (binary) yang terdiri dari : 1 dan 0
      • contoh : 5 = 00000101
      • kbps = kilobits/second

      Data Link Layer

      Terdiri dari 2 bagian :

      • LLC (Logical Link Control), penghubung antara data link layer ke layer diatasnya yakni network layer dimana biasanya terdapat IP address, tapi bisa saja network layer menggunakan protokol lainnya (IPX, etc).
      • MAC (Media Access Control), dimana terdapat mac address, menghubungkan data link dengan layer dibawahnya yakni layer fisik termasuk : wireless, fiber, cat s.

      CSMA/CD

      Carrier Sense, Multiple Access / Collission Detection, adalah sekumpulan peraturan yang berlaku dalam sebuah jaringan ethernet

      1. Carrier : sebuah sinyal dalam jaringan
      2. Sense : kemampuan untuk mendeteksi
      3. Multiple Access : Setiap mesin/device memiliki akses yang setara.
      4. Collission : memungkinkan terjadinya kolisi/tabrakan jika 2 mesin mengirimkan paket bersamaan.
      5. Detection : hal-hal yang dilakukan jika terjadi kolisi.

      Jenis-jenis komunikasi

      1. Unicast : jika sebuah komputer mengirimkan data kepada 1 buah kompter
      2. Broadcast : jika sebuah komputer mengirimkan data kepada seluruh komputer dalam satu network
      3. Multicast : jika sebuah komputer mengirimkan data kepada sebuah grup dimana semua komputer yang termasuk dalam grup ini akan menerima pesan data tersebut.

      MAC address

      • merupakan 48 bits (12 hex karakter) contoh : 00:0c:29:8d:c6:ef
      • 24 bit (6 karakter) pertama merupakan OUI (organizational unique identifier) yang berarti menunjukkan nama perusahaan yang memproduksi hardware.
      • 24 bit (6 karakter) kedua menunjukkan vendornya.
      Categories: ccna Tag:, ,

      Bermain OSPF pake gns3

      Desember 16, 2008 2 komentar

      Setelah bermain konsep dan teori ospf, mubazir donk kalo gak dipraktekin, apalagi orang sering bilang practices make perfect, hmmm, ga ada salahnya dicoba… :D

      Topologi Jaringan OSPF

      Topologi Jaringan OSPF

      Gambar diatas adalah gambaran topologi jaringan dari gns3. semua router menggunakan cisco ios 3660. untuk R1 dan R4 aku tambahkan modul NM-4T pada slot-1 dan membuat keduanya terkoneksi secara point-to-point. berikut konfigurasi start-up setiap router sebelum bermain-main dengan ospf

      R1

      R1#sh ip int brief
      Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
      FastEthernet0/0 172.30.49.1 YES manual up up
      FastEthernet0/1 unassigned YES unset administratively down down
      Serial1/0 10.1.14.1 YES manual up up
      Serial1/1 unassigned YES unset administratively down down
      Serial1/2 unassigned YES unset administratively down down
      Serial1/3 unassigned YES unset administratively down down

      R4

      R4#sh ip int brief
      Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
      FastEthernet0/0 172.30.50.4 YES manual up up
      FastEthernet0/1 unassigned YES NVRAM administratively down down
      Serial1/0 10.1.14.2 YES manual up up
      Serial1/1 unassigned YES NVRAM administratively down down
      Serial1/2 unassigned YES NVRAM administratively down down
      Serial1/3 unassigned YES NVRAM administratively down down

      R2

      R2#sh ip int brief
      Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
      FastEthernet0/0 172.30.50.2 YES NVRAM up up
      FastEthernet0/1 unassigned YES NVRAM administratively down down

      R3

      R3#sh ip int brief
      Interface IP-Address OK? Method Status Protocol
      FastEthernet0/0 172.30.50.3 YES NVRAM up up
      FastEthernet0/1 unassigned YES NVRAM administratively down down

      Sekarang mari kita mulai mengkonfigurasi setiap router agar semua network bisa terhubung menggunakan protokol OSPF :D [mode semangka,eh semangat: on :D ]

      Read more…

      Categories: @GNS3 Lab, bsci, ubuntu Tag:, , ,

      FreeBSD7, Apache22, PHP5, dan PHPMyAdmin

      Desember 16, 2008 Tinggalkan Komentar

      System :

      FreeBSD 7.1-PRERELEASE
      apache-2.2.9_5
      php-5.2.8
      mysql-5.0.67
      phpMyAdmin-3.1.1-all-languages

      Jika perlu setting make.conf agar menuju ke server terdekat misal

      master# vim /etc/make.conf

      dan tambahkan line berikut

      MASTER_SITE_OVERRIDE=ftp://ftp.itb.ac.id/pub/FreeBSD/ports/distfiles/${DIST_SUBDIR}/

      Apache22
      lakukan

      master# cd /usr/ports/www/apache22
      master# make config
      master# make install clean
      master# rehash

      Untuk mengubah default konfigurasi apache edit file httpd.conf nya

      master# vim /usr/local/etc/apache22/httpd.conf

      isikan ServerName misal :

      ServerName master.cnrglab.itb.ac.id:80

      untuk testing apakah file konfigurasi httpd.conf bisa dipakai :

      master# apachectl configtest
      Syntax OK

      jalankan apache :

      master# apachectl start
      [Tue Dec 16 23:08:35 2008] [warn] (2)No such file or directory: Failed to enable the ‘httpready’ Accept Filter

      jika muncul pesan seperti diatas, berarti module accf_http belum terload dalam kernel, modul ini berfungsi untuk membuffer rekuest koneksi pada server  sampai rekuest yang ada komplit.

      Untuk meload module ini kedalam kernel lakukan

      master# kldload accf_http

      agar module ini terload kedalam kernel setiap booting tambahkan line berikut dalam file /boot/loader.conf

      accf_http_load=”YES”

      atau :

      master# echo ‘accf_http_load=”YES”‘ >> /boot/loader.conf

      PHP5

      lanjut besok deh… ftp.itb.ac.id nya lagi matik… jadi ga bisa make install :(

      Read more…

      Konsep OSPF -bagian2-

      Desember 16, 2008 1 komentar

      DR & BDR

      Dalam satu segment network, salah satu router akan dipilih menjadi Designated Router (DR) dan satu lagi dipilih menjadi Backup Designated Router (BDR). BDR tidak melakukan peran apapun kecuali jika DR mati/offline.

      Setiap router dalam satu shared segment (segment dimana beberapa router terhubung dalam satu network) jika mengalami perubahan network akan mengirimkan update kepada alamat multicast 224.0.0.6 yang anggotanya hanya DR dan BDR , kemudian DR akan mengirimkan ulang update yang diterima kepada alamat multicast 224.0.0.5 yang anggotanya seluruh router dalam segment tersebut.

      Pemilihan siapa yang menjadi DR atau BDR didasarkan pada “Router Priority”, siapapun yang memiliki router-priority paling tinggi akan dipilih sebagai DR dalam segment tersebut. Tetapi seringkali router dalam keadaan default memiliki router-priority yang sama, dalam keadaan seperti ini maka pemilihan DR/BDR akan didasarkan pada router-id.

      Setiap router dalam satu shared segment selain DR/BDR hanya memiliki neighbor relationship pada keadaan full-state dengan DR dan BDR, selain itu neighbor relationship yang mereka miliki berada dalam keadaan 2-way state. Jadi, maksimum full-state neighbor relationship yang dimiliki router dalam satu segment hanyalah 2 buah.

      Tipe-tipe paket OSPF

      • Hello

      • Database Description (DBD)

      • Link-State Request (LSR)

      • Link-State Advertisement (LSA), paket paling besar, berisi update dari setiap router per router.

      • Link-State Update (LSU)

      • Link-State Acknowledgement (LSACK), OSPF tidak menggunakan TCP/UDP, ospf menggunakan protokol layer 4 tersendiri dan LSACK adalah pengganti ACK yang biasa digunakan dalam TCP. Jadi OSPF bersifat reliable.

      Categories: bsci Tag:, ,

      Konsep OSPF -bagian1-

      Desember 16, 2008 1 komentar

      Link-State Routing Protocols

      • Ada dua protokol routing yang termasuk dalam jenis ini:
        • IS – IS
        • OSPF
      • menggunakan 3 macam table :
        • Neighbor Table (seperti yang dipakai dalam Distance Vector)
        • Topology Table, merupakan gambaran menyeluruh dari semua kemungkinan network yyang ada dalam satu area (route-map) juga disertai dengan semua kemungkinan rute untuk mencapai setiap network tersebut.
        • Routing Table, dari topology table, bisa kita ambil rute terbaik untuk menuju setiap network dalam satu area dan mengumpulkannya dalam satu list. List inilah yang disimpan dalam routing table.
      • Menggunakan algoritma Dijkstra’ Shortest Path First (SPF)
      • Mengirimkan update kedalam network hanya jika terjadi perubahan.
      • Mengirimkan update secara periodik (LS Refresh) dalam interval yang lama.

      Desain OSPF
      ospfdesign

      • Semua area harus terhubung dengan area 0 (backbone area).
      • Semua router dalam satu area memiliki Topology Table yang sama.
      • Tujuan : menjaga agar update yang terjadi hanya dikirim ke router-router yang berada dalam satu area saja dan tidak perlu dikirimkan keluar area (localize).
      • Membutuhkan design yang teliti.
      • ABR (Area Border Router) : adalah router yang terhubung lebih dari 1 area ospf. Dan salah satunya haruslah area 0. Router inilah yang mencegah update dalam satu area tidak dikirim ke area yang lain.
      • ASBR (Autonomous System Boundary Router) : adalah router yang menghubungkan network dalam satu Autonomous system dengan network lain dalam Autonomous System yang lain
      • Dalam desain OSPF, hanya ABR dan ASBR yang bisa melakukan routing summarisasi.

      OSPF Neighbor Relationship
      Hubungan ketetanggaan hanya bisa terjadi pada router-router yang berada dalam satu area. Berikut langkah-langkah yang dilakukan oleh router untuk menjalin neighbor relationship dengan router lain.

      1. Menentukan Router ID
        1. Router ID hanyalah nama router yang dikenali dalam proses ospf
        2. Secara default, IP address dari interface fisik yang aktif dengan IP address paling tinggi menjadi router id secara default
        3. jika ada loopback interface yang aktif maka ip address dari loopback yang menjadi router-id
        4. bisa di overrule dengan cara menghardcode router-id
      2. Menentukan interface mana saja yang akan dilibatkan dalam proses ospf
      3. Mengirimkan Hello Paket melalu interface-interface yang telah dipilih *down state*
        1. Hello Paket dikirimkan setiap 10 detik dalam Broadcast/p2p networks
        2. Hello Paket dikirimkan setiap 30 detik dalam NBMA networks
        3. Hello Paket memuat informasi-informasi sebagai berikut :
          • Router-ID
          • Hello & Dead timers *
          • Network Mask*
          • Area ID*
          • Neighbors (tetangga)
          • Router Priority
          • DR/BDR IP address
          • Authentication Password**)

            berarti nilai yang dimiliki oleh router-router yang akan bertetangga harus sama

      4. Menerima Hello Paket dari router lain *Init State*
        jika router terus menerus berada pada fase initdowninit – down maka :

        1. periksa hello/dead interval
        2. periksa netmasks
        3. periksa Area ID
        4. periksa Authentication Password
      5. Me-reply paket hello *2-way state*
        1. Memeriksa dalam Hello Paket apakah router-router ini sudah bertetangga
          • jika YA, reset dead timer
          • jika TIDAK, tambahkan dalam list sebagai neighbor baru
      6. Master-Slave relationship *exstart state*
        master-slave ini tidak begitu penting dalam proses ospf, hal ini hanya untuk menetukan siapa yang mengirimkan Hello Paket lebih dulu. Master mengirimkan lebih dulu baru slave kemudian

        1. ditentukan oleh priority, yang paling tinggi menjadi master, router-id breaks tie
        2. Master mengirimkan paket Database Description (DBD)

          • DBD = potongan dari link-state database (bukan keseluruhannya)

        3. Slave juga mengirimkan paket DBD nya.

      7. DBD  diterima dan diperiksa oleh masing-masing router *Loading State*

        1. Slave meminta detail pada Master (Link State Request – LSR)
        2. Master mengirimkan updates (Link State Update – LSU)
        3. Master meminta detail pada slave (LSR)
        4. Slave mengirimkan updates (LSU)
      8. Neighbor terjalin *full state*

      Setelah terjalin hubungan ketetanggaan (neighbor) maka router-router akan menjalankan algoritma SPF dan mulai mengisi routing table.

      Categories: bsci Tag:, ,

      TCP-IP Basic -TCP vs UDP-

      Desember 16, 2008 Tinggalkan Komentar

      Naik Ke layer 4 : TCP vs UDP
      tcpudp

      Saat paket sampai pada transport layer (layer 4 OSI) paket harus memilih salah satu dari dua protokol yang harus dia gunakan : TCP atau UDP
      TCP

      • menjalin koneksi, sebelum pengiriman data pengirim akan menginisiasi untuk menjalin koneksi terlebih dahulu dengan penerima. Hal ini dikenal sebagai three-way handshake.
      • menggunakan sequence number (urutan angka), sebelum data dikirimkan, data di pecah-pecah menjadi beberapa paket, setiap paket yang dikirimkan diberi nomor urut sehingga saat sampai di tujuan, paket-paket tersebut bisa di satukan kembali menjadi kesatuan data seperti saat sebelum dikirimkan.
      • reliable (menggunakan ACK), sebuah konfirmasi yang dikirimkan penerima kepada pengirim sebagai tanda bahwa paket yang dikirimkan telah diterima dengan selamat.

      UDP

      • tidak menjalin koneksi
      • pengiriman data yang cepat, karena UDP tidak menjalin koneksi terlebih dahulu dan tidak membutuhkan ACK maka transfer data menjadi lebih cepat.
      • tidak reliable (memungkinkan paket hilang dalam perjalanan), efek samping karena tidak menggunakan ACK.

      TCP : three-way handshake

      1. pengirim mengirimkan paket SYN, yang berarti ajakan untuk menjalin koneksi dengan penerima (synchronization).
      2. penerima membalasnya dengan mengirimkan paket SYN-ACK yang berarti persetujuan untuk menjalin koneksi. (synchronization-acknowledge).
      3. Pengirim membalas kembali dengan paket ACK (acknowledgement).

      Setelah proses three-way handshake terjadi, kedua komputer sudah bisa memulai bertukar data.

      TCP windowing

      TCP windowing menentukan jumlah paket (window size) yang harus dikirimkan sebelum penerima mengirimkan ACK kepada pengirim. Setiap kali pengirim mendapatkan ACK dari penerima, pengirim akan terus berusaha menaikkan lagi dan lagi window size-nya, yang berarti pengirim bisa mengirimkan paket lebih banyak sebelum menunggu ACK dari penerima. Jika pada titik tertentu penerima merasa window size terlalu besar, maka penerima tidak memberikan konfirmasi ACK, dan karena pengirim tidak mendapatkan ACK maka pengirim akan berhenti menaikkan window size.

      Categories: ccna Tag:, , ,

      TCP-IP Basic -IP addressing-

      Desember 16, 2008 Tinggalkan Komentar

      osivstcpip

      TCP/IP bukan hanya satu protokol, TCP/IP adalah kumpulan dari beberapa protokol yang bekerja saling bahu-membahu layaknya sebuah team.

      protokolsuit

      Format IP Address

      1. Terdiri dari 4 penomoran, setiap nomor punya range dari 0-255, contoh : 172.30.5.82
      2. Selalu disertai dengan subnet mask dan biasanya default gateway, contoh:
        • IP : 172.30.5.82
        • Mask  : 255.255.255.0
        • gateway : 172.30.5.1
      3. Subnet mask menentukan bagian mana dari IP address termasuk alamat network atau host. Setiap bagian dari subnet mask yang berupa 255 menggambarkan alamat network dan bagian subnet mask yang berupa 0 merupakan bagian dari alamat host, maka dari contoh pada nomor 2 diatas, kita tahu alamat network nya adalah 172.30.5 dan bagian host-nya adalah 82. Setiap device dalam satu network akan dan harus memiliki alamat network yang sama.

      Konsep 2 jenis addressing
      ethernetvsip
      Dalam dunia TCP/IP, setiap mesin mempunyai dua jenis pengalamatan (addressing) yakni :

      1. Alamat logik pada layer network/internet (IP address)
      2. Alamat fisik pada layer data link (physical address/MAC address)

      sebenarnya komputer hanya bisa berkomunikasi langsung dengan komputer lain melalui MAC address saja, tetapi, untuk mencapai komputer yang berada pada network yang lain dibutuhkan IP address. Karenanya, dalam perjalanan sebuah paket dari satu mesin ke mesin yang lain, MAC address sumber dan tujuan dalam satu paket selalu berubah-ubah sedangkan IP address sumber dan tujuan selalu konstan.

      Default kelas IP address

      1. Kelas A
        1. oktet pertama dari IP addres : 1 – 126
        2. contoh : 10.5.1.1
        3. memiliki subnet mask default : 255.0.0.0
      2. Kelas B
        1. oktet pertama dari IP address : 128 – 191
        2. contoh : 167.205.34.10
        3. memiliki subnet mask default : 255.255.0.0
      3. Kelas C
        1. oktet pertama dari IP address : 192 – 223
        2. contoh : 220.1.50.63
        3. memiliki subnet mask default : 255.255.255.0

      Publik vs Private address

      Publik address :

      • bisa digunakan dalam internet ataupun internal network.

      Private address :

      • hanya bisa digunakan dalam internal network.
      • memiliki 3 range :
        • kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255
        • kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255
        • kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255
      • IP address loopback untuk testing : 127.x.x.x
      • Auto-configuration range : 169.254.x.x
      Categories: ccna Tag:, , ,

      Hidup didunia OSI

      Desember 14, 2008 Tinggalkan Komentar

      OSI Model

      1. Sebuah model yang sangat membantu dalam proses memilah-milah fungsi jaringan
      2. Sebagai standar dalam pembuatan alat-alat jaringan (switch, router, kabel)
      3. Memungkinkan vendor untuk fokus pada salah satu area dalam network (spesialisasi)

      7 Layer OSI
      Application

      1. Antarmuka dengan program yang berjalan pada OS
      2. Memungkinkan akses pada program tersebut

      Presentation

      1. memastikan data dalam format yang umum dan bisa
      2. menyediakan servis enkripsi, kompresi, dll

      Session

      1. memulai dan mengakhiri setiap sesi koneksi
      2. memisahkan setiap sesi-sesi yang terjalin

      Transport

      1. mendikte langkah2 pertukaran data
      2. mendefinisikan servis-servis yang terkenal (http,ftp,ssh, dll)
      3. menentukan apakah data dikirim secara reliable (TCP) atau tidak (UDP)
      4. menentukan ports sumber dan ports tujuan

      Network

      1. menyediakan pengalamatan logik (IP address)
      2. menentukan rute terbaik jalannya data (routing)

      Data Link

      1. menyediakan pengalamatan fisik (MAC address)
      2. memastikan tidak ada error pada data

      Physical

      1. akses langsung pada kabel
      2. membangkitkan signal elektrik (1 dan 0 )
      Categories: ccna Tag:, , ,

      ports-supfile atau stable-supfile

      Desember 14, 2008 Tinggalkan Komentar

      ports-supfile digunakan untuk mengupdate koleksi ports tree kita, sedangkan stable-supfile digunaka untuk mengupdate source code dari OS FreeBSD, yang kemudian dengan source yang sudah di update kita bisa mengupgrade mesin kita ke versi terbaru

      Categories: freebsd Tag:,

      Gateway NAT dengan FreeBSD

      Desember 9, 2008 1 komentar

      NAT, Network Address Translation, adalah salah satu metode untuk mengakali terbatasnya IP address. Kita ketahui, private IP address tidak bisa bebas berselancar di dunia internet, karena IP private tidak bisa diadvertise oleh router ke dunia maya, untuk mengakalinya digunakanlah NAT, dimana satu  IP address publik bisa dimanfaatkan sebagai sebuah gateway untuk beberapa mesin/device ber IP address private.

      Berikut konfigurasi FreeBSD yang digunakan sebagai gateway NAT, requirement awal, mesin FreeBSD ini memiliki 2 buah network card, yang satu di assign dengan sebuah IP publik, dan yang satu lagi di assign ip private sebagai default gateway dari mesin-mesin yang ada dibawahnya.

      misal konfigurasi awal interface-interface nya :
      lnc0 (ip public) : 167.205.34.10 netmask 255.255.254.0 default gateway 167.205.34.1 (ISP)
      lnc1 (ip private) : 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0

      Kompile ulang kernel FreeBSD dengan opsi yang mendukung firewall dan nat

      [root@pekok]/# cd /usr/src/sys/i386/conf
      [root@pekok]/# cp GENERIC NATKERNEL
      [root@pekok]/# vim NATKERNEL

      tambahkan line berikut dalam file NATKERNEL

      #untuk dukungan ipfw
      options IPFIREWALL
      options IPFIREWALL_VERBOSE

      #untuk dukungan ip6fw
      options IPV6FIREWALL
      options IPV6FIREWALL_VERBOSE

      #untuk dukungan NAT
      options IPDIVERT

      kompile kernel dengan konfigurasi yang baru kita buat

      [root@pekok]/# /usr/sbin/config NATKERNEL
      [root@pekok]/# cd ../compile/NATKERNEL
      [root@pekok]/# make depend
      [root@pekok]/# make
      [root@pekok]/# make install

      edit file /etc/rc.conf agar mesin FreeBSD otomatis meload dukungan firewall dan nat setiap kali di boot ulang

      [root@pekok]/# vim /etc/rc.conf

      tambahkan baris-baris berikut

      ##### enable ipfw
      firewall_enable=”YES”
      firewall_type=”open”
      firewall_quiet=”NO”

      ##### natd
      natd_enable=”YES”
      natd_interface=”lnc0
      *ganti lnc0 dengan nama card interface yang di assign ip public mis : fxp0
      natd_flags=”-m”

      reboot mesin, kemudian tes apakah servis nat berjalan dengan baik :

      [root@pekok]/# ping -S 192.168.1.1 167.205.34.1
      PING 167.205.34.1 (167.205.34.1) from 192.168.1.1: 56 data bytes
      64 bytes from 167.205.34.1: icmp_seq=0 ttl=64 time=5.452 ms
      64 bytes from 167.205.34.1: icmp_seq=1 ttl=64 time=2.559 ms

      yep… :D

      Categories: freebsd Tag:, , ,

      disable touchpad di ubuntu saat mengetik

      Desember 9, 2008 Tinggalkan Komentar

      bagi yang tidak terbiasa memakai touchpad dan lebih prefer pake tetikus alias mouse, touchpad yang aktif bisa sangat mengganggu ketika mengetik, berikut tips agar touchpad dengan otomatis tidak aktif untuk sementara pada setiap saat kita menggunakan keyboard

      edit file /etc/X11/xorg.conf

      akhmad@ccie:~$ sudo vim /etc/X11/xorg.conf

      kemudian pada bagian Section “InputDevice”
      tambahkan line berikut

      Option “SHMConfig” “on”

      lalu jalankan

      akhmad@ccie:~$ syndaemon -t -d

      restart x server, bisa dengan logout ato Ctrl+alt+Backspace tes sendiri jalan gak…
      setelah yakin jalan, di system->preference->sessions tambahkan syndaemon -t -d agar syndaemon tereksekusi setiap kali startup ;)

      Categories: ubuntu Tag:,

      mainan cisco di ubuntu dengan gns3

      Desember 9, 2008 Tinggalkan Komentar

      sebelum mulai configurasi gns3 lebih baik kita install dulu dependency nya

      akhmad@ccie:~$ sudo apt-get install python-qt4 dynagen

      download tarball dari gns3 di www.gns3.net, saat posting ini dituliskan, gns3 sudah release yang versi 0.5. Extract tarball dan pindahkan ke /opt

      akhmad@ccie:~$ tar -xjvf GNS3-0.5-src.tar.bz2

      akhmad@ccie:~$sudo mv GNS3-0.5-src/ /opt/GNS3

      akhmad@ccie:~$ cd /opt/GNS3/

      akhmad@ccie:/opt/GNS3$ sudo mkdir dynamips ios project temp

      akhmad@ccie:/opt/GNS3$ sudo chmod o+w project/ temp/

      download dynamips dan taruh di /opt/GNS3/dynamips dan ubah permisi agar menjadi executable file

      akhmad@ccie:~$ cd /opt/GNS3/dynamips/

      akhmad@ccie:/opt/GNS3/dynamips$ sudo wget http://www.ipflow.utc.fr/dynamips/dynamips-0.2.8-RC2-x86.bin

      akhmad@ccie:/opt/GNS3/dynamips$ sudo chmod +x dynamips-0.2.8-RC2-x86.bin

      jalankan GNS3 dengan :

      akhmad@ccie:~$ /usr/bin/python /opt/GNS3/gns3

      berdasar pengalaman, cieeee… pengalamaaannn… menjalankan gns3 sebagai root mempermudah jika nantinya bermain-main dengan menggunakan interface host

      akhmad@ccie:~$ gksudo /usr/bin/python /opt/GNS3/gns3

      setting lokasi dynamips agar mengarah ke /opt/GNS3/dynamips/dynamips-0.2.8-RC2-x86.bin, setting ios location ke /opt/GNS3/ios dan taruh ios image di folder itu, arah kan project ke /opt/GNS3/project

      ohya, dibutuhkan ios image untuk bermain-main dengan GNS3, tentunya gak gratis, silahkan nyari di rapidshare dkk :D

      Categories: @GNS3 Lab, ubuntu Tag:, , , ,

      ports collection

      Desember 9, 2008 Tinggalkan Komentar

      bagi yang pada saat menginstall tidak menyertakan ports collection, maka fitur menginstall paket via ports tidak bisa diperdayagunai… diberdayakan… digunakan!!! untuk itu kita bisa mendownload koleksi ports dari server terdekat, gunakan :

      # csup -L 2 -h cvsup.FreeBSD.org /usr/share/examples/cvsup/ports-supfile

      Ikuti

      Get every new post delivered to your Inbox.